Pasuruan – SD Al Kautsar Kota Pasuruan menggelar Seminar Parenting bertema “Anak Kebanggaan: Tumbuh Islami, Berprestasi, Bermanfaat” pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang mengangkat subtema Strategi Pengasuhan Islami untuk Orang Tua di Tengah Tantangan Digital 2026 ini berlangsung mulai pukul 07.30 WIB di Hall Hotel Ascent Premiere, Jl. Jend. A. Yani No. 45–47, Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Seminar dihadiri para orang tua wali murid. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Siti Rochana, S.T., M.Si. Dua narasumber yang tampil adalah Hanif Asyhar, M.Pd., C.H., C.Ht., praktisi parenting nasional, konsultan pendidikan, dan penulis buku, serta aktor M. Cholidi Asadil Alam, yang dikenal lewat perannya sebagai Azzam dalam film Ketika Cinta Bertasbih.
Dalam sambutannya, Kepala SD Al Kautsar Pasuruan, Mustakin, S.Pd.I., S.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.
“Anak adalah amanah dari Allah SWT sekaligus penyejuk hati bagi setiap orang tua. Mendidik mereka menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama adalah tanggung jawab bersama. Sekolah hanya mendampingi, sedangkan pendidikan utama tetap berawal dari rumah. Karena itu, kami berharap seminar ini menjadi bekal bagi Bapak dan Ibu dalam mendampingi putra-putri kita menghadapi tantangan zaman digital,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang hadir dan kepada para narasumber. “Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita dalam mendidik anak-anak menjadi generasi yang shalih dan shalihah,” tambahnya.
Pada sesi pertama, Hanif Asyhar menekankan pentingnya membentuk generasi yang tangguh, baik secara fisik maupun ekonomi.
“Secara fisik dan ekonomi, kita harus menciptakan generasi yang tangguh, seperti Abdurrahman bin Auf dan para sahabat Nabi yang kuat secara fisik. Mereka juga dikenal sebagai pribadi yang banyak bersyukur,” ujarnya.
Menurutnya, orang tua perlu menanamkan keteladanan para sahabat sejak dini agar anak tumbuh mandiri, kuat, dan tidak mudah goyah menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus digital. Rasa syukur, lanjutnya, menjadi fondasi karakter yang membuat anak lebih tenang dan tidak mudah terjebak pada hal-hal yang merugikan.
Tak kalah menarik, materi dari M. Cholidi Asadil Alam yang menyampaikan bahwa parenting Islami tidak cukup hanya mengandalkan praktik pengasuhan semata.
“Parenting Islami tidak hanya mengandalkan praktik. Doa kedua orang tua punya peran yang sangat besar dalam kesuksesan anak,” tuturnya.
Untuk menguatkan pesannya, ia berbagi pengalaman pribadi. Ia mengungkapkan bahwa saat proses casting peran Azzam, terdapat sekitar 4.000 peserta yang mengikuti seleksi, dan hanya satu orang yang terpilih, yaitu dirinya. Ia meyakini keberhasilan itu tidak lepas dari doa kedua orang tuanya. Hal yang sama, katanya, berlaku pada penghargaan Indonesia Movie Award tahun 2010 yang ia raih.
“Semua itu, salah satunya, berkat doa kedua orang tua,” ungkapnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti seminar hingga selesai. Melalui kegiatan ini, SD Al Kautsar Kota Pasuruan berharap para orang tua semakin siap membimbing anak menjadi generasi yang shalih dan shalihah, berprestasi, serta bermanfaat bagi sesama.
Repoter: Yogi dan Marjoko pasmu.id











