Kegiatan Kajian Ukhuwah Rutin Milenial Aisyiyah (KURMA) edisi April 2026 kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para pendidik untuk bertumbuh dan saling menguatkan. Mengusung tema “Visionary and Inspiring Teaching”, kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Kamis, 30 April 2026 pukul 19.00–20.00 WIB dan diikuti oleh 14 peserta dari berbagai latar belakang pendidik yang antusias meningkatkan kualitas diri.
Menghadirkan narasumber Nurul Mawaridah, M.Pd, yang juga dikenal sebagai guru berprestasi, kegiatan ini menjadi momentum berbagi praktik baik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Dalam pemaparannya, narasumber tidak hanya menyampaikan konsep, tetapi juga berbagi pengalaman nyata meraih Juara 1 Lomba Guru Berprestasi, yang menjadi daya tarik utama bagi peserta.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar mengenai pentingnya peran guru sebagai agen perubahan di era yang terus berkembang. Narasumber menekankan bahwa guru saat ini tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga harus mampu menjadi sosok yang visioner, adaptif, dan inspiratif dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21.
Sesi inti diisi dengan pemaparan praktik baik yang telah dilakukan narasumber selama menjalankan tugas sebagai pendidik. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bagaimana membangun portofolio digital sebagai rekam jejak profesional guru. Portofolio ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai media untuk menunjukkan kompetensi, inovasi, serta dampak nyata dari pembelajaran yang telah dilakukan.
Selain itu, narasumber juga membagikan berbagai tips dan trik meraih prestasi, mulai dari strategi memilih lomba yang sesuai, menyusun karya yang kuat secara substansi, hingga teknik presentasi yang menarik dan meyakinkan. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten, reflektif, dan penuh semangat belajar.
Tidak kalah menarik, sesi ini juga mengupas tentang inovasi pembelajaran yang telah diimplementasikan di kelas. Narasumber menunjukkan bagaimana ide sederhana dapat dikembangkan menjadi program yang berdampak, seperti integrasi teknologi digital, penguatan kearifan lokal, hingga pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid. Hal ini memberikan gambaran konkret kepada peserta bahwa inovasi tidak harus rumit, tetapi harus relevan dan bermakna.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang belajar bersama seperti KURMA sangat penting untuk terus dihadirkan.
Di akhir sesi, narasumber memberikan pesan reflektif bahwa setiap guru memiliki potensi untuk menjadi inspirasi, selama memiliki kemauan untuk terus belajar, berinovasi, dan berani mencoba hal baru. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga pembentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.
Meskipun diikuti oleh jumlah peserta yang relatif kecil, yakni 14 orang, kegiatan ini berlangsung dengan penuh makna dan kedalaman diskusi. Justru dengan jumlah peserta yang terbatas, interaksi menjadi lebih intens dan personal, sehingga setiap peserta mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal.
Kegiatan KURMA edisi April 2026 ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas diri. Melalui berbagi praktik baik, penguatan jejaring, dan inspirasi yang berkelanjutan, diharapkan lahir lebih banyak guru yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga visioner dan menginspirasi.
Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, KURMA hadir sebagai ruang bertumbuh bagi para pendidik untuk bersama-sama mengambil peran dalam menciptakan perubahan positif di dunia pendidikan.













