Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan melalui Majelis Tabligh Muhammadiyah akan menggelar kajian i’tikaf Ramadhan 1447 H / 2026 M yang dilaksanakan di sejumlah masjid di Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, kajian keislaman, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 00.00 WIB dengan pelaksanaan i’tikaf di masjid. Selanjutnya, kajian i’tikaf berlangsung pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari, yang kemudian diakhiri dengan sahur bersama sebagai bentuk kebersamaan para jamaah.
Adapun jadwal kajian i’tikaf yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan adalah sebagai berikut:
- Senin, 9 Maret 2026 (Malam 21 Ramadhan) di Masjid Al-Kautsar, dengan pemateri Ust. Abd. Basid, M.A, dan dipandu oleh Ust. Mustaqim, S.Pd.I.
- Rabu, 11 Maret 2026 (Malam 23 Ramadhan) di Masjid Al-Mutaqin, dengan pemateri Ust. Heru Winarno, dan pemandu acara Ust. Drs. H. Nur Yasin, M.Pd.I.
- Jumat, 13 Maret 2026 (Malam 25 Ramadhan) di Masjid Al-Hidayah, dengan pemateri Ust. Baihaqi, dan pemandu acara Ust. Mulyadi.
- Ahad, 15 Maret 2026 (Malam 27 Ramadhan) di Masjid Al-Ukhuwah, dengan pemateri Ust. Dr. H. Abu Natsir, M.Ag, dan dipandu oleh Ust. H. Putut Suhendro, M.Pd.
- Selasa, 17 Maret 2026 (Malam 29 Ramadhan) di Masjid Darul Arqom, dengan pemateri Ust. Drs. Arifin Ahmad, dan pemandu acara Ust. Suyatno, S.Pd.
Selain dapat diikuti secara langsung oleh jamaah, seluruh rangkaian kegiatan ini juga akan disiarkan secara langsung melalui Instagram dan TikTok @pasmu.id, sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir di lokasi tetap dapat mengikuti kajian secara daring.
Ketua panitia kegiatan, Ust. Umar Efendi, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah di penghujung bulan suci Ramadhan.
“I’tikaf adalah kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah di malam-malam terakhir Ramadhan. Melalui kajian ini, kami berharap jamaah tidak hanya beribadah, tetapi juga mendapatkan pencerahan ilmu yang dapat memperkuat keimanan dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujar Umar Efendi.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana dakwah yang lebih luas, terutama dengan dukungan siaran langsung di media sosial agar generasi muda juga dapat ikut merasakan manfaat dari kajian i’tikaf tersebut.












