Kabar duka menyelimuti keluarga besar Aisyiyah Kota Pasuruan. Wahyu Kusna Hari (Bu Edi), Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan periode 2022–2027, wafat pada Rabu, 22 April 2026 pukul 04.10 WIB di RSUD Bangil. Informasi kepergian beliau dengan cepat tersebar di berbagai grup koordinasi kader Aisyiyah di wilayah Kota Pasuruan.
Kepergian Bu Edi meninggalkan duka mendalam, terutama bagi para kader yang selama ini mengenal dedikasi dan kiprahnya di bidang kesehatan sosial. Sosoknya dikenal aktif berada di garis depan dalam menggerakkan semangat ta’awun (tolong-menolong), khususnya dalam membantu kaum duafa dan anak yatim di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Pimpinan Cabang Aisyiyah Purwprejo, Royce Diana, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Ia mengenang Bu Edi sebagai sosok pejuang tangguh yang tanpa lelah mengabdikan diri untuk kemajuan organisasi.
“Beliau adalah pejuang luar biasa di bidang kesehatan sosial, terutama dalam persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Selama menjabat sebagai Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial, beliau berada di garda terdepan dalam menggalang semangat berbagi kepada sesama,” ungkap Royce.
Royce juga menuturkan bahwa dedikasi Bu Edi tidak hanya terlihat dari program-program yang dijalankan, tetapi juga dari ketulusan dan keikhlasan dalam setiap langkah perjuangannya. Bahkan, beberapa hari sebelum dirawat di rumah sakit, almarhumah masih aktif berdiskusi terkait pengelolaan infaq Ramadan di tingkat PCA Purworejo, dalam kondisi yang tampak sehat dan penuh semangat.
“Saya pernah mengatakan kepada beliau, ‘Bu Edi, njenengan masuk surga insyaAllah. Saya ingin seperti njenengan, semua yang njenengan kerjakan tanpa pamrih sedikit pun.’ Itu adalah bentuk kekaguman saya atas keikhlasan beliau,” tambahnya.
Lebih lanjut, Royce mengungkapkan bahwa sosok Bu Edi memiliki tempat yang sangat istimewa, bahkan setelah dirinya melanjutkan estafet kepemimpinan di PCA Purworejo.
“Saya menggantikan beliau sebagai ketua PCA Purworejo, tetapi dalam setiap kesempatan saya selalu mengatakan bahwa ketua tetap Bu Edi. Saya hanya meneruskan perjuangan beliau,” tuturnya.
Kepergian Wahyu Kusna Hari (Bu Edi) menjadi kehilangan besar bagi Aisyiyah Kota Pasuruan. Dedikasi, keteladanan, serta semangat pengabdiannya diharapkan dapat terus menginspirasi para kader untuk melanjutkan perjuangan dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kami dari segenap Redaksi Pasmu menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Ibu Wahyu Kusna Hari. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kami juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Aamiin.











