• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Menjadi Santri Adalah Kenangan, Mengabdi Adalah Jalan Pulang

Nashrul Muminin oleh Nashrul Muminin
16 detik yang lalu
in Opini
0
Hari Santri mengenang pesantren; ilmu diamalkan, akhlak dibina, semangat mengabdi kepada bangsa dan negeri hidup

Hari Santri mengenang pesantren; ilmu diamalkan, akhlak dibina, semangat mengabdi kepada bangsa dan negeri hidup

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Bagi saya, 22 Oktober adalah ruang untuk membuka kembali kenangan tentang kehidupan pesantren: tentang kesederhanaan, perjuangan menuntut ilmu, kedisiplinan, persaudaraan, dan doa-doa yang diam-diam membentuk diri menjadi lebih dewasa.

Saya pernah menjadi bagian dari kehidupan itu. Menjadi santri mengajarkan bahwa ilmu tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus diamalkan; nasihat tidak cukup hanya didengar, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku. Ada masa ketika rindu rumah harus ditahan, lelah harus dilawan, dan keinginan pribadi harus belajar berdamai dengan aturan. Dari situlah saya memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan, melainkan juga tentang kesanggupan menata hati dan memperbaiki akhlak.

Allah Swt. berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 122:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Related Post

No Content Available

“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”

Ayat ini mengingatkan saya bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan pesantren. Ilmu justru menemukan maknanya ketika dibawa kembali ke tengah masyarakat, diajarkan, dan digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan.

Rasulullah saw. juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699).

Kini, ketika Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, saya menyadari bahwa menjadi santri bukan sekadar identitas masa lalu. Nilai-nilainya adalah bekal untuk menjalani masa depan: berilmu, berakhlak, berakar pada tradisi, dan berani berinovasi.

Selamat Hari Santri Nasional 2026. Untuk setiap kenangan yang pernah membentuk diri, untuk setiap guru yang menanamkan ilmu, dan untuk setiap doa yang mengiringi perjalanan, terima kasih. Mungkin masa menjadi santri telah berlalu, tetapi semangat kesantrian harus tetap hidup—dalam pikiran, perkataan, karya, dan pengabdian kepada negeri.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: 22OktoberBangsaMenjadiSantriHariSantriNasionalSantriHebat
ShareTweetShare
Nashrul Muminin

Nashrul Muminin

Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Ibunda hadir di nobar film Istimewa SD Al Kautsar

Siswa Kelas 1 dan 2 SD Al Kautsar Kota Pasuruan Nobar Film Istimewa, Wali Kota dan Bunda Wali Kota Turut Hadir

6 Oktober 2026

Satu Peristiwa, Ribuan Hikmah: Inilah Mengapa Hijrah Nabi Menjadi Awal Kalender Islam!

24 Juni 2025 - Updated On 25 Juni 2025
Ustaz Rifky dan Gus Aziz ajak takmir Al-Ukhuwah dan Lazismu berkeliling pembangunan Pondok Rimba/Pasmu.id

Masjid Al-Ukhuwah dan Lazismu Silaturahmi ke Pondok Rimba Kasembon, Bertemu Ustaz Rifky dan Gus Aziz

8 Oktober 2026
Foto bersama Ketua PDM Kota Pasuruan beserta jajaran, Kepala SD Al Kautsar Pasuruan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Siti Rochana, Hanif Asyhar, dan aktor M. Cholidi Asadil Alam dalam kegiatan Seminar Parenting bertema “Anak Kebanggaan: Tumbuh Islami, Berprestasi, Bermanfaat” di Hall Hotel Ascent Premiere (foto: pasmu.id)

Aktor Ketika Cinta Bertasbih, Bahas Pengasuhan Islami di Tengah Tantangan Digital

10 Oktober 2026
Hari Santri mengenang pesantren; ilmu diamalkan, akhlak dibina, semangat mengabdi kepada bangsa dan negeri hidup

Menjadi Santri Adalah Kenangan, Mengabdi Adalah Jalan Pulang

22 Oktober 2026

Matangkan Program Day Care Lansia Mentari, PCA Purworejo Gandeng Masjid Al-Ukhuwah

21 Oktober 2026

Pererat Ukhuwah Islamiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Pemuda LDII Kota Pasuruan Gelar Fun Match Futsal

20 Oktober 2026
Kasih sayang tanpa batasan dapat membenarkan kesalahan. Didik anak dengan empati, ketegasan, dan tanggung jawab sejak dini

Jangan Tunggu Anak Menjadi Monster untuk Mengajarinya Batasan

20 Oktober 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan