• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Dilempari Batu di Kampung Halaman, Ini Respons Mengejutkan Rasulullah!

Nur Yasin oleh Nur Yasin
11 bulan yang lalu
in Kabar
0
6
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Thaif, sebuah kota yang terletak sekitar 80 kilometer sebelah timur Makkah, menyimpan kisah mendalam dalam perjalanan hidup Rasulullah Muhammad ﷺ. Kota yang kini dikenal sebagai destinasi ziyarah atau city tour oleh para jamaah haji dan umrah ini, ternyata memiliki keterkaitan erat dengan masa kecil sang Nabi. Ketika masih balita, Rasulullah diasuh oleh Halimah As-Sa’diyah, seorang wanita mulia yang berasal dari kabilah Sa’diyah yang tinggal di wilayah Thaif. Artinya, Thaif bukanlah tempat asing bagi Rasulullah. Bahkan bisa dikatakan, saat beliau datang berdakwah ke kota itu, sejatinya beliau tengah “pulang kampung”.

Namun, perjalanan ke Thaif bukan sekadar kunjungan nostalgia. Ketika Makkah menutup pintu terhadap dakwah Islam, Thaif menjadi harapan baru bagi Rasulullah untuk menyebarkan risalah tauhid. Tetapi harapan itu disambut dengan penolakan pahit. Para pembesar Thaif bukan hanya menolak dakwah Rasulullah, mereka juga menghasut penduduk kota untuk mengusir beliau. Rasulullah dilempari batu hingga darah mengucur dari tubuh mulianya. Beliau terpaksa berlindung di kebun milik Utbah dan Syaibah, dua bersaudara dari Makkah yang kala itu tengah berada di Thaif.

Dalam keadaan lelah dan luka, datanglah Malaikat Jibril menawarkan pembalasan. Jibril menyampaikan bahwa Allah memberikan izin untuk membalikkan dua gunung yang mengapit kota Thaif agar seluruh penduduknya binasa. Sebuah tawaran yang sangat manusiawi untuk diterima, terlebih setelah menerima perlakuan begitu keji. Tetapi Rasulullah, dengan kasih sayang yang luar biasa, menolak tawaran itu. Beliau justru mendoakan agar dari anak keturunan penduduk Thaif akan lahir generasi yang beriman dan memperjuangkan Islam.

Doa itu bukan sekadar harapan kosong. Bertahun-tahun kemudian, Thaif justru menjadi salah satu benteng kuat Islam. Banyak tokoh-tokoh besar lahir dari kota itu. Penduduknya memeluk Islam secara sukarela dan menjadi bagian penting dari kekuatan umat. Apa yang dahulu ditolak dengan batu, akhirnya tumbuh menjadi taman iman yang subur.

Related Post

Bahlil jadi lagu bank: pujian ironis yang bikin publik hafal rima, bukan kebijakan. (Ilustrasi: AI)

Lagu Viral Mas Bahlil Versi Nama nama Bank

3 Juni 2026
Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

3 Juni 2026

Presiden Copot Kepala BGN: Harapan Baru Bagi Pelajar

3 Juni 2026

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026

Kisah Rasulullah di Thaif mengandung pelajaran besar bagi siapa pun yang tengah berjuang membawa perubahan. Bahwa menjual gagasan, menawarkan kebenaran, atau menyampaikan sesuatu yang baru, bahkan di lingkungan sendiri atau kampung halaman, tidak selalu diterima dengan tangan terbuka. Penolakan, cacian, bahkan kekerasan bisa menjadi bagian dari proses dakwah dan perjuangan. Namun, respon Rasulullah yang penuh kasih sayang, kesabaran, dan visi jauh ke depan adalah teladan abadi bagi umat manusia.

Hari ini, para jamaah yang berziyarah ke Thaif bukan hanya menyusuri jejak fisik Rasulullah, tetapi juga mengenang dan memetik hikmah dari episode mulia ini. Thaif bukan lagi kota yang menolak, tapi telah menjadi kota kenangan akan keteguhan hati, kesabaran dalam dakwah, dan keyakinan bahwa kebaikan akan tumbuh meski dari tanah yang awalnya menolak.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Share2Tweet2Share
Nur Yasin

Nur Yasin

Related Posts

Bahlil jadi lagu bank: pujian ironis yang bikin publik hafal rima, bukan kebijakan. (Ilustrasi: AI)
Opini

Lagu Viral Mas Bahlil Versi Nama nama Bank

oleh Nashrul Muminin
3 Juni 2026
Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kajian

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

oleh Suharsono
3 Juni 2026
Image IPM
Opini

Presiden Copot Kepala BGN: Harapan Baru Bagi Pelajar

oleh Wildan Miftahul Ilmi
3 Juni 2026
Next Post
Image: Made by AI

Rahasia Adzan: Panggilan Cinta dan Keberuntungan dari Allah yang Sering Terabaikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Bahlil jadi lagu bank: pujian ironis yang bikin publik hafal rima, bukan kebijakan. (Ilustrasi: AI)

Lagu Viral Mas Bahlil Versi Nama nama Bank

3 Juni 2026
Iman adalah jangkar jiwa, saat sabar hilang, bahtera rumah tangga akan karam. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Menjaga Nahkoda Iman di Tengah Badai Takdir

3 Juni 2026
Image IPM

Presiden Copot Kepala BGN: Harapan Baru Bagi Pelajar

3 Juni 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan