• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
Pasmu
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Jawara Baru Asia yang Siap Mendunia: Jangan Berhenti di Pontianak

Akmal Akmal oleh Akmal Akmal
18 detik yang lalu
in Opini
0
JBP juara Asia dan lolos ke World Championship 2026. Jangan berhenti di Pontianak, buktikan di Polandia

JBP juara Asia dan lolos ke World Championship 2026. Jangan berhenti di Pontianak, buktikan di Polandia

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Ada momen ketika sebuah kemenangan berhenti menjadi sekadar kemenangan. Ia menjelma tonggak sejarah, garis pembatas antara “sebelum” dan “sesudah”. Itulah yang baru saja dilakukan Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) bagi dunia voli Indonesia.

Kemenangan JBP di AVC Men’s Volleyball Champions League di Pontianak bukan hanya soal trofi. Ini adalah pernyataan bahwa klub Indonesia mampu berdiri sejajar—bahkan mengalahkan—kekuatan voli Asia yang selama ini mendominasi. Menjadi klub Indonesia pertama yang menjuarai kejuaraan Asia adalah capaian yang selama bertahun-tahun hanya ada dalam angan-angan. Kini, angan-angan itu berwujud nyata di tangan Nizar dkk.

Namun, sejarah tidak berhenti di Pontianak. Justru di situlah babak baru dimulai.

Tiket ke Volleyball Club Men World Championship 2026 di Silesia, Polandia, adalah undangan ke panggung yang jauh lebih keras. Di Pool B, JBP akan berhadapan dengan Sir Sicoma Monini Perugia—klan raksasa voli Italia yang levelnya sudah bukan rahasia lagi—Al Ahly SC dari Mesir, dan salah satu wakil Brasil. Ini bukan lagi ujian regional; ini ujian kelas dunia.

Related Post

Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford meski bermain sepuluh orang sejak menit 23

Manchester United Tumbang di Old Trafford: Ketika Dominasi City Terasa Seperti Deja Vu

14 September 2026

Di sinilah opini saya: kita harus berhenti merayakan dengan rendah hati dan mulai bermimpi dengan berani.

Selama ini, narasi yang berkembang di sekitar prestasi olahraga Indonesia selalu berkutat pada “yang penting tampil”, “yang penting bisa bersaing”, atau “ini pengalaman berharga”. Narasi semacam itu, meski terdengar bijak, sebenarnya adalah bentuk pesimisme yang dibungkus kerendahan hati. JBP sudah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta. Mereka adalah juara Asia. Label itu membawa konsekuensi: mereka layak dituntut lebih.

Tentu, Perugia adalah lawan yang menakutkan. Klub itu adalah langganan final Liga Champions Eropa, dengan roster yang dihuni pemain-pemain kelas dunia. Tapi justru di situlah letak daya tariknya. Tidak ada gunanya menjadi juara Asia jika kita tidak pernah mengukur diri terhadap yang terbaik. World Championship bukan sekadar ajang unjuk gigi; ini adalah ruang ujian untuk melihat seberapa jauh jarak antara voli Indonesia dan voli dunia—dan apakah jarak itu bisa dipersempit.

Yang membuat capaian JBP istimewa adalah konteksnya. Voli Indonesia selama ini identik dengan prestasi tim nasional di level SEA Games atau Asian Games, bukan dengan klub. Liga voli dalam negeri sering dianggap sebagai kompetisi yang kurang kompetitif dibandingkan liga-liga Eropa atau bahkan liga Asia Timur. Kemenangan JBP di Pontianak—dan sekarang tiket ke Polandia—mematahkan asumsi itu. Ini adalah bukti bahwa dengan manajemen yang serius, pembinaan yang konsisten, dan kompetisi yang sehat, klub Indonesia bisa melahirkan generasi juara.

Tentu, ada catatan kritis. Keberhasilan JBP tidak boleh menjadi fenomena satu klub. Jika hanya JBP yang mampu bersaing di level Asia, maka voli Indonesia tidak benar-benar maju—hanya satu klub yang menonjol di tengah kompetisi domestik yang belum merata. Prestasi ini seharusnya menjadi pemicu bagi klub-klub lain, federasi, dan stakeholders untuk membenahi ekosistem voli nasional. Tanpa itu, JBP akan menjadi pulau kecil di lautan yang luas.

Ada juga pertanyaan soal persiapan. World Championship digelar Desember nanti. Waktu yang tersisa tidak lama. Apakah JBP akan mendapat dukungan penuh—baik dari segi logistik, pemusatan latihan, maupun uji coba melawan tim-tim kelas dunia—untuk menghadapi Perugia dan kawan-kawan? Ataukah mereka akan dibiarkan berjuang sendiri, dengan semangat “yang penting tampil” yang justru merendahkan posisi mereka sebagai juara Asia?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah ini adalah awal dari kebangkitan voli Indonesia, atau sekadar kilatan cahaya yang cepat padam.

Yang jelas, JBP telah membuka pintu. Mereka telah menunjukkan bahwa klub Indonesia bisa mendunia. Sekarang, tugas kita semua—federasi, pemerintah, sponsor, media, dan penonton—adalah memastikan pintu itu tidak tertutup kembali. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian di Polandia. Jangan biarkan “Jawara Baru Asia” ini hanya menjadi slogan tanpa arti.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak dibuat oleh mereka yang hanya berani bermimpi. Sejarah dibuat oleh mereka yang berani menuntut lebih—dari diri sendiri, dan dari orang-orang di sekitarnya.

Selamat, Jakarta Bhayangkara Presisi. Sekarang, buktikan bahwa Asia bukanlah tujuan akhir.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: asiabola volipemainpertandingan
ShareTweetShare
Akmal Akmal

Akmal Akmal

Related Posts

Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford meski bermain sepuluh orang sejak menit 23
Opini

Manchester United Tumbang di Old Trafford: Ketika Dominasi City Terasa Seperti Deja Vu

oleh PasMu Media
14 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jamaah Masjid Al-Ukhuwah healing ke Kota Batu/Pasmu.id

Apresiasi Jamaah yang Istiqamah, Masjid Al-Ukhuwah Ajak Healing dan Menginap di Villa Kota Batu

30 Agustus 2026

Renovasi Klinik SehatMu Dimulai, Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

1 September 2026

Kak Surya Hibur Anak-Anak KB-TK ABA 6 Kota Pasuruan di Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

20 Agustus 2026

Abad Tergelap Itu Berakhir dengan Lahirnya Nabi Terakhir

5 September 2025
JBP juara Asia dan lolos ke World Championship 2026. Jangan berhenti di Pontianak, buktikan di Polandia

Jawara Baru Asia yang Siap Mendunia: Jangan Berhenti di Pontianak

15 September 2026
Manchester City kalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford meski bermain sepuluh orang sejak menit 23

Manchester United Tumbang di Old Trafford: Ketika Dominasi City Terasa Seperti Deja Vu

14 September 2026
Pelatihan Perawatan Jenazah di Masjid Al-Ukhuwah/Pasmu.id

Masjid Al-Ukhuwah Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah, Diikuti Lebih dari 50 Peserta dari Berbagai Wilayah Pasuruan

14 September 2026

Kepala TK ABA 3 Juara 3 Lomba Administrasi Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Pasuruan 2026

14 September 2026
PasMu

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan