Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Pasuruan menghadiri pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) III Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Jumat (16/10/2026).
Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Gerakan Jawa Timur Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi perjalanan gerakan, serta merumuskan program kerja yang responsif terhadap kebutuhan perempuan muda dan tantangan masyarakat.
Ketua PDNA Kota Pasuruan, Nazilatul Rochmah, hadir bersama kader PDNA Kota Pasuruan, Safitri. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi antarkader Nasyiatul Aisyiyah di Jawa Timur.
Nazilatul berharap, momentum musyawarah wilayah tersebut dapat menjadi dorongan bagi PDNA Kota Pasuruan untuk segera menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musyda) sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Harapannya, setelah Musywil ini PDNA Kota Pasuruan bisa segera Musyda dan mendapatkan banyak kader aktif, muda, dan inovatif,” ungkap Nazilatul.
Sementara itu, Ketua PWNA Jawa Timur, Desi Ratna Sari, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh yunda Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang telah berjuang untuk hadir di Ponorogo. Ada yang meninggalkan anak di rumah, ada yang menempuh perjalanan jauh, dan ada pula yang harus berjuang di tengah kesibukan masing-masing. Namun, ketika ada panggilan Nasyiah, kita datang dengan riang,” tuturnya.
Ketua PWM Jatim Tekankan Pentingnya Etos Kerja Kader
Pembukaan kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Sukadiono. Ia mengapresiasi peran Nasyiatul Aisyiyah dalam menjalankan dakwah amar makruf nahi mungkar, khususnya di kalangan perempuan muda.
Di hadapan peserta, Sukadiono menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang disusun, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan etos kerja para kader yang menjalankannya.
Ia mengawali sambutan dengan menceritakan kedekatan emosionalnya dengan Ponorogo. Menurutnya, daerah tersebut memiliki kenangan tersendiri karena menjadi tempat dirinya terpilih sebagai Ketua PWM Jawa Timur.
“Ponorogo memiliki kenangan tersendiri bagi saya karena di sinilah saya terpilih menjadi Ketua PWM Jawa Timur. Selamat Musyawarah Wilayah PWNA Jawa Timur ke-13 dan Musykerwil ke-3. Semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi,” tuturnya.
Sukadiono juga mengapresiasi perkembangan Umpo yang dinilainya luar biasa. Ia mengaku bangga atas capaian akreditasi Unggul yang telah diraih perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut.
Meski demikian, ia menilai masih ada cita-cita besar yang perlu diwujudkan Umpo, yakni pendirian Fakultas Kedokteran. Ia berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan.
“Tidak sempurna rasanya jika Umpo belum memiliki Fakultas Kedokteran. Harapan saya, jangan terlalu lama. Kalau bisa, tahun akademik 2027/2028 sudah dapat membuka pendaftaran mahasiswa baru Fakultas Kedokteran,” ungkapnya.
Empat Etos Kerja untuk Memperkuat Gerakan
Dalam sambutannya, Sukadiono memaparkan empat etos kerja yang perlu diinternalisasi oleh setiap kader Nasyiatul Aisyiyah maupun kader Muhammadiyah secara umum.
Keempat etos tersebut meliputi guyub dan rukun, tertib dan taat aturan, berdedikasi tinggi, serta suka berbagi. Nilai-nilai ini menjadi landasan penting dalam membangun organisasi yang solid, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Melalui keikutsertaan dalam Musykerwil III PWNA Jawa Timur, PDNA Kota Pasuruan diharapkan semakin mantap mempersiapkan Musyda dan membangun regenerasi kepemimpinan.
Kehadiran kader muda yang aktif, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan Nasyiatul Aisyiyah di Kota Pasuruan. Dengan konsolidasi yang kuat dan kaderisasi yang berkesinambungan, organisasi diharapkan mampu terus menghadirkan kontribusi nyata bagi perempuan muda dan masyarakat.












