• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

“Soal Ikhlas ternyata Aku masih Amatir,” Pergulatan untuk Menerima Takdir Lewat Lagu Sesi Potret

Yogi Arfan oleh Yogi Arfan
25 detik yang lalu
in Opini
0
Sesi Potret/eńau feat. Ari Lesmana

Sesi Potret/eńau feat. Ari Lesmana

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

“Soal ikhlas ternyata aku masih amatir.”

Sepenggal lirik dari lagu Sesi Potret ini belakangan begitu menyentuh hati banyak orang. Bukan karena kata-katanya yang rumit, melainkan karena ia mewakili perasaan yang mungkin pernah dialami hampir setiap manusia, kehilangan orang yang sangat dicintai.

Lagu tersebut mengisahkan seseorang yang terlalu sibuk mengejar nafkah hingga berkali-kali menunda kepulangan. Selalu ada alasan, pekerjaan belum selesai, rezeki belum cukup, atau waktu yang belum tepat. Hingga suatu hari ia benar-benar pulang, membawa harapan dan buah tangan. Namun, rumah yang dituju tak lagi sama. Sosok yang selama ini menunggu di depan pintu telah lebih dahulu “pulang” kepada Allah Swt.

Penyesalan pun tak lagi bisa diulang. Rumah yang dulu penuh canda kini hanya menyisakan kenangan. Foto keluarga terasa berbeda karena ada satu wajah yang tak lagi berada di sana. Rindu yang dahulu bisa ditebus dengan perjalanan, kini menjadi rindu yang tak mungkin lagi dipertemukan di dunia.

Related Post

Lagu viral sederhana jadi ruang kreativitas, hiburan, dan pemersatu generasi di era digital. (Ilustrasi: AI)

Misteri Lagu Viral Eh eh, sekedung keding, pak dungding, dungpak dungking !

15 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

14 Juli 2026

Sambut Tahun Ajaran Baru, Ustaz Abu Nasir Sampaikan Pesan kepada Guru Muhammadiyah Kota Pasuruan

12 Juli 2026

PDM Kota Pasuruan Gelar Workshop, Dorong Masjid Jadi Pembinaan Anak Muda dan Pemberdayaan Umat

12 Juli 2026

Lagu ini seolah mengingatkan kita bahwa kesempatan bersama orang-orang tercinta adalah nikmat yang sering kali baru disadari setelah kehilangannya.

Dalam Islam, kesedihan karena kehilangan bukanlah tanda lemahnya iman. Rasulullah saw. sendiri pernah menangis ketika putra beliau, Ibrahim, wafat. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya mata ini meneteskan air mata dan hati ini bersedih. Namun kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kami.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa menangis adalah fitrah manusia. Yang dilarang bukanlah air matanya, melainkan sikap menolak ketentuan Allah atau berputus asa atas takdir-Nya.

Allah Swt. juga telah mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Cepat atau lambat, setiap pertemuan akan berakhir dengan perpisahan. Karena itu, ikhlas bukan berarti tidak lagi merasa sedih, tetapi menerima bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah yang suatu saat akan kembali kepada-Nya.

Saat musibah datang, Allah mengajarkan doa yang begitu agung:

“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.”
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.” (QS. Al-Baqarah: 156).

Kalimat ini bukan sekadar ucapan belasungkawa, tetapi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Orang yang kita cintai tidak benar-benar hilang, melainkan lebih dahulu menempuh perjalanan menuju kampung akhirat.

Karena itu, kerinduan kepada mereka hendaknya tidak berhenti pada tangisan. Islam mengajarkan cara mencintai yang tetap hidup meski telah dipisahkan kematian, yakni dengan memperbanyak doa, bersedekah atas nama mereka, menyambung silaturahmi yang dahulu mereka jaga, serta menghadiahkan amal saleh agar pahalanya terus mengalir.

Barangkali benar, bagi banyak orang ikhlas memang masih terasa “amatir”. Namun selama hati terus belajar menerima takdir Allah dan lisan tidak pernah berhenti mendoakan mereka yang telah mendahului, maka di situlah ikhlas sedang bertumbuh.

Sebelum penyesalan datang, mari luangkan waktu untuk pulang, memeluk orang tua, menghubungi keluarga, dan mengucapkan rasa sayang kepada mereka yang masih Allah titipkan kepada kita. Sebab kita tidak pernah tahu, pertemuan hari ini bisa jadi adalah pertemuan yang terakhir.

Semoga Allah Swt. merahmati orang-orang yang telah mendahului kita, melapangkan kuburnya, mengampuni dosa-dosanya, serta kelak mempertemukan kembali kita bersama mereka di surga-Nya. Āmīn.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: dakwahislamlagumuhammadiyah
ShareTweetShare
Yogi Arfan

Yogi Arfan

Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?

Related Posts

Lagu viral sederhana jadi ruang kreativitas, hiburan, dan pemersatu generasi di era digital. (Ilustrasi: AI)
Opini

Misteri Lagu Viral Eh eh, sekedung keding, pak dungding, dungpak dungking !

oleh Nashrul Muminin
15 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu
Kabar

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

oleh Firnas Muttaqin
14 Juli 2026
Ustaz Abu Nasir - Ketua PDM Kota Pasuruan
Kabar

Sambut Tahun Ajaran Baru, Ustaz Abu Nasir Sampaikan Pesan kepada Guru Muhammadiyah Kota Pasuruan

oleh Yogi Arfan
12 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pembukaan MPLS SD Al Kautsar Kota Pasuruan berlangsung meriah, dihadiri Wali Kota yang mengantarkan putrinya. (Foto: Marjoko/pasmu.id)

SD Al Kautsar Kota Pasuruan Resmi Buka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Wali Kota dan Bunda Wali Kota Antar Putri Ketiga di Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026
Almarhumah Hj. Siti Fatimah

Duka Jamaah Perempuan Masjid Baiturrahman, Satu per Satu Ibu-Ibu Teladan Berpulang

9 Juli 2026
MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Pasuruan melepas generasi berprestasi menuju masa depan gemilang.

MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Kota Pasuruan Melepas Generasi Berprestasi Menyongsong Masa Depan Gemilang

21 Juni 2026
Ustaz Abu Nasir memimpin rapat pembentukan Tim Pendirian Klinik SehatMu di Aula KH Ahmad Dahlan (14/07)/PasMu

PDM Kota Pasuruan akan Bangun Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah ‘SehatMu’, Target Operasi Awal Tahun 2027

14 Juli 2026
Sesi Potret/eńau feat. Ari Lesmana

“Soal Ikhlas ternyata Aku masih Amatir,” Pergulatan untuk Menerima Takdir Lewat Lagu Sesi Potret

17 Juli 2026
MPLS SD MuCES kenalkan wayang, tanamkan nilai kepemimpinan, kejujuran, dan cinta budaya sejak hari pertama. (Foto: Suyatno/pasmu.id)

MPLS SD MuCES Kenalkan Budaya Wayang, Tanamkan Karakter dan Jiwa Entrepreneurship Sejak Dini

17 Juli 2026
SD MuCES bekali siswa berpikir kritis, mandiri, inovatif, dan berjiwa wirausaha sejak dini. (Foto: Suyatno/pasmu.id)

SD MuCES Bekali Siswa dengan Karakter Kreatif dan Jiwa Entrepreneurship

17 Juli 2026
Lagu viral sederhana jadi ruang kreativitas, hiburan, dan pemersatu generasi di era digital. (Ilustrasi: AI)

Misteri Lagu Viral Eh eh, sekedung keding, pak dungding, dungpak dungking !

15 Juli 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan