• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Refleksi Khotbah Jumat di Masjid At-Taqwa Jagalan: Menagih Keberlanjutan Cinta dan Kesalehan Sosial

Muslim Notonegoro oleh Muslim Notonegoro
1 hari yang lalu
in Kabar, Khutbah
0
Cinta kepada Allah menemukan maknanya ketika ibadah melahirkan kepedulian, keadilan, dan kemaslahatan sosial. (Ilustrasi: Muslim)

Cinta kepada Allah menemukan maknanya ketika ibadah melahirkan kepedulian, keadilan, dan kemaslahatan sosial. (Ilustrasi: Muslim)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 7 Agustus 2026 – Mimbar ibadah sholat Jumat di Masjid At-Taqwa Jagalan menghadirkan nuansa tersendiri. Mengangkat tajuk utama “Izinkan Aku (Masih) Mencintaimu”, khotib Ustadz M. Muslimaini Errifai dalam khotbahnya tidak sekadar menyampaikan petuah ritualistik, melainkan mengajak jemaah mengotopsi kembali relasi antara cinta, ketakwaan, dan realitas sosial masa kini.

​Secara eksplisit, narasi “Izinkan Aku (Masih) Mencintaimu” diarahkan sebagai sebuah manifestasi pembuktian cinta yang autentik—baik cinta kepada Pencipta maupun sesama manusia. Khotib menekankan bahwa rasa cinta yang sejati tidak boleh berhenti pada serangkaian ungkapan verbal atau ibadah ritual yang bersifat egoistis, melainkan harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang berdampak nyata.
​Membongkar Paradoks Kesalehan Ritual dan Realitas Sosial

​Dalam khotbahnya, M. Muslimaini Errifai mengutip dikotomi mendasar dalam ajaran Islam: pentingnya menjaga keseimbangan antara kesalehan individual dan kesalehan sosial. Ia menyoroti fenomena hari ini di mana geliat keagamaan tampak begitu semarak—mulai dari pembangunan fisik rumah ibadah, padatnya majelis taklim, hingga angka kunjungan ibadah ke Tanah Suci yang terus melonjak—namun kerap belum berbanding lurus dengan perbaikan etika publik.

​”Jangan sampai kita menjadi hamba yang rajin beribadah secara ritual, tetapi lalai dan abai terhadap persoalan kemanusiaan di sekitar kita,” ujar M. Muslimaini Errifai di hadapan jemaah sholat Jumat.
​Isu integritas sosial turut menjadi sorotan analitis dalam khotbah tersebut. Disebutkan bahwa fenomena penyimpangan kewenangan, ketidakjujuran, hingga praktik korupsi masih menjadi tantangan berat bangsa. Indikator objektif seperti Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang masih memprihatinkan menjadi cermin bahwa ada jarak (gap) yang lumayan lebar antara kesalehan ritual di dalam tempat ibadah dan praktik perilaku di ruang publik.

Related Post

Mengalah bukan kelemahan, melainkan kekuatan jiwa yang memenangkan cinta Allah dan kedamaian hakiki. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Seni Jiwa Mengalah: Puncak Kemuliaan Orang Bertakwa

10 Juli 2026
Khutbah Jumat mengingatkan bahwa keikhlasan dan orientasi akhirat adalah kunci meraih keberkahan dunia yang hakiki. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Orientasi Akhirat dan Ikhlas: Kunci Meraih Dunia yang Berkah

3 Juli 2026

Ustadz Muhammad Taqiyyudin Ajak Jamaah Rutinkan Muhasabah Diri Sebelum Hisab Akhirat

27 Juni 2026

Khutbah Jumat Dzulhijjah: Haji dan Qurban sebagai Pondasi Membangun Peradaban yang Adil dan Bermartabat

29 Mei 2026

​Meneladani Relasi Nabi Musa dan Pertanyaan Ibadah Terbaik
​Untuk memperkuat tesisnya, khotib mengetengahkan kisah dialog antara Nabi Musa AS dan Allah SWT yang bersumber dari kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali. Dialog tersebut menggarisbawahi bahwa sholat, zikrullah, hingga puasa pada dasarnya berpulang untuk kebaikan personal sang hamba—seperti menjaga dari perbuatan keji, menenangkan hati, dan mengontrol hawa nafsu.

​Namun, ketika ditanyakan ibadah apa yang paling dicintai-Nya, kebahagiaan yang dihadirkan bagi orang yang sedang mengalami kesulitan dan kesusahan sosial-lah yang menjadi jawabannya. Khotib merangkumnya dengan kutipan hadis populer, khairunnas anfahum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi kemaslahatan bagi manusia lainnya.

