• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Ustadz Nur Yasin: Jadi Manusia Itu Harus Seimbang, Jangan Ekstrem

Suharsono oleh Suharsono
1 bulan yang lalu
in Kajian, Kabar
0
10
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 17 Februari 2026 – Masjid At-Taqwa Jagalan menjadi saksi kebersamaan jamaah pada Rabu malam. Di sela-sela ibadah Ramadan yang syahdu, Ust. Drs. H. Muhammad Nur Yasin, M. PdI. menyampaikan pesan mendalam dalam kultum bakda tarawih. Beliau mengupas hakikat penciptaan manusia sebagai makhluk yang berada di posisi “tengah-tengah.” Dalam pandangannya, desain spiritual dan sosial manusia tidak diciptakan untuk bersikap ekstrem, melainkan justru menjadi penyeimbang.

Ust. Nur Yasin menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan komposisi yang sangat unik. Manusia tidak diciptakan seperti malaikat yang merupakan cahaya suci tanpa nafsu, namun tidak pula dibiarkan seperti binatang yang hidupnya hanya dikendalikan oleh insting belaka. “Manusia itu berada di posisi tengah. Kita tidak boleh terlalu condong ke kiri, tidak pula terlalu condong ke kanan. Inilah esensi dari Wasathiyah atau moderasi,” ujar beliau di hadapan para jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian. Posisi pertengahan ini bukan berarti lemah atau tidak punya pendirian, melainkan justru mencerminkan kekuatan dalam menjaga keseimbangan.

Beliau kemudian menguraikan bahaya dari kecenderungan ekstrem, baik dalam beragama maupun dalam urusan duniawi. Menurutnya, sikap yang terlalu ekstrem justru akan merusak hakikat kemanusiaan itu sendiri. Jika manusia terlalu “ke kanan,” ia bisa terjebak pada fanatisme buta dan berisiko mengabaikan realitas sosial demi mengejar ritualitas semata. Sebaliknya, jika terlalu “ke kiri,” manusia akan hanyut dalam arus materialisme dan meninggalkan nilai-nilai spiritualitas yang seharusnya menjadi kompas hidup. Kedua kutub ekstrem ini sama-sama berbahaya karena menjauhkan manusia dari fitrahnya sebagai makhluk yang seimbang.

Pesan tentang keseimbangan ini terasa sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi umat di era modern. Kemajuan teknologi dan gemerlap dunia seringkali membuat manusia lupa diri, tenggelam dalam urusan materi hingga melupakan kebutuhan ruhani. Di sisi lain, ada pula sebagian orang yang terlalu fokus pada ibadah ritual namun abai terhadap lingkungan sosial dan tanggung jawab dunianya. Ust. Nur Yasin mengajak jamaah untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum tepat dalam melatih “otot keseimbangan” tersebut. Dengan berpuasa, manusia belajar menahan hawa nafsu namun tetap produktif menjalani aktivitas duniawi.

Related Post

Ustadz Dadang mengingatkan jemaah bahwa Ramadhan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penawar penyakit hati.

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

8 Maret 2026

Ustadz Umar Effendi di Masjid At-Taqwa: Al-Qur’an, Sains, dan Sejarah Kejayaan Islam yang Terputus

5 Maret 2026 - Updated On 7 Maret 2026

Bukan Uang, Inilah Aset Paling Berharga Manusia Menurut Ustadz Suharsono

27 Februari 2026

Jangan Jadi Muslim yang ‘Bangkrut’! Ini Penjelasan Ustadz Baidowi

27 Februari 2026

Menurut beliau, hidup yang selamat adalah hidup yang mampu menempatkan dunia di genggaman tangan dan akhirat di lubuk hati. Manusia diajak untuk terus bergerak di jalur tengah yang lurus, yakni Shirathal Mustaqim. Jalur ini bukan hanya tentang ritual ibadah pribadi, tetapi juga tentang bagaimana bersikap adil dan proporsional dalam setiap aspek kehidupan. “Keseimbangan inilah yang akan melahirkan ketenangan atau tuma’ninah. Jika kita mampu menjaga posisi tengah ini, maka insya Allah kita akan menjadi pribadi yang adil, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun kepada Sang Pencipta,” pungkas beliau dengan penuh harap. Pesan ini menjadi pengingat bahwa menjadi umat pertengahan adalah kunci meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: kultummanusiamasjid at taqwa
Share4Tweet3Share1
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Ustadz Dadang mengingatkan jemaah bahwa Ramadhan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penawar penyakit hati.
Kabar

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

oleh Firnas Muttaqin
8 Maret 2026
Kabar

Ustadz Umar Effendi di Masjid At-Taqwa: Al-Qur’an, Sains, dan Sejarah Kejayaan Islam yang Terputus

oleh Firnas Muttaqin
5 Maret 2026 - Updated On 7 Maret 2026
Waktu adalah kekayaan termahal yang menentukan nasib manusia di hari pertanggungjawaban, jauh melampaui segala harta duniawi.
Kajian

Bukan Uang, Inilah Aset Paling Berharga Manusia Menurut Ustadz Suharsono

oleh Firnas Muttaqin
27 Februari 2026
Next Post

Bukan Sekedar Lapar! Ini Mutiara Rahasia Ramadhan Menurut Ustadz Heru Winarno

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan