• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Keteladanan Rasulullah SAW Jadi Pesan Utama Maulid Nabi di Kota Pasuruan

PasMu Media oleh PasMu Media
7 bulan yang lalu
in Kabar
0
7
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan – Pemerintah Kota Pasuruan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Acara yang berlangsung di Grahadika ini dihadiri para tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat umum. Peringatan Maulid kali ini terasa lebih istimewa karena tidak hanya menekankan pada aspek seremonial, tetapi juga menghadirkan pesan moral dan keteladanan Rasulullah SAW yang relevan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

KH Nukman bin KH Abdul Majid dalam tausiah utamanya menyampaikan betapa agungnya makna firman Allah dalam Al-Qur’an “Warofa’nā laka dzikrok” – “Kami tinggikan sebutan namamu (Muhammad).” Menurut KH Nukman, kemuliaan Nabi Muhammad SAW bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai utusan Allah, tetapi juga sebagai teladan manusia yang paripurna dalam cinta tanah air, toleransi, dan kepemimpinan.

Beliau mencontohkan, bagaimana Nabi Muhammad SAW mengekspresikan jiwa kebangsaan ketika harus meninggalkan Mekkah akibat tekanan kaum musyrikin. Rasul dengan tegas menyatakan bahwa Mekkah adalah negeri yang paling dicintai Allah, dan beliau pun sangat mencintainya. “Seandainya aku tidak diusir oleh musuh Allah, maka aku tidak akan meninggalkan kota ini,” demikian pesan Rasulullah. Namun ketika tiba di Madinah, beliau mengajarkan para Muhajirin untuk mencintai kota baru itu, bahkan berdoa: “Ya Allah, jadikanlah kecintaan kami kepada Madinah sebagaimana Engkau jadikan kami mencintai Mekkah. Limpahkanlah berkah, rahmat, serta jauhkanlah kota ini dari segala penyakit.”

KH Nukman juga menekankan toleransi Nabi di Madinah. Saat itu, masyarakatnya sangat majemuk dengan adanya Yahudi, Nasrani, musyrikin, hingga golongan munafik. Rasulullah SAW tetap bersikap adil dan mengayomi semua pihak. Bahkan, karena besar kasih sayangnya, beliau sempat hendak menyolatkan Abdullah bin Ubay, tokoh munafik, meski kemudian Allah menegur melalui firman-Nya dalam QS. At-Taubah ayat 84, yang melarang Nabi menyolati jenazah orang munafik.

Related Post

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026

Jumat Penuh Berkah! Suasana Maghrib di Panti Darul Arqom yang Syahdu, Ini Pesan Menyentuh dari Suyatno, S.Pd

7 November 2025

Dari Giant ke Carrefour, Kini Sandang Ayu Sebuah Siklus Kehidupan Pasuruan yang Tak Pernah Usai

22 Oktober 2025

Siswa – Siswi SD Al Kautsar Terpukau! Begini Serunya Maulid Nabi Bersama Pendongeng Kak Dewi

13 September 2025

“Dari peristiwa ini, kita belajar bahwa Rasulullah adalah pemimpin penuh kasih, tetapi tetap tegas pada prinsip,” tutur KH Nukman. “Bagi umat Islam pada umumnya, tidak boleh menghakimi kemunafikan seseorang. Selama ia menampakkan keislamannya, ia tetap dihormati dan diperlakukan sebagaimana muslim lainnya.”

Dalam tausiah tersebut, KH Nukman juga menyinggung kepemimpinan Nabi. Rasulullah SAW diibaratkan seperti atap yang menaungi semua, menjadi pengayom bagi umatnya. Meski beliau penuh kasih, Rasul tetap tidak memberikan hak kepada orang yang salah secara mutlak, namun tetap memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan pendapat. Di sisi lain, Nabi tidak pernah menerima zakat atau sedekah, tetapi membolehkan hadiah. Ia pun selalu menutupi kesalahan bawahannya agar tidak menjadi aib di hadapan umum.

KH Nukman mengutip pesan Bung Karno: “Jika kalian berislam di bangsa Indonesia, maka jadilah Islam yang membumi di Indonesia, tidak harus menjadi bangsa Arab.” Menurutnya, semangat ini sejalan dengan teladan Rasulullah SAW yang mengajarkan cinta tanah air, sebagaimana beliau mencintai Mekkah dan Madinah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Pasuruan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus terus dihidupkan. Nilai cinta tanah air, toleransi, kepemimpinan yang adil, serta keteladanan pribadi Nabi menjadi pedoman yang sangat relevan bagi umat Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan kemasyarakatan masa kini. (*) Umar Effendi

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: maulid nabiPasuruanwalikota
Share3Tweet2Share
PasMu Media

PasMu Media

Related Posts

Kabar

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

oleh Marjoko
12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026
Kabar

Jumat Penuh Berkah! Suasana Maghrib di Panti Darul Arqom yang Syahdu, Ini Pesan Menyentuh dari Suyatno, S.Pd

oleh PasMu Media
7 November 2025
Opini

Dari Giant ke Carrefour, Kini Sandang Ayu Sebuah Siklus Kehidupan Pasuruan yang Tak Pernah Usai

oleh Marjoko
22 Oktober 2025
Next Post

Abad Tergelap Itu Berakhir dengan Lahirnya Nabi Terakhir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan