Antusiasme masyarakat terhadap Berkah Fest 2025 terus meningkat. Memasuki hari kedua pelaksanaan, kawasan GOR Kota Pasuruan semakin dipadati pengunjung yang memanfaatkan momentum libur akhir tahun.
Mengusung tema Exotic Nusantara, Berkah Fest 2025 hari kedua menampilkan kesenian tradisional Reog Ponorogo dan Bantengan yang berhasil menarik perhatian warga.
Penampilan seni budaya tersebut dibawakan oleh kelompok Reog Lembu Pratama Budaya asal Kelurahan Wironini, Kota Pasuruan. Atraksi yang energik dan sarat nilai budaya ini disambut meriah oleh pengunjung, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap seni tradisional lokal.
Kehadiran Reog dan Bantengan dalam Berkah Fest 2025 juga menjadi penegasan bahwa Muhammadiyah tidak menafikan keberadaan budaya lokal. Berdasarkan pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah, seni dan budaya pada dasarnya memiliki hukum mubah atau boleh, karena merupakan fitrah manusia sekaligus sarana dakwah.
Selama tidak mengandung unsur kerusakan (fasad), bahaya (dharar), kemaksiatan (isyān), maupun menjauhkan manusia dari Allah SWT, seni budaya dapat diterima secara moderat, kritis, dan proporsional.
Sejak pembukaan resmi oleh Wali Kota Pasuruan pada 24 Desember 2025, rangkaian acara Berkah Fest berlangsung lancar. Cuaca cerah yang menyertai malam pertama hingga malam kedua turut mendukung ramainya panggung hiburan dan aktivitas pengunjung. Ratusan stan UMKM pun terlihat cukup ramai pembeli, meskipun daya beli masyarakat masih berada pada kisaran 20 hingga 50 persen.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Ustaz Abu Nasir, dalam wawancara terpisah mengajak seluruh kader, simpatisan, dan warga Muhammadiyah untuk turut meramaikan Berkah Fest 2025.
“Saya mengajak dan menyerukan kepada bapak ibu pimpinan, warga, dan simpatisan Muhammadiyah monggo dengan bergembira turut mangayubagyo apa yang menjadi gelaran event besar teman-teman PDM, PDA, AMM, dan AUM. Ini adalah upaya bersama untuk bangkit dan menghidupkan ekonomi kita serta masyarakat luas, agar eksistensi Muhammadiyah dan kontribusinya semakin nyata bagi Pemerintah Kota dan pembangunan Pasuruan sebagai MADINA: Maju ekonominya, Indah kotanya, dan Harmoni warganya,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan semacam ini, harkat, martabat, dan marwah Muhammadiyah akan semakin terangkat. “Dengan begitu, Muhammadiyah sejajar dengan elemen lainnya dan pemerintah akan mengapresiasi kerja-kerja konkret yang kita lakukan,” tambahnya.
Berkah Fest 2025 merupakan agenda besar yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Kota Pasuruan bersama LazisMu, dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026.
Kegiatan ini berlangsung mulai 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, menghadirkan beragam lomba, hiburan rakyat, serta ratusan stan UMKM yang menawarkan produk kuliner, kerajinan, dan kebutuhan sehari-hari. Keberagaman acara tersebut menjadikan Berkah Fest 2025 sebagai salah satu magnet hiburan dan penggerak ekonomi masyarakat Kota Pasuruan.