​Manifestasi “Masih Mencintai” dalam Aksinyata
​Refleksi “Izinkan Aku (Masih) Mencintaimu” di penghujung khotbah diterjemahkan sebagai ikhtiar untuk membumikan ajaran agama agar tidak mandek pada dogma atau seremoni semata. Mengutip pemikiran cendekiawan Muslim almarhum Prof. Azyumardi Azra, agama dituntut untuk senantiasa menghadirkan nilai kasih sayang, keadilan, dan perdamaian di dalam kehidupan bermasyarakat.

​Melalui khotbah Jumat di Masjid At-Taqwa Jagalan ini, jemaah diajak merefleksikan kembali posisi dirinya: apakah rutinitas ibadah yang dijalankan selama ini sudah benar-benar melahirkan kepedulian pada fakir miskin, anak yatim, dan kebaikan lingkungan, ataukah sekadar penanda religiositas lahiriah semata.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: cintajumatkhutbah
ShareTweetShare
Muslim Notonegoro

Muslim Notonegoro

Related Posts

Mengalah bukan kelemahan, melainkan kekuatan jiwa yang memenangkan cinta Allah dan kedamaian hakiki. (Foto: Suharsono/pasmu.id)
Khutbah

Seni Jiwa Mengalah: Puncak Kemuliaan Orang Bertakwa

oleh Suharsono
10 Juli 2026
Khutbah Jumat mengingatkan bahwa keikhlasan dan orientasi akhirat adalah kunci meraih keberkahan dunia yang hakiki. (Foto: Suharsono/pasmu.id)
Khutbah

Orientasi Akhirat dan Ikhlas: Kunci Meraih Dunia yang Berkah

oleh Suharsono
3 Juli 2026
Ustadz Muhammad Taqiyyudin (Santri SPEAM) mengajak muhasabah diri, karena hisab akhirat pasti datang dan tak bisa ditawar. (foto: Firnas/pasmu.id)
Khutbah

Ustadz Muhammad Taqiyyudin Ajak Jamaah Rutinkan Muhasabah Diri Sebelum Hisab Akhirat

oleh Firnas Muttaqin
27 Juni 2026
Next Post
PDM Kota Pasuruan memulai soft breaking Klinik Rawat Inap SehatMu sebagai langkah pelayanan kesehatan berbasis dakwah. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

PDM Kota Pasuruan Gelar Soft Breaking Klinik Rawat Inap SehatMu, Targetkan Segera Beroperasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pembukaan MPLS SD Al Kautsar Kota Pasuruan berlangsung meriah, dihadiri Wali Kota yang mengantarkan putrinya. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Resmi Buka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota dan Bunda Wali Kota Antar Putri Ketiga di Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

14 Juli 2026
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur

PW IPM Jawa Timur Siap Sinergikan Program PP IPM 2026-2028

19 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir - Ketua PDM Kota Pasuruan

Sambut Tahun Ajaran Baru, Ustaz Abu Nasir Sampaikan Pesan kepada Guru Muhammadiyah Kota Pasuruan

12 Juli 2026
SD Al-Kautsar Pasuruan gelar parenting untuk menyelaraskan pola asuh keluarga dan sekolah. (foto: Yogi/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Gelar Parenting Milenial 5.0, Dorong Sinergi Pola Asuh antara Rumah dan Sekolah

8 Agustus 2026
PDM Kota Pasuruan memulai soft breaking Klinik Rawat Inap SehatMu sebagai langkah pelayanan kesehatan berbasis dakwah. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

PDM Kota Pasuruan Gelar Soft Breaking Klinik Rawat Inap SehatMu, Targetkan Segera Beroperasi

8 Agustus 2026
Cinta kepada Allah menemukan maknanya ketika ibadah melahirkan kepedulian, keadilan, dan kemaslahatan sosial. (Ilustrasi: Muslim)

Refleksi Khotbah Jumat di Masjid At-Taqwa Jagalan: Menagih Keberlanjutan Cinta dan Kesalehan Sosial

7 Agustus 2026 - Updated On 8 Agustus 2026
Kesuksesan sering dimulai dalam kesunyian, sebelum dunia mengenal perjuangan dan menghargai hasil yang kita ciptakan. (Ilustrasi: Shutterstock.com)

Jalan Kesuksesan Memang Sunyi, Bahkan Para Superhero Pun Memulainya Sendiri

5 Agustus 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan