Pasurua, 7 Maret 2026 – SD Al Kautsar Kota Pasuruan resmi membuka rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan. Mengawali momentum bulan suci, pihak sekolah bekerja sama dengan Lazismu, lembaga zakat di bawah naungan Muhammadiyah, untuk menghadirkan sesi mendongeng inspiratif bagi seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Dalam kegiatan ini, pihak sekolah menekankan pentingnya sinergi dakwah dan kepedulian sosial sejak usia dini. Kepala Sekolah SD Al Kautsar, Mustakin, S.Pd.I, S.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Lazismu bertujuan untuk menanamkan jiwa kedermawanan kepada para siswa. Siswa tidak hanya diajak mengikuti materi di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan infak terbaik mereka pada hari tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita bekerja sama dengan Lazismu untuk pelaksanaan kegiatan Ramadhan. Kami melatih putra-putri kita agar gemar bersedekah dan berinfak. Bahkan, anak-anak juga dilibatkan langsung dalam kepanitiaan, seperti mengedarkan kotak infak,” ujar Mustakin.
Meskipun pembukaan kegiatan dilakukan serentak pada hari ini, pelaksanaan materi intensif Pondok Ramadhan akan dilakukan secara bergelombang mulai Senin (9/3). Pengaturan jadwal ini dilakukan agar setiap kelompok siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih fokus dan efektif. Jadwal tersebut terbagi menjadi Senin hingga Selasa untuk kelas 1 dan 2, Rabu hingga Kamis untuk kelas 3 dan 4, serta Jumat hingga Sabtu untuk kelas 5 dan 6.
Puncak kegiatan Pondok Ramadhan nantinya akan ditutup dengan program Mabit (Malam Bimbingan Iman dan Taqwa) yang dikhususkan bagi siswa kelas 6. Program ini dirancang sebagai pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran sosial bagi para siswa menjelang akhir kegiatan Ramadhan di sekolah. “Pada Sabtu sore 14 Maret 2026, siswa kelas 6 akan membagikan zakat fitrah dan takjil kepada masyarakat, kemudian lanjut menginap atau bermalam di sekolah dan pulang pada hari Ahad 15 Maret 2026,” tambahnya.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika sesi mendongeng dimulai. Pendongeng Kak Surya tampil di hadapan ratusan siswa dengan gaya yang interaktif, komunikatif, dan penuh humor sehingga mampu menarik perhatian para peserta sejak awal. Melalui pendekatan cerita yang hangat dan menyentuh, Kak Surya membawakan kisah haru tentang Rasulullah SAW yang mengangkat seorang anak yatim menjadi anaknya di hari raya.
Kisah tersebut tidak hanya disampaikan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Dalam ceritanya, Kak Surya menyelipkan pesan moral agar para siswa tidak menjadi pribadi yang sombong serta selalu memiliki kepedulian terhadap sesama, sebagaimana teladan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Siapa yang cinta Rasulullah? Kalau cinta, kita harus jadi orang yang baik dan tidak boleh sombong,” seru Kak Surya yang langsung disambut dengan teriakan antusias para siswa.
Melalui rangkaian kegiatan ini, pihak sekolah berharap Pondok Ramadhan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar mampu memperkuat karakter religius para siswa selama bulan Ramadhan 2026. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan berbagi sejak dini sekaligus mengoptimalkan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga profesional seperti Lazismu.












