• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Ustadz Anang Abdul Malik: Jika Bertemu Dua Hal Ini, Begini Sikap Orang Beriman

Suharsono oleh Suharsono
4 minggu yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Hidup adalah persimpangan: di situlah kita bertemu kebaikan, berpapasan dengan keburukan, dan ditentukan siapa kita sebenarnya.

Hidup adalah persimpangan: di situlah kita bertemu kebaikan, berpapasan dengan keburukan, dan ditentukan siapa kita sebenarnya.

9
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 25 Februari 2026 – Suasana fajar yang sejuk di Pasuruan di hari puasa Ramadhan ke 8, tak sedikit pun memadamkan semangat para jemaah untuk memadati Masjid Darul Arqom di Jalan KH. Wachid Hasyim. Di tengah keheningan ibadah Subuh, Ustadz Anang Abdul Malik menyampaikan untaian nasihat yang menyentuh sanubari tentang jati diri manusia. Beliau mengajak jemaah menyadari bahwa setiap hembusan napas dan jejak langkah dalam hidup merupakan perjalanan panjang yang senantiasa mempertemukan kita dengan dua sisi realitas yang saling bertolak belakang namun tak terpisahkan.

Dalam tausiyahnya yang sarat makna, beliau mengajak kita untuk menyadari bahwa dalam kehidupan, kita selalu berpapasan dengan dua hal, yakni kebaikan dan keburukan. Dunia ini diciptakan berpasang-pasangan, siang dan malam, terang dan gelap, suka dan duka. Kita tidak bisa mengharapkan dunia yang hanya berisi putih tanpa hitam, atau kemudahan tanpa ujian. Setiap kali kita melangkahkan kaki keluar dari rumah, kita sebenarnya sedang berjalan di atas garis tipis antara peluang melakukan ketaatan atau terjebak dalam kemaksiatan. Kesadaran inilah yang harusnya membuat kita tidak pernah lengah, karena persimpangan itu ada di setiap sudut kehidupan, menanti kita untuk memilih arah.

Lebih jauh, Ustadz  Anang menjelaskan bahwa berpapasan dengan kebaikan dan keburukan bukanlah sebuah kebetulan atau nasib buta, melainkan skenario ujian yang sengaja dirancang oleh Sang Pencipta. Ibtila’ ini adalah cara Allah memisahkan mana hamba yang paling baik amalnya. Lantas, bagaimana sikap kita saat berada di persimpangan itu? Pertama, diperlukan kepekaan nurani. Seringkali keburukan datang dengan kemasan yang indah, membujuk rayu, sementara kebaikan tampak berat, mendaki, dan penuh duri. Di sinilah fungsi iman sebagai navigasi utama, agar kita tidak salah pilih saat berpapasan dengan keduanya. Imanlah yang menerangi hati, membedakan mana yang hak dan mana yang batil, meskipun batil itu diselimuti seribu kilau pesona.

Kedua, respons terhadap keburukan. Saat berpapasan dengan keburukan, pilihannya bukan untuk ikut arus, bukan pula sekadar diam. Seorang mukmin dituntut untuk menjadi pembatas, atau setidaknya menjadi pengingat. Mencegah dengan tangan jika mampu, dengan lisan jika tidak, dan dengan hati sebagai selemah-lemahnya iman, namun itu pun masih lebih baik daripada membiarkan keburukan merajalela tanpa perlawanan. Ketiga, yang tak kalah penting adalah konsistensi dalam menjemput kebaikan. Kebaikan yang datang di persimpangan itu harus segera dijemput, karena fastabiqul khairat adalah perintah untuk berlomba-lomba. Kesempatan berbuat baik tidak selalu datang dua kali di persimpangan yang sama. Mungkin hari ini kita bertemu dengan orang yang membutuhkan bantuan, mungkin esok tidak lagi. Mungkin hari ini ada kesempatan untuk shalat berjamaah di masjid, mungkin esok kita dihalangi oleh uzur. Maka, ketika kebaikan menghampiri, sambutlah dengan tangan terbuka, karena ia adalah tamu yang membawa berkah.

Related Post

KURMA Edisi Maret 2026: Tidur Berkah, Bernilai Ibadah

19 Maret 2026
Kajian i’tikaf malam 27 Ramadan menghadirkan Ustadz Ahmad Mudzakir mengungkap rahasia generasi hebat menurut Al-Qur’an.

Malam 27 Ramadan, Ustadz Ahmad Mudzakir Ungkap Rahasia Generasi Hebat Menurut Al-Qur’an: Dimulai dari Rumah

16 Maret 2026

Ustaz Baihaqi di Malam 25 Ramadan Bongkar Geo Politik dari Al-Qur’an

14 Maret 2026

Ustadz Heru Winarno Ungkap Rahasia Ikhlas dalam Kajian I’tikaf Malam 23

12 Maret 2026

Ustadz  Anang mengingatkan bahwa pada akhirnya, bukan apa yang kita temui di persimpangan jalan yang menentukan nilai kita di hadapan Allah, melainkan bagaimana kita merespons pertemuan tersebut. Apakah kita tergoda oleh keburukan yang berkilau, atau justru memeluk kebaikan yang pahit di awal namun manis di akhir? Jawaban atas pertanyaan inilah yang akan menentukan siapa kita sebenarnya. Kebaikan yang kita temui harus disyukuri dan ditingkatkan, sementara keburukan yang hampir menjerat harus dijadikan pelajaran berharga untuk kembali ke jalan yang lurus. Di persimpangan fajar itulah, dengan hati yang bening setelah sujud, kita belajar untuk menjadi pemenang, bukan di awal pertemuan, tetapi di garis finis kehidupan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: darul arqomkajian subuhramadhan
Share4Tweet2Share1
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Kabar

KURMA Edisi Maret 2026: Tidur Berkah, Bernilai Ibadah

oleh Nurul Mawaridah
19 Maret 2026
Kajian i’tikaf malam 27 Ramadan menghadirkan Ustadz Ahmad Mudzakir mengungkap rahasia generasi hebat menurut Al-Qur’an.
Kabar

Malam 27 Ramadan, Ustadz Ahmad Mudzakir Ungkap Rahasia Generasi Hebat Menurut Al-Qur’an: Dimulai dari Rumah

oleh Marjoko
16 Maret 2026
Kabar

Ustaz Baihaqi di Malam 25 Ramadan Bongkar Geo Politik dari Al-Qur’an

oleh Marjoko
14 Maret 2026
Next Post
Kultum Ustadz Arifin Ahmad Ramadhan melatih kita bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan amarah

Ustadz Arifin: Jangan Mudah Tersinggung dan Marah, Agar Hidup Tenang dan Puasa Berkah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026
2 Syawal: silaturahmi yang menjebak, perundingan yang menangkap / Lukisan Raden Saleh

2 Syawal, Ajang Silaturahmi yang Menjebak Pangeran Diponegoro

23 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan