SD MuCES (Muhammadiyah Creative Entrepreneurship School) menunjukkan keseriusannya dalam membekali siswa tidak hanya dengan pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat. Pendidikan karakter tersebut diarahkan agar siswa mampu menjalani kehidupan sebagai warga negara yang baik, makhluk sosial yang peduli, sekaligus pribadi religius yang bertakwa kepada Allah SWT.
Sekolah ini menerapkan berbagai pembiasaan positif melalui kegiatan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa dibimbing untuk belajar mengelola diri, tekun beribadah, jujur, disiplin, serta bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi fondasi utama dalam membangun jiwa entrepreneurship sejak dini.
Dalam mendukung program tersebut, keberadaan Masjid Ibrahim di lingkungan SD MuCES memiliki peran yang sangat penting. Masjid yang luas, bersih, dan nyaman itu tidak hanya digunakan sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi laboratorium utama pembinaan karakter siswa.
Berbagai kegiatan pembelajaran keagamaan rutin dilaksanakan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga secara langsung di masjid. Para siswa diajak merasakan pengalaman nyata dalam menjalankan ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Sebelum memasuki masjid, siswa dibiasakan mengambil air wudhu dengan benar, memastikan pakaian dan perlengkapan salat dalam keadaan bersih, serta membawa alat salat dan Al-Qur’an dengan sopan. Mereka berjalan tertib karena menyadari akan menghadap Allah SWT untuk menunaikan ibadah salat.
Di dalam masjid, para siswa mendapatkan banyak pembelajaran nyata. Suasana tenang dan tertib membentuk kebiasaan untuk menghormati guru maupun sesama teman. Kegiatan di masjid juga diisi dengan ceramah guru, kultum siswa, hingga praktik langsung ibadah.
Melalui kegiatan tersebut, dewan guru dapat secara langsung mengamati gerakan dan bacaan salat siswa untuk kemudian dibimbing dan dibenahi apabila masih terdapat kekurangan. Tidak hanya tata cara salat dan wudhu, siswa juga diajarkan adab berdoa, tata cara masuk dan keluar masjid, hingga membiasakan merapikan alas kaki saat berkunjung ke masjid.
Kepala SD MuCES, Suyatno, meyakini bahwa pembiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten selama enam tahun masa pendidikan dasar akan membentuk karakter positif yang melekat hingga dewasa.
“Jika anak-anak dibiasakan menjalankan ibadah dengan baik sejak dini dan terus dilatih selama belajar di sekolah, maka kebiasaan itu akan terbawa sampai mereka dewasa,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan karakter berbasis masjid sejalan dengan visi sekolah dalam membangun generasi entrepreneurship yang unggul, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Karena itu, Masjid Ibrahim di SD MuCES bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat pembentukan karakter dan laboratorium kehidupan yang dipersiapkan untuk menunjang kesuksesan para siswa di masa depan.
Penulis: Suyatno
Editor: Marjoko











