• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Aji Mumpung, Aji Ilang

Nurul Mawaridah oleh Nurul Mawaridah
6 bulan yang lalu
in Opini
0
4
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dalam hidup, selalu ada orang yang hobinya “aji mumpung”. Padahal sering kali, yang aji mumpung itu ujung-ujungnya malah aji ilang, hilang wibawa, hilang kepercayaan, hilang pahala, kadang ya hilang jabatan sekalian. Hidup itu lucu, dipikirnya sedang cerdik memanfaatkan peluang, rupanya sedang menggali lubang kenistaannya sendiri.

Yang menggelikan lagi, orang aji mumpung sering merasa paling aman. “Ah, nggak ada yang tahu.”

Iya, manusia mungkin tidak tahu. Tapi Allah selalu tahu.

Nah kalau Allah sudah turun tangan, mau sembunyi di balik gundukan tanah pun tidak akan selamat. Itulah kenapa balasan-Nya sering datang bukan pelan-pelan, tapi jadi shock therapy, supaya kita sadar dan tidak mengulanginya. Allah sudah memperingatkan dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 1-3:

Related Post

Setiap ekonomi memburuk, rakyat selalu disibukkan ketakutan baru agar lupa mempertanyakan keadaan sebenarnya. (Ilustrasi: pasmu.id)

Dolar Naik, Pocong Datang: Kebetulan atau Pola Lama yang Diulang?

29 Mei 2026
Tenang bukan karena takut, tapi karena yakin Allah Maha Adil.

GUDBAE: Gak Usah Drama, Biar Allah Eksekusi

14 Maret 2026

Kita Pernah Salah Soal Covid, Yakin Masih Mau Bercanda Soal Perang Dunia III?

3 Maret 2026

Protokol Nabi Yusuf : Strategi Anti Miskin 3.000 Tahun yang Lalu, Masih Relevan Hari Ini?

21 Januari 2026

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”

Ayat ini tepat sekali menggambarkan mental “aji mumpung”: maunya untung, tapi merugikan orang lain. Ingin hak penuh, tapi memberi dengan setengah hati.

Hidup hakikatnya sederhana:

Kalau bukan hakmu, jangan diambil. Kalau hakmu, ambil dengan cara terhormat.

Dan kalau rezekimu belum datang, jangan memaksa, nanti malah dapat masalah paket lengkap (stres, malu, plus reputasi hancur).

Terkadang orang yang hobi aji mumpung ini lupa bahwa hidup seperti antrean tiket naik kereta: semua orang punya gilirannya. Kalau giliran orang lain juga diambil, ya jangan heran kalau dapat balasan dengan cara paling random tapi tepat sasaran.

Ingat juga sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sesungguhnya setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari Muslim).

Hadits ini memiliki makna mendalam bahwa setiap individu memiliki peran kepemimpinan sesuai kapasitasnya, mulai dari kepala keluarga, orang tua atas anak, bahkan pembantu atas harta tuannya, dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban (dimintai hisab) di akhirat atas amanah yang diemban tersebut. Hadis ini menekankan konsep tanggung jawab universal dalam Islam, bahwa tidak ada yang bebas dari kepemimpinan, dan setiap pemimpin wajib menjaga, memimpin dengan adil, serta akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat atau yang dipimpinnya.

Maka setiap amanah, sekecil apa pun, jangan diperlakukan sebagai peluang aji mumpung, tapi sebagai pertanggungjawaban akhirat.

Karena itu, daripada jadi “aji mumpung” yang akhirnya “aji ilang”, lebih baik jadi orang yang legowo. Yang tahu batas, tahu diri, dan tahu kapan harus berhenti. Hidup jadi lebih tenang, tidak perlu sembunyi-sembunyi, dan yang paling penting yaitu tidak menyakiti dan mengambil hak orang lain. Semoga langkah kita senantiasa dibimbing Allah menuju puncak dengan cara yang benar.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: opini
Share2Tweet1Share
Nurul Mawaridah

Nurul Mawaridah

Related Posts

Setiap ekonomi memburuk, rakyat selalu disibukkan ketakutan baru agar lupa mempertanyakan keadaan sebenarnya. (Ilustrasi: pasmu.id)
Opini

Dolar Naik, Pocong Datang: Kebetulan atau Pola Lama yang Diulang?

oleh Marjoko
29 Mei 2026
Tenang bukan karena takut, tapi karena yakin Allah Maha Adil.
Opini

GUDBAE: Gak Usah Drama, Biar Allah Eksekusi

oleh Nurul Mawaridah
14 Maret 2026
Kita boleh tertawa saat ancaman masih jauh, tapi sejarah selalu menghukum mereka yang mengira candaan adalah strategi bertahan hidup.
Opini

Kita Pernah Salah Soal Covid, Yakin Masih Mau Bercanda Soal Perang Dunia III?

oleh Marjoko
3 Maret 2026
Next Post

SD MuCES sebagai Model Sekolah Dasar Kreatif dan Berbasis Aplikasi untuk Membangun Generasi Mandiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan