• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Seni Membaca Karakter dan Menjaga Diri dari Jebakan Kefasikan

Suharsono oleh Suharsono
42 detik yang lalu
in Kabar
0
Santri pulang kampung, kopi dari kerabat bisa jadi jerat narkoba. Waspada, jangan lengah!. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Santri pulang kampung, kopi dari kerabat bisa jadi jerat narkoba. Waspada, jangan lengah!. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Dunia pesantren selama ini dikenal sebagai benteng moral dan pusat pendidikan karakter. Namun, bagi para santri yang baru menyelesaikan pendidikan dan kembali ke masyarakat, ada tantangan berat yang mengintai. Bukan sekadar ujian adaptasi, melainkan ancaman nyata berupa jeratan narkoba dan racun sosial yang kerap hadir dalam kemasan tak terduga. Hal ini mengemuka dalam sebuah kajian kritis yang disampaikan oleh Ustadz Ustadz Umar Efendi, S.Ag., yang menyoroti betapa rapuhnya benteng pertahanan seorang individu jika tidak dibekali dengan kewaspadaan sosial yang mumpuni.

“Mengarungi kehidupan sosial tanpa bekal kewaspadaan ibarat berjalan di tengah hutan belantara tanpa kompas; kita rentan tersesat atau bahkan terjebak ke dalam lubang kelalaian,” ujar Ustadz Umar Efendi, S.Ag. dalam ceramahnya yang sarat refleksi sosial beberapa waktu lalu.

Pernyataan tegas itu ia sampaikan dengan membawa dua untai kisah memilukan yang jamak terjadi di sekitar kita. Kisah pertama mengalir tentang seorang santri yang baru saja kembali ke ranah domestik. Bermaksud merajut kembali tali silaturahmi yang sempat renggang karena jarak, ia kerap berkunjung ke rumah sepupunya. Hubungan kekerabatan yang hangat memudarkan rasa curiga. Namun, di balik keakraban itu, sebuah petaka tersembunyi.

Pada suatu hari, sang sepupu menyuguhkan secangkir kopi. Tanpa disadari oleh sang santri, kopi tersebut telah dioplos dengan zat adiktif sejenis narkoba. Efek dopamin buatan itu perlahan namun pasti mencengkeram kesadarannya. Hari berganti hari, sang santri mulai terjebak dalam lingkaran setan kecanduan. Kenyataan pahit ini menyisakan nestapa mendalam bagi orang tuanya, yang kini didera kebingungan dan kepayahan batin dalam mengupayakan kesembuhan serta rehabilitasi bagi buah hati mereka. Kepercayaan yang tulus, sayangnya, dibalas dengan pengkhianatan yang merusak masa depan.

Related Post

Ustadz Umar Efendi ajak umat perbanyak munajat, perbaiki keluarga, dan cetak generasi bertakwa untuk selamatkan bangsa. (foto: Firnas/pasmu.id)

Ustadz Umar: Pemimpin Bertakwa Kunci Selamatkan Bangsa

5 Juni 2026
foto: ilustrasi istimewa/pasmu.id

Avenger Milik KH. Ahmad Dahlan yang Menjalankan Misi Al-Ma’un

6 Oktober 2025

Kisah kedua membawa latar yang tak kalah dekat dengan keseharian subkultur masyarakat: malam hiburan pasca-hajatan. Seorang santri lain yang juga baru pulang kampung dihadapkan pada realitas sosial lingkungan tetangganya. Usai sebuah perhelatan, sudah menjadi rahasia umum adanya tradisi menyimpang berupa pesta minuman keras. Sebagai seorang yang paham syariat, sang santri dengan tegas menolak ketika diajak untuk bergabung dalam lingkaran maksiat tersebut. Namun, penolakan ini rupanya memicu resistensi tersembunyi dari lingkungan sekitarnya.

Mereka yang mengajak tahu betul bahwa santri ini memiliki kegemaran minum kopi. Alih-alih menghormati prinsip sang santri, sebuah siasat culas dijalankan. Segelas kopi disuguhkan, kali ini dengan campuran buah kecubung yang dikenal memiliki efek halusinogen kuat. Efeknya instan dan destruktif. Santri tersebut mengalami teler berat selama tiga hari berturut-turut, tidak mampu bangkit, dan secara otomatis terputus dari kewajiban utamanya: shalat lima waktu. Sebuah kemenangan semu bagi pelaku kefasikan yang berhasil meruntuhkan benteng pertahanan seorang ahli ibadah lewat ketidaktahuannya.

Dua fragmen kisah di atas menjadi benang merah yang mengukuhkan pesan utama Ustadz Umar Efendi. Menjadi orang baik di lingkungan yang homogen tentu mudah, namun mempertahankan kebaikan di tengah masyarakat yang heterogen membutuhkan kecerdasan sosial dan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Kedhaliman dan kefasikan sering kali tidak datang dengan wajah yang garang atau menakutkan; ia kerap menyamar dalam bentuk keramahan, segelas kopi hangat, dan senyuman kerabat dekat.

“Itulah perlunya kita hati-hati agar kita tidak terjebak dalam kedholiman atau kefasikan,” tegasnya.

Oleh karena itu, membaca psikologi masyarakat, mengenali dengan siapa kita bergaul, serta tidak mudah lengah terhadap lingkungan sekitar adalah langkah preventif agar iman dan kehormatan diri tetap terjaga utuh. Di tengah zaman yang kian dinamis, Ustadz Umar Efendi mengingatkan bahwa kewaspadaan adalah mahkota bagi keselamatan kita, terutama bagi generasi muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan agama di pesantren dan kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Tantangan bagi para santri kini bukan hanya menjaga hafalan atau memahami kitab kuning, tetapi juga mampu membaca peta bahaya sosial yang tersembunyi di balik keramahan semu. Sebab, musuh iman tidak selalu datang dengan terang-terangan, melainkan kerap menyelinap melalui secangkir kopi yang kita teguk dengan percaya diri.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: pesantrensantri
ShareTweetShare
Suharsono

Suharsono

Related Posts

Ustadz Umar Efendi ajak umat perbanyak munajat, perbaiki keluarga, dan cetak generasi bertakwa untuk selamatkan bangsa. (foto: Firnas/pasmu.id)
Kajian

Ustadz Umar: Pemimpin Bertakwa Kunci Selamatkan Bangsa

oleh Firnas Muttaqin
5 Juni 2026
foto: ilustrasi istimewa/pasmu.id
Opini

Avenger Milik KH. Ahmad Dahlan yang Menjalankan Misi Al-Ma’un

oleh Marjoko
6 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Bu Safa dan siswa SD Al Kautsar berfoto bersama Dean Bragonier usai workshop inklusi di UMM/foto: Istimewa pasmu.id

Workshop Notice Ability di UMM Bangun Semangat Pendidikan Inklusif, Kepala SD Al Kautsar: “Setiap Anak Memiliki Potensi yang Harus Dilihat”

25 Mei 2026 - Updated On 26 Mei 2026
Khotmil Qur’an dan Pisah Kenang SD Al Kautsar, 101 Siswa Diwisuda, Cetak Prestasi Akademik Membanggakan (foto: Haedar/pasmu.id)

Khotmil Qur’an dan Pisah Kenang SD Al Kautsar, 101 Siswa Diwisuda, Cetak Prestasi Akademik Membanggakan

6 Juni 2026
Khutbah Iduladha dr. M. Khakim Abdillah, M. Biomed

Khutbah Iduladha 1447 H: Resiliensi Hajar

27 Mei 2026
Santri pulang kampung, kopi dari kerabat bisa jadi jerat narkoba. Waspada, jangan lengah!. (Foto: Suharsono/pasmu.id)

Seni Membaca Karakter dan Menjaga Diri dari Jebakan Kefasikan

22 Juni 2026
MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Pasuruan melepas generasi berprestasi menuju masa depan gemilang.

MI Muhammadiyah dan TK ABA 1 Kota Pasuruan Melepas Generasi Berprestasi Menyongsong Masa Depan Gemilang

21 Juni 2026
Image IPM Jatim

Membaca Zaman dan Menata Masa Depan: Agenda Besar Gerakan Pelajar Muhammadiyah

21 Juni 2026
Melalui RRI Surabaya, Nurul Mawaridah mengajak masyarakat menyeimbangkan spiritualitas dan keuangan.

Cahaya Pagi RRI Pro 4 Surabaya Hadirkan Nurul Mawaridah, Bahas Kiat Sehat Iman dan Sehat Finansial

20 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan