Pasuruan, 15 Maret 2026 – Semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan melalui kegiatan Ta’awun Sosial Ramadan 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan melalui Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS). Kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa ini mengusung tema “Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan.”
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan sosial tidak hanya berfokus pada kepedulian terhadap sesama manusia, tetapi juga mendorong kesadaran untuk menjaga lingkungan serta membangun kehidupan yang adil, seimbang, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah berupaya menghadirkan nilai-nilai keislaman yang tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga pada kepedulian sosial dan lingkungan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Ibu Dewi Atikah, yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh hangat. Selanjutnya suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara tartil oleh Ibu Rif’atul Hasanah, yang mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang dan kepedulian.
Dalam sambutan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan, Ibu Farida Agustyarini, disampaikan bahwa kegiatan Ta’awun Sosial Ramadan merupakan wujud nyata dari nilai ta’awun atau saling menolong yang diajarkan dalam Islam. Menurut beliau, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat empati sosial, khususnya kepada anak-anak yatim dan masyarakat dhuafa yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Beliau juga menekankan bahwa tema “Gerakan ‘Aisyiyah Membangun Kesalehan Ekologis Berkeadilan” mengandung pesan penting bahwa kesalehan seorang muslim tidak hanya ditunjukkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS), Ibu Hj. Wahyu Edy, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program santunan ini merupakan bagian dari upaya ‘Aisyiyah untuk terus menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan dukungan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh Ibu Nurul Mawaridah. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia.
Beliau menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang menekankan nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial. Dalam Al-Qur’an, umat Islam berkali-kali diingatkan untuk tidak mengabaikan hak-hak anak yatim serta dianjurkan untuk membantu mereka dengan penuh keikhlasan.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa konsep kesalehan ekologis berkeadilan juga mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan kehidupan, baik hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, maupun hubungan dengan alam. Menjaga lingkungan, tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya, serta membangun kehidupan yang adil dan harmonis merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Dalam tausiyah tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa berbagi kepada anak yatim dan dhuafa tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Ketika seseorang membantu orang lain dengan tulus, Allah SWT akan menggantinya dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Beliau pun mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai puncak kegiatan, panitia menyalurkan 35 paket santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Penyerahan santunan berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, di mana para penerima tampak bahagia dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.
Para pengurus yang hadir dalam kegiatan ini juga mengenakan seragam batik baru berwarna kuning cerah, yang menambah kesan kompak dan semangat kebersamaan di antara para anggota.
Melalui kegiatan Ta’awun Sosial Ramadan ini, diharapkan semangat berbagi, kepedulian sosial, serta kesadaran akan pentingnya membangun kehidupan yang adil dan harmonis dengan lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya bulan untuk meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga momentum untuk menguatkan solidaritas sosial, menebarkan kebaikan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.












