• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Chef Ariyanto Ilham: Ketahanan Pangan Dimulai dari Meja Makan Keluarga

Marjoko oleh Marjoko
11 bulan yang lalu
in Kabar
0
7
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 29 Juni 2025 — Dalam sebuah sesi inspiratif Milad ‘Aisyiyah ke 108 Tahun, yang membahas ketahanan pangan dan pentingnya pola makan sehat, Chef Ariyanto Ilham, sosok yang pernah dipercaya sebagai juru masak keluarga kerajaan Brunei Darussalam, termasuk untuk Sultan Hassanal Bolkiah, memberikan pandangan mendalam tentang kebiasaan makan masyarakat Indonesia dan perlunya kembali ke akar budaya kuliner nusantara.

Chef Ariyanto menyoroti fenomena umum di masyarakat Indonesia yang menganggap belum makan jika belum mengonsumsi nasi. “Padahal sudah sarapan dengan roti atau kentang, tetap merasa belum makan. Ini adalah persepsi yang perlu kita benahi. Nenek moyang kita dulu sangat kreatif dalam mengolah makanan alternatif selain nasi, seperti singkong, ketela, jagung, dan umbi-umbian lainnya,” ujar Chef Arianto. Ia menegaskan bahwa diversifikasi pangan lokal adalah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh, Chef Ariyanto mengajak masyarakat untuk memperhatikan kandungan gizi dalam setiap sajian di meja makan. Menurutnya, lauk sehat seperti ikan, ayam, dan telur sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan seluruh anggota keluarga. “Sayur-sayuran juga harus menjadi bagian utama dari menu harian, karena manfaatnya bagi metabolisme tubuh sangat besar. Sayangnya, banyak anak-anak yang justru tidak dikenalkan sejak dini pada sayur,” imbuhnya.

Chef Arianto juga mengangkat ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pola makan. Beliau menuturkan bahwa Rasulullah menganjurkan untuk mengurangi konsumsi daging merah dan memperbanyak konsumsi ikan. “Menariknya, sekarang banyak orang bule (non-Muslim) yang justru mulai meniru gaya hidup Nabi, mereka memulai makan dengan buah-buahan dan sayuran, baru kemudian ke makanan utama. Ini sejalan dengan prinsip gizi modern,” jelasnya.

Related Post

Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

30 Mei 2026
Tahsin Al-Qur'an Ibu-Ibu Jamaah Masjid Al-Ukhuwah

Ibu-Ibu Jamaah Masjid Al Ukhuwah Aktif Tahsin Al-Qur’an dan Hidupkan Kebersamaan Jamaah

19 Mei 2026

Digerakkan Jamaah Ibu-Ibu, ‘Sarapan Bareng’ Al-Ukhuwah Hadir tanpa Dana Kas Masjid

3 Mei 2026 - Updated On 4 Mei 2026

KURMA Edisi April 2026: Visionary and Inspiring Teaching

1 Mei 2026

Tidak hanya soal menu, Chef Ariyanto juga membahas pentingnya cara pengolahan dan penyimpanan makanan yang benar. Ia memberikan berbagai tips praktis, mulai dari menghindari penggunaan minyak berlebihan hingga bagaimana menyimpan sayur dan lauk agar tetap segar dan tidak cepat basi. “Makanan yang berminyak berlebih memang enak, tetapi bisa menjadi sumber berbagai penyakit seperti kolesterol, darah tinggi, dan gangguan pencernaan. Kita harus mulai mengedukasi diri untuk mengurangi kebiasaan tersebut,” ujarnya.

Sesi tersebut ditutup dengan pesan penting dari Chef Ariyanto bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga pola konsumsi yang sehat, beragam, dan berbasis lokal. “Ketahanan pangan itu dimulai dari meja makan keluarga. Kalau kita mampu menyediakan makanan sehat dan bergizi dari dapur sendiri, maka kita sudah berkontribusi besar terhadap kesehatan masyarakat dan stabilitas pangan nasional,” pungkasnya.

Melalui pemaparan yang ringan namun berbobot, Chef Ariyanto berhasil menginspirasi banyak orang untuk kembali mencintai bahan pangan lokal, memahami sunnah dalam makan, serta membangun budaya konsumsi sehat yang berkelanjutan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Aisyiyahketahanan panganmilad
Share3Tweet2Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

Profesionalisme pendidik dibangun melalui keteladanan, pengelolaan emosi, pembelajaran berkelanjutan, dan komunikasi sehat. (foto: Nurul Waridah/pasmu.id)
Kabar

KURMA Edisi Mei 2026: Profesionalisme Aktor Pendidikan dalam Sikap, Peran, dan Keteladanan

oleh Nurul Mawaridah
30 Mei 2026
Tahsin Al-Qur'an Ibu-Ibu Jamaah Masjid Al-Ukhuwah
Kabar

Ibu-Ibu Jamaah Masjid Al Ukhuwah Aktif Tahsin Al-Qur’an dan Hidupkan Kebersamaan Jamaah

oleh Royce Diana Sari
19 Mei 2026
Program 'Sarapan bareng' Masjid Al-Ukhuwah
Kabar

Digerakkan Jamaah Ibu-Ibu, ‘Sarapan Bareng’ Al-Ukhuwah Hadir tanpa Dana Kas Masjid

oleh Yogi Arfan
3 Mei 2026 - Updated On 4 Mei 2026
Next Post

Emilis Setyowati Ungkap Peran Aisyiyah Hadapi TBC, UMKM Lesu, hingga Krisis Pangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan