Pasuruan, 4 April 2026 – Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan kekeluargaan mewarnai acara Silaturahim Syawal sekaligus musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan yang digelar di SMK Muhammadiyah (SMK Mutu) Kota Pasuruan. Acara yang dihadiri oleh puluhan pengurus, kader, guru, karyawan, serta jamaah dari berbagai tingkatan kepengurusan ini berlangsung khidmat dan penuh makna.
Hadir sebagai penceramah utama dalam pengajian Syawal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tabligh Dakwah Komunitas Kepesantrenan dan Haji Umroh sekaligus mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur periode 2015–2022, Dr. KH. Sa’ad Ibrahim. Sosok visioner yang dikenal penuh kasih sayang ini memberikan pencerahan kepada seluruh jamaah yang memenuhi lokasi acara.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Pasuruan, Dr. Abu Nasir, M.Ag., mengawali dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya sehingga seluruh undangan dapat hadir di majelis yang Insya Allah mulia dalam rangka silaturahim Syawal. Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dr. KH. Sa’ad Ibrahim yang berkenan hadir langsung setelah tahun sebelumnya beliau mewakilkan tugasnya.
Dr. Abu Nasir mengenang dedikasi dan kepemimpinan Dr. KH. Sa’ad Ibrahim selama menjabat sebagai Ketua PWM Jawa Timur. “Beliau dikenal sebagai sosok visioner dan penuh kasih sayang. Sosok visioner beliau menjadi inspirasi bagi kami, karena selalu diingatkan bahwa kondisi apapun, keterbatasan apa adanya, jangan sampai membuat kita berhenti untuk terus bergerak maju meraih hal-hal besar yang kita impikan dan kita cita-citakan,” ujar beliau.
Beliau juga menceritakan keberhasilan PDM Kota Pasuruan bersama Pimpinan Aisyiyah dan Ortom serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam menjaga stabilitas dan konsistensi gerakan dakwah. “Alhamdulillah, hingga hari ini AUM-AUM kita tetap eksis dan Insya Allah dari tahun ke tahun mengalami perkembangan dan kemajuan pesat,” tambah beliau.
Tidak lupa, Dr. Abu Nasir mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Cabang Gading Pandungrejo yang menjadi tuan rumah serta SMK Muhammadiyah yang telah menyediakan lokasi acara. Beliau juga mengapresiasi seluruh pengurus dan guru yang terus bersemangat membesarkan sekolah-sekolah Muhammadiyah dari TK, PAUD, SD, MI, MTs, SMA, SMK, hingga Universitas di Kota Pasuruan.
Di akhir sambutannya, Dr. Abu Nasir menyinggung dua hal yang sedang viral di media sosial dan mengajak seluruh kader untuk memperkuat komitmen terhadap manhaj Muhammadiyah.
“Di luar sedang viral dua hal. Yang pertama lagu dari satu organisasi kemasyarakatan ‘Bapakku NU, Ibuku Muslimat, Kang Masku Ansor, mbakku Fatayat. Pancen enak dadi wong NU, ngalor ngidul oleh berkat.’ Itu kalau kita enggak cukup kuat hanya dengan itu saja, bisa klepek-klepek, Bapak Ibu. Tapi tolong diganti dua bait terakhir: Bapakku NU, Ibuku Muslimat, Kang Masku Ansor, mbakku Fatayat – tapi aku Muhammadiyah, hidup mati ittiba’ rasulillah. Jangan sampai hilang,” tegas beliau.
Yang kedua, beliau menyoroti fenomena login Muhammadiyah. “Saatnya sekarang ini login Muhammadiyah. Siap, Bapak Ibu? Semua putra putrinya. Lagi viral ajakan banyak muda-muda Indonesia login Muhammadiyah. Gak peduli suara di luar apapun yang kita dengarkan. Gak peduli apakah yang kita lakukan ini diharamkan orang lain atau tidak. Kita teguh pada pendirian untuk menjaga manhaj Muhammadiyah,” ujar beliau dengan penuh semangat.
Beliau mengingatkan seluruh jamaah untuk tetap berpegang pada akidah yang selamat, ibadah yang terbebas dari campuran syirik, serta ihsan berupa amal saleh dalam mengabdi di AUM. “Jangan sampai hilang. Iman, Islam, Ihsan. Dari situlah kita dapat hikmah,” pesan beliau.
Penutupan sambutan Dr. Abu Nasir disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya silaturahim yang penuh berkah ini. Dr. Abu Nasir juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan pelayanan kepada para pengurus dan guru. “Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan apa saja yang mungkin Bapak Ibu rasakan,” pungkas beliau.
Silaturahim Syawal ini diharapkan menjadi momentum penguatan ukhuwah Islamiyah dan komitmen bersama dalam memajukan dakwah Muhammadiyah di Kota Pasuruan.













