• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Manchester United Tumbang di Old Trafford: Ketika Dominasi City Terasa Seperti Deja Vu

PasMu Media oleh PasMu Media
29 detik yang lalu
in Opini
0
Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford meski bermain sepuluh orang sejak menit 23

Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford meski bermain sepuluh orang sejak menit 23

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Malam tadi di Old Trafford seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Manchester United. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: panggung itu kembali berubah menjadi monumen kekecewaan. Dalam lanjutan Premier League matchday ke-4, Manchester City keluar sebagai pemenang derby kota melalui gol tunggal Erling Haaland pada menit ke-60. Skor 1-0 mungkin terlihat tipis, tetapi secara permainan, jarak antara kedua tim terasa jauh lebih lebar.

Yang membuat kekalahan ini terasa semakin pahit adalah fakta bahwa City bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-23. Keunggulan jumlah pemain seharusnya menjadi momentum bagi United untuk menguasai pertandingan, menekan, dan menciptakan peluang. Nyatanya, The Reds tampak kehilangan arah. Alih-alih memanfaatkan situasi, mereka justru menunjukkan kerapuhan mental dan taktis yang sudah terlalu sering kita lihat dalam beberapa musim terakhir.

Dominasi yang Bukan Lagi Kebetulan

Konsistensi Manchester City dalam derby ini bukan lagi sekadar kebetulan. Di bawah asuhan Enzo Maresca — sosok yang tampaknya berhasil melanjutkan filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan pressing terstruktur — The Citizen tampil lebih tenang, lebih disiplin, dan lebih dewasa. Bahkan dengan satu pemain kurang, mereka mampu menjaga struktur, mematikan ruang, dan memanfaatkan satu momen emas melalui Haaland.

Related Post

No Content Available

Gol itu sendiri adalah cerminan dari kelas pemain kelas dunia: satu peluang, satu sentuhan, satu gol. United, di sisi lain, memiliki lebih banyak waktu dan ruang, tetapi tidak pernah benar-benar terlihat mengancam. Ini bukan lagi soal keberuntungan; ini soal kualitas, mentalitas, dan identitas permainan.

Enzo Maresca dan Bayang-Bayang Kesuksesan

Enzo Maresca mungkin bukan nama yang paling mencolok di kursi pelatih Premier League, tetapi hasilnya berbicara sendiri. Membawa City bercokol di peringkat 2 klasemen, menyamai perolehan poin Arsenal di puncak, adalah pencapaian yang patut diacungi jempol. Ia tidak hanya mewarisi skuad bertalenta, tetapi juga berhasil menanamkan disiplin dan efisiensi yang membuat City tetap berbahaya dalam kondisi apa pun.

Pertanyaan yang kemudian muncul: apakah ini awal dari era baru dominasi City, ataukah United yang semakin tenggelam dalam ketidakpastian?

Michael Carrick dan Tren yang Terputus

Di kubu Manchester United, Michael Carrick menghadapi tugas yang tidak mudah. Harapan untuk melanjutkan tren positif pupus sudah. Kini United turun ke posisi 13 klasemen — sebuah posisi yang, bagi klub sebesar United, terasa seperti lelucon pahit. Carrick mungkin memiliki ide dan semangat, tetapi pertandingan ini menunjukkan bahwa semangat saja tidak cukup.

United tampak tidak memiliki pola serangan yang jelas, transisi yang lambat, dan yang paling mengkhawatirkan: tidak ada pemimpin yang mampu membangkitkan tim saat tekanan datang. Old Trafford, yang dulu dikenal sebagai benteng yang menakutkan, kini justru menjadi tempat di mana tim-tim besar datang dan pergi dengan tiga poin.

Opini: Krisis Identitas yang Tak Berkesudahan

Jika kita jujur, kekalahan ini bukan sekadar soal tiga poin yang hilang. Ini adalah cerminan dari krisis identitas yang sudah bertahun-tahun melanda Manchester United. Pergantian pelatih, pembelian pemain mahal, dan retorika tentang “kembali ke jalur juara” seolah menjadi mantra yang tidak pernah terwujud.

Sementara itu, Manchester City terus menunjukkan bahwa mereka bukan hanya tim yang kaya, tetapi juga tim yang tahu cara bermain sepak bola. Dominasi mereka atas United dalam derby ini bukan lagi cerita baru; ini sudah menjadi pola yang berulang. Dan bagi fans United, pola itu terasa seperti deja vu yang menyakitkan.

Malam tadi di Old Trafford, Manchester United tidak hanya kalah dari Manchester City. Mereka kalah dari diri mereka sendiri — dari ekspektasi, dari sejarah, dan dari kenyataan bahwa jarak antara mereka dan rival sekota mereka semakin lebar. Pertanyaannya bukan lagi apakah United bisa bangkit, tetapi apakah mereka masih tahu ke mana harus bangkit.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: MUTpemain
ShareTweetShare
PasMu Media

PasMu Media

Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jamaah Masjid Al-Ukhuwah healing ke Kota Batu/Pasmu.id

Apresiasi Jamaah yang Istiqamah, Masjid Al-Ukhuwah Ajak Healing dan Menginap di Villa Kota Batu

30 Agustus 2026

Renovasi Klinik SehatMu Dimulai, Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

1 September 2026

Kak Surya Hibur Anak-Anak KB-TK ABA 6 Kota Pasuruan di Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 Agustus 2026

Abad Tergelap Itu Berakhir dengan Lahirnya Nabi Terakhir

5 September 2025
Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford meski bermain sepuluh orang sejak menit 23

Manchester United Tumbang di Old Trafford: Ketika Dominasi City Terasa Seperti Deja Vu

14 September 2026
Pelatihan Perawatan Jenazah di Masjid Al-Ukhuwah/Pasmu.id

Masjid Al-Ukhuwah Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah, Diikuti Lebih dari 50 Peserta dari Berbagai Wilayah Pasuruan

14 September 2026

Kepala TK ABA 3 Juara 3 Lomba Administrasi Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Pasuruan 2026

14 September 2026
CIESA gelar short course perdana, tegaskan Asia Tenggara produsen—bukan sekadar penerima, pendidikan Islam dunia.

CIESA dan Kewajiban Mengembalikan Wibawa Asia Tenggara dalam Peta Islam Global

12 September 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan