Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bugul Kidul 1 kembali menyelenggarakan pengajian rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan keislaman dan penguatan spiritual anggota. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di rumah Ibu Ghozy yang beralamat di Jalan Patimura, Bugul Kidul. Pengajian dimulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB dan diikuti sekitar 30 jamaah undangan yang hadir dengan penuh antusias.
Pengajian rutin kali ini menghadirkan penceramah Ibu Nurul Mawaridah, M.Pd., yang menyampaikan tausiyah dengan tema “Refleksi Akhir Tahun 2025”. Tema ini dipilih sebagai ajakan kepada para jamaah untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian dan melakukan muhasabah diri menjelang pergantian tahun.
Dalam penyampaiannya, Ibu Nurul Mawaridah mengawali tausiyah dengan membacakan Surat Al-Hasyr ayat 18 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Ayat tersebut mengajarkan kita untuk bertakwa kepada Allah dan melakukan introspeksi diri (muhasabah) terhadap amal perbuatan untuk persiapan akhirat, karena Allah Maha Mengetahui segalanya. Ayat ini berisi perintah Allah kepada orang-orang beriman untuk selalu waspada dan mengevaluasi amalan mereka agar dapat mempertanggungjawabkan di hari kiamat. mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah waktu, yaitu menghitung untung dan rugi kehidupan selama satu tahun terakhir. Ia menekankan bahwa waktu merupakan modal utama manusia yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Muhasabah tidak hanya dilakukan dari sisi kuantitas amal, seperti banyaknya ibadah yang dikerjakan, tetapi juga dari sisi kualitas, yakni keikhlasan dan kesungguhan hati dalam beramal.
Lebih lanjut, disampaikan pula empat pilar utama refleksi yang perlu diperhatikan oleh setiap Muslim. Pilar pertama adalah hablumminallah, yaitu hubungan dengan Allah SWT yang tercermin dari kualitas ibadah, ketaatan, dan kepatuhan terhadap perintah-Nya. Pilar kedua adalah hablumminannas, hubungan dengan sesama manusia, termasuk menjaga lisan, sikap, dan perilaku agar tidak menyakiti orang lain. Pilar ketiga adalah hablumminanfsi, yaitu hubungan dengan diri sendiri melalui upaya memperbaiki akhlak, menjaga kesehatan lahir dan batin, serta terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Sementara pilar keempat, hablumminal ‘alam, mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan alam sebagai amanah dari Allah SWT.
Pada bagian akhir tausiyah, jamaah diajak untuk menjemput keberkahan di tahun 2026 dengan memperbanyak taubat dan istighfar, menyusun target amaliyah yang realistis dan berkelanjutan, serta memperkuat doa agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Pengajian berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Para jamaah tampak menyimak dengan serius dan sesekali mengangguk sebagai tanda refleksi diri. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat mengakhiri tahun 2025 dengan hati yang lebih bersih dan menyongsong tahun 2026 dengan semangat memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.












