Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan melalui Majelis Pembinaan Kader kembali menggelar kegiatan KURMA (Kajian Ukhuwah Rutin Milenial Aisyiyah) pada Rabu, 18 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet ini berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB dan diikuti oleh 8 partisipan dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Ketua Majelis Pembinaan Kader, Nurul Mawaridah, M.Pd, yang terus mendorong hadirnya ruang-ruang pembinaan yang relevan, inspiratif, dan dekat dengan kehidupan generasi milenial ‘Aisyiyah.
Mengusung tema “Tidur Berkah, Bernilai Ibadah”, kajian ini menghadirkan narasumber Khoiriyah, S.Pd, yang merupakan Sekretaris Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Pasuruan. Dalam pemaparannya, beliau mengajak peserta untuk merefleksikan kembali aktivitas sehari-hari yang sering dianggap sederhana, namun sesungguhnya memiliki nilai ibadah yang besar apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Khoiriyah menjelaskan bahwa dalam Islam, setiap aktivitas seorang muslim berpotensi menjadi ibadah, termasuk tidur. Hal ini sangat bergantung pada niat dan tujuan yang melatarbelakanginya. Tidur yang diniatkan untuk menjaga kesehatan tubuh agar mampu menjalankan ibadah dan aktivitas dengan maksimal, akan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Dengan demikian, tidur bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari bentuk penghambaan kepada Allah.
Selain membahas tentang pentingnya niat, narasumber juga menekankan adab sebelum tidur. Di antaranya adalah berwudhu, membaca doa sebelum tidur, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, serta menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat menjelang waktu istirahat. Penerapan adab-adab tersebut diyakini dapat memberikan ketenangan hati sekaligus mendatangkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kajian berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab yang dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman materi. Meskipun hanya diikuti oleh delapan partisipan, suasana justru terasa lebih kondusif, hangat, dan fokus.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kajian ini membuka wawasan baru tentang bagaimana memaknai aktivitas sederhana dalam kehidupan. Hal-hal yang selama ini dianggap biasa, ternyata dapat menjadi ladang pahala jika dilakukan dengan kesadaran dan niat yang tepat.
Kegiatan KURMA ini merupakan bagian dari upaya Majelis Pembinaan Kader dalam memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kualitas keimanan generasi milenial ‘Aisyiyah. Diharapkan, melalui kajian ini, para peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta dan terus menjadi ruang belajar yang inspiratif, guna membentuk pribadi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.












