Artikel review sering dianggap lebih mudah dibandingkan artikel hasil penelitian. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Menulis review article membutuhkan kemampuan membaca puluhan hingga ratusan artikel, menganalisisnya secara kritis, kemudian menyintesis berbagai temuan menjadi gagasan baru yang bernilai ilmiah. Oleh karena itu, penulis tidak cukup hanya merangkum literatur, tetapi harus mampu menunjukkan arah perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus menawarkan perspektif baru.
langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan fokus kajian yang spesifik. Hindari topik yang terlalu luas karena akan menyulitkan proses analisis. Pilih isu yang sedang berkembang (emerging issue) sehingga artikel memiliki nilai kebaruan dan relevansi tinggi bagi dunia akademik.
Setelah menentukan topik, penulis perlu menyusun outline sebelum mencari referensi. Kerangka tulisan akan membantu mengelompokkan literatur berdasarkan tema, metode, teori, atau perkembangan waktu sehingga proses penulisan menjadi lebih sistematis dan tidak sekadar menyusun ringkasan artikel satu per satu.
Tahap berikutnya adalah melakukan pencarian literatur menggunakan database bereputasi seperti Scopus, Web of Science, atau Google Scholar. Prioritaskan artikel terbaru dan jurnal bereputasi agar hasil kajian benar-benar menggambarkan perkembangan ilmu terkini. Seluruh referensi kemudian disusun dalam tabel yang memuat penulis, metode, objek penelitian, temuan utama, serta kekuatan dan kelemahan masing-masing penelitian.
Yang paling penting, penulis harus mampu melakukan sintesis. Artikel review bukan kumpulan kutipan, melainkan hasil analisis yang menghubungkan berbagai penelitian untuk menemukan pola, tren, perbedaan hasil, hingga celah penelitian (research gap). Dari sinilah kontribusi ilmiah sebuah review article akan terlihat.
Selain substansi, penulis juga wajib memperhatikan struktur artikel sesuai pedoman jurnal. Umumnya artikel review terdiri atas pendahuluan, metode pencarian literatur, pembahasan, kesimpulan, acknowledgement (jika diperlukan), dan referensi. Sebelum mengirim naskah, pastikan telah membaca Author Guidelines, karena tidak semua jurnal menerima artikel review secara bebas; sebagian hanya menerima melalui undangan (invited review).
📌 Tips Menulis Artikel Review Menurut Nashrul Mu’minin
- 📚 Pahami bahwa artikel review adalah sintesis ilmiah, bukan sekadar rangkuman literatur.
- 🎯 Pilih topik yang spesifik, aktual, dan memiliki nilai kebaruan.
- 📝 Susun outline sebelum mulai mencari referensi.
- 🔍 Gunakan database bereputasi seperti Scopus, Web of Science, dan Google Scholar.
- 📑 Prioritaskan artikel terbaru dan jurnal bereputasi sebagai sumber utama.
- 📊 Buat tabel pemetaan literatur berisi penulis, metode, temuan, serta kelebihan dan kekurangan setiap penelitian.
- 🧩 Temukan pola, tren, kontradiksi, dan research gap dari berbagai penelitian.
- 💡 Bangun analisis berdasarkan ide penulis, bukan hanya menyusun kutipan.
- 📖 Gunakan referensi yang memadai (umumnya puluhan hingga ratusan sumber sesuai ketentuan jurnal).
- 📋 Ikuti Author Guidelines secara ketat, termasuk format, jumlah kata, template, dan kebijakan jurnal terhadap artikel review.













