Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bugul Kidul Kota Pasuruan, Ustaz Haji Yisno, menyampaikan pesan mendalam mengenai kriteria hamba Allah yang mendapatkan kemuliaan (Ibadurrahman). Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kultum tarawih di Masjid Al-Ukhuwah, Pasuruan, pada Ahad (1/3/2026) malam.
Dalam ceramahnya, Ustaz Yisno mengupas kandungan Surah Al-Furqan ayat 63-76. Ia menekankan bahwa untuk meraih derajat mulia di sisi Allah SWT, seorang Muslim setidaknya harus memiliki sembilan sifat utama yang tercantum dalam ayat tersebut.
Rendah Hati dan Menjaga Malam
Sifat pertama yang ditekankan adalah rendah hati (tawadhu). Ustaz Yisno menjelaskan bahwa hamba yang dicintai Allah adalah mereka yang berjalan di muka bumi dengan tenang, tidak sombong, dan tidak angkuh.
“Orang yang berjalan dengan langkah tenang dan tidak sombong akan membuat orang di sekitarnya merasa aman, tidak merasa dimusuhi,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menghidupkan malam dengan ibadah. Sifat kedua adalah mereka yang menghabiskan waktu malam dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Ia mengajak jamaah memanfaatkan momentum Ramadhan, khususnya melalui salat tarawih, sebagai sarana melatih diri menjadi ahli ibadah malam.
Keseimbangan Hidup dan Konsistensi Ibadah
Lebih lanjut, Ustaz Yisno menjabarkan beberapa poin penting lainnya, di antaranya:
- Keseimbangan Finansial: Menggunakan harta secara wajar, tidak berlebihan (boros) namun tidak pula kikir.
- Menjaga Tauhid dan Kemanusiaan: Tidak menyekutukan Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan, dan menjauhi zina.
- Integritas Moral: Tidak memberikan kesaksian palsu serta menjaga kehormatan diri.
- Responsif terhadap Ayat Allah: Tidak bersikap tuli atau buta ketika diberi peringatan dengan ayat-ayat suci.
Sholat sebagai Barometer Amal
Sebagai penutup, Ustaz Yisno mengingatkan bahwa muara dari segala kemuliaan tersebut adalah konsistensi dalam menjaga sholat, terutama sholat wajib lima waktu.
“Amalan terbaik di dunia adalah sholat wajib. Jika sholatnya baik, maka amalan lainnya akan dianggap baik. Inilah yang akan mengantarkan kita mendapatkan balasan surga dan disambut dengan ucapan salam di akhirat kelak,” pungkasnya.












