• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Sejarah

Seseorang Pipis di Masjid, Para Sahabat Marah, tapi Lihat Apa yang Dilakukan Nabi

Marjoko oleh Marjoko
10 bulan yang lalu
in Sejarah
0
2
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Bayangkan sejenak jika hari ini, di tengah khusyuknya ibadah, seseorang dengan sengaja buang air kecil di dalam masjid. Apa reaksi pertama Anda? Mungkin amarah akan meluap, teriakan akan pecah, dan dorongan untuk mengusir tentu tak terbendung. Reaksi spontan semacam itu, sejujurnya, sangat manusiawi. Namun, tahukah Anda bahwa peristiwa serupa, yang jauh lebih menampar naluri kemarahan, pernah terjadi di masa hidup Rasulullah SAW?

Kisah ini bersemi di Masjid Nabawi. Kala itu, seorang Arab Badui – seorang yang baru mengenal kehidupan kota dan belum memahami adab-adabnya – tiba-tiba masuk dan, tanpa sedikit pun rasa bersalah, berdiri di salah satu sudut masjid dan buang air kecil di sana. Para sahabat, yang terkejut menyaksikan pemandangan tak terduga ini, sontak bangkit. Niat untuk menegur keras, bahkan mungkin mengusir paksa, membara di benak mereka. Kesucian rumah ibadah seolah tercabik.

Namun, di tengah gelombang emosi itu, Rasulullah SAW menunjukkan kebijaksanaan dan kelembutan yang luar biasa. Beliau segera menahan para sahabat yang hendak bertindak kasar. “Biarkan dia menyelesaikannya,” sabda beliau dengan tenang, “Jangan dihentikan di tengah-tengah.”

Setelah sang Badui menuntaskan hajatnya, tak ada sedikit pun caci maki keluar dari bibir Rasulullah. Justru, beliau memerintahkan seorang sahabat untuk mengambil seember air, lalu dengan sigap menyiramkan air tersebut ke tempat najis itu, membersihkannya.

Related Post

1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026

Ditemukan 1.200 Tahun Lalu, tapi Karyanya jadi Fondasi TikTok, AI, dan Cryptocurrency! Siapa Dia?

29 Mei 2025

Masa Keemasan Islam: Kontribusi Kedokteran dan Warisan Al-Razi yang Menginspirasi Dunia

28 Mei 2025

Kemudian, dengan langkah penuh kasih, Rasulullah mendekati pria Badui tersebut. Beliau menasihatinya, bukan dengan hardikan, melainkan dengan kelembutan yang menyentuh hati. “Masjid ini tidak layak untuk hal seperti itu,” ujar beliau. “Masjid diperuntukkan bagi dzikir kepada Allah, salat, dan membaca Al-Qur’an.” Pendekatan yang sarat cinta ini tak hanya membuat sang Badui memahami kesalahannya, tetapi juga merasakan sebuah penghargaan yang mendalam sebagai manusia.

Kisah ini tak berhenti di sana. Pada kesempatan lain, Badui tersebut kembali hadir dalam salat berjamaah bersama Rasulullah dan para sahabat. Seusai salat, ia mengangkat kedua tangannya dan berdoa dengan suara lantang: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan kepada Muhammad saja. Tidak kepada yang lain.” Doa yang spontan, sedikit ‘nyeleneh’, namun jelas mengisyaratkan bahwa ia masih menyimpan sedikit rasa tidak nyaman kepada sahabat-sahabat yang sempat hendak memukulnya.

Rasulullah pun tersenyum. Lagi-lagi, beliau memberikan pelajaran yang lembut. “Jangan kamu persempit rahmat Allah yang luas itu,” sabda beliau, mengingatkan tentang keluasan kasih sayang Tuhan.

Kisah Nabi Muhammad SAW dan Arab Badui ini adalah mercusuar tentang makna toleransi, kasih sayang, dan kebijaksanaan dalam berdakwah. Rasulullah mencontohkan bahwa perubahan hakiki tak akan pernah lahir dari kekerasan, amarah, atau caci maki. Sebaliknya, ia tumbuh dari sikap lembut, pemahaman yang mendalam, dan kesabaran yang tak berbatas.

Di tengah hiruk pikuk zaman yang kerap diracuni amarah dan reaksi spontan, kisah ini menjadi pengingat yang begitu krusial: dakwah bukanlah soal siapa yang paling keras bicara, tetapi siapa yang paling bijak dalam bersikap.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: akhlakbaduisejarah
Share1Tweet1Share
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)
Opini

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

oleh Nashrul Muminin
1 Juni 2026
Sejarah

Ditemukan 1.200 Tahun Lalu, tapi Karyanya jadi Fondasi TikTok, AI, dan Cryptocurrency! Siapa Dia?

oleh Marjoko
29 Mei 2025
Sejarah

Masa Keemasan Islam: Kontribusi Kedokteran dan Warisan Al-Razi yang Menginspirasi Dunia

oleh Marjoko
28 Mei 2025
Next Post

PA Pasuruan Jalin Silaturahim dengan PDM Kota Pasuruan, Perkuat Sinergi Keumatan dan Ketahanan Keluarga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan