• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Nasi Kambing dan Al-Qur’an Wakaf: Dua Kejutan Tak Terlupakan di Tanah Suci!

Nur Yasin oleh Nur Yasin
11 bulan yang lalu
in Opini
0
11
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Makkah, Sabtu 28 Juni 2025 — Pagi itu, setelah menuntaskan tahallul, semangat untuk kembali menyatu dengan hiruk pikuk di sekitar Ka’bah begitu membara. Sebagai jemaah yang masih awam, dia mencoba masuk kembali ke area dekat Mathaf, tepatnya di lantai dasar tempat tawaf. Namun, tanpa disadari, langkah kaki ini justru membawa dia ke lantai dua, sebuah tingkatan yang tak kalah ramai namun terasa asing bagi dia.

Kelelahan mulai merayap. Setelah sekian lama beribadah dan menempuh perjalanan, tubuh butuh istirahat. Namun, menemukan tempat yang nyaman untuk sejenak melepas lelah rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Setiap kali dia mencoba berhenti, teriakan “thoriq-thoriq” (minggir-minggir) terdengar. Dia mencoba bergeser, mencari celah di antara lautan manusia, tetapi di mana pun dia berhenti, suara serupa kembali menghampiri. Ini adalah pengingat betapa padatnya area tawaf, dan betapa pentingnya menjaga kelancaran aliran jemaah di sana.

Waktu terus berjalan, dan perut mulai meronta. Rasa lapar tak bisa lagi ditoleransi. Di tengah kebingungan mencari warung makan, dia bersyukur bertemu dengan seorang petugas haji asal Indonesia. Dengan ramah, beliau menunjuk ke arah gedung dekat WC 3. Harapan akan hidangan lezat langsung membumbung tinggi. Namun, setibanya di sana, lantai dasar hanya menjajakan kurma dan sejenisnya. “Tidak apa-apa, yang penting perut terisi,” gumam dia, mencoba menenangkan diri. Dalam kondisi demikian, kebutuhan dasar menjadi prioritas utama, bahkan jika itu berarti hanya mengonsumsi kurma untuk sementara waktu.

Jam terus berputar, dan baru setelah salat Jumat, keberuntungan berpihak. Di lantai tiga, dia akhirnya menemukan warung makan. Pilihan jatuh pada nasi kambing, membayangkan kelezatannya setelah menahan lapar sekian lama. Namun, ada “makanan kaget” lain yang menanti. Ketika hendak membayar, harganya ternyata 40 riyal, jauh dari perkiraan awal dia yang hanya 10 riyal. Sebuah kejutan yang cukup menguras dompet di tengah suasana ibadah. Ini adalah pelajaran penting tentang pentingnya mencari tahu harga terlebih dahulu, terutama di tempat yang baru dikunjungi, agar tidak terkejut di kemudian hari.

Related Post

Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

Kejutan dengan angka 40 riyal ini ternyata bukan yang terakhir. Di lain waktu, saat kembali ke hotel, terdengar suara “wakaf-wakaf” bersahutan. Spontan, dia mengambil Al-Qur’an besar yang ditawarkan, mengira ini adalah bagian dari sedekah atau wakaf gratis untuk jemaah. Namun, lagi-lagi, dia diminta membayar 40 riyal. Dua kali dalam sehari, angka yang sama memberikan kejutan yang serupa, namun dengan konteks yang berbeda.

Dokumentasi Pribadi : Al Qur’an wakaf yang kami bawa ke kamar hotel

Hikmah dari Catatan Haji: Adaptasi, Kesabaran, dan Peringatan Finansial

Dari rentetan pengalaman “makanan kaget” ini, ada beberapa hikmah yang dapat dipetik selama perjalanan suci ini:

  1. Hikmah Adaptasi dan Kesabaran: Pengalaman terhenti karena “thoriq-thoriq” mengajarkan pentingnya adaptasi dan kesabaran di tengah keramaian. Di Tanah Suci, segalanya serba dinamis dan seringkali tidak berjalan sesuai rencana. Kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada, serta kesabaran dalam menghadapi antrean, keterbatasan tempat, atau bahkan arahan dari petugas, adalah kunci untuk menjalani ibadah dengan tenang.
  2. Hikmah Kebutuhan Dasar dan Prioritas: Saat perut keroncongan dan hanya ada kurma, dia belajar tentang pentingnya memenuhi kebutuhan dasar terlebih dahulu. Terkadang, ekspektasi akan makanan yang mewah harus dikesampingkan demi keberlangsungan ibadah. Ini mengajarkan dia untuk tidak terlalu terpaku pada keinginan, melainkan memprioritaskan apa yang benar-benar dibutuhkan.
  3. Hikmah Peringatan Finansial dan Kewaspadaan: Dua kali kejutan dengan angka 40 riyal menjadi peringatan finansial yang signifikan. Pengalaman nasi kambing yang lebih mahal dari perkiraan mengajarkan pentingnya bertanya dan memastikan harga sebelum membeli, terutama di tempat asing. Sementara itu, insiden Al-Qur’an “wakaf” yang ternyata berbayar, menyoroti pentingnya kewaspadaan dan tidak mudah berasumsi. Tidak semua tawaran adalah gratis, dan perlu dikonfirmasi ulang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ini adalah pengingat untuk selalu berhati-hati dan teliti dalam setiap transaksi.

Setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang mengejutkan, di Tanah Suci adalah bagian dari proses pendewasaan spiritual. Momen “makanan kaget” ini, meski awalnya bikin terkesiap, justru menjadi pelajaran berharga yang akan selalu teringat. Semoga setiap jemaah dapat mengambil hikmah dari setiap liku perjalanan, demi haji yang mabrur dan penuh berkah.

Wallahu a’lam.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Share4Tweet3Share1
Nur Yasin

Nur Yasin

Related Posts

Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)
Cerpen

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

oleh Suharsono
1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)
Opini

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

oleh Nashrul Muminin
1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)
Opini

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

oleh Dary Yumna Joesi
1 Juni 2026
Next Post

Ustaz Abu Nasir Ungkap Rahasia Umar bin Khattab: Asal Usul Kalender Hijriah dan Tantangan Muhammadiyah Melawan Kemustahilan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan