• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Meluruskan Mitos Bulan Muharram: Menepis Anggapan Sial dalam Ajaran Islam

Marjoko oleh Marjoko
11 bulan yang lalu
in Opini
0
8
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Bulan Muharram, awal dari kalender Hijriah, kerap diselimuti dengan berbagai mitos dan anggapan keliru di sebagian kalangan umat Islam. Salah satu keyakinan yang paling mengakar adalah anggapan bahwa Muharram adalah bulan sial atau membawa kemalangan. Akibatnya, banyak yang enggan melangsungkan pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, atau melakukan aktivitas penting lainnya karena khawatir akan tertimpa kesialan. Keyakinan semacam ini, yang sayangnya masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat, jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.

Tidak Ada Hari atau Bulan Sial dalam Islam

Islam adalah agama yang mengajarkan optimisme, tawakal, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT. Dalam syariat Islam, tidak dikenal adanya konsep hari, tanggal, atau bulan sial. Setiap waktu yang diciptakan Allah adalah baik dan memiliki potensi keberkahan. Anggapan sial atau tathayyur (keyakinan terhadap pertanda buruk) adalah sebuah bentuk kesyirikan kecil yang dapat mengikis keimanan seseorang.

Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad ﷺ dari ‘Abdullah bin Mas’ud, yang secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah ﷺ) menyebutkan:

Related Post

No Content Available

« الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ». ثَلاَثًا « وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ ».

“Beranggapan sial adalah kesyirikan, beranggapan sial adalah kesyirikan”. Beliau menyebutnya sampai tiga kali. Kemudian Ibnu Mas’ud berkata, “Tidak ada yang bisa menghilangkan sangkaan jelek dalam hatinya. Namun Allah-lah yang menghilangkan anggapan sial tersebut dengan tawakal.” (HR Abu Daud: 3910 dan Ibnu Majah: 3538. Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadis yang mulia ini secara gamblang menafikan seluruh bentuk keyakinan terhadap waktu-waktu yang dianggap membawa kesialan. Ini adalah pengingat penting bagi setiap Muslim bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah, dan tidak ada satu pun makhluk atau waktu yang memiliki kekuatan untuk mendatangkan kebaikan atau keburukan tanpa izin-Nya. Kekuatan untuk menghilangkan anggapan sial terletak pada tawakal dan kepercayaan penuh kepada Allah.

Muharram: Bulan yang Dimuliakan dan Penuh Keberkahan

Jauh dari anggapan sial, bulan Muharram justru merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Keempat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Di bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih giat dalam beribadah dan menjauhi kemaksiatan.

Kemuliaan bulan Muharram juga terlihat dari anjuran untuk memperbanyak amal saleh di dalamnya, salah satunya adalah berpuasa. Rasulullah ﷺ bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR Muslim). Ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ketaatan kepada Allah, bukan untuk berpangku tangan karena ketakutan yang tidak berdasar.

Anggapan sial terhadap bulan Muharram ini kemungkinan besar berasal dari tradisi dan kepercayaan pra-Islam yang tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran murni. Islam datang untuk menghapus segala bentuk takhayul dan khurafat, serta membimbing umatnya menuju pemahaman yang benar tentang tauhid (keesaan Allah) dan tawakal.

Pentingnya Meluruskan Pemahaman

Meluruskan pemahaman tentang bulan Muharram ini sangatlah krusial. Keyakinan akan adanya bulan sial dapat menghambat produktivitas, menghalangi kesempatan, dan bahkan merusak akidah seseorang. Seorang Muslim sejati haruslah senantiasa berprasangka baik kepada Allah dan meyakini bahwa setiap waktu adalah baik untuk berbuat kebaikan, asalkan sesuai dengan syariat.

Oleh karena itu, mari kita tinggalkan segala bentuk keyakinan yang menyimpang dan kembali kepada ajaran Islam yang murni. Isilah bulan Muharram ini dengan amal saleh, peningkatan ibadah, dan optimisme dalam memulai setiap aktivitas. Pernikahan, memulai usaha, atau pindah rumah adalah bagian dari sunnatullah dan dapat dilakukan kapan saja selama tidak bertentangan dengan syariat dan diniatkan untuk kebaikan.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita dari keyakinan yang menyimpang dan membimbing kita untuk mengisi bulan yang mulia ini dengan amal dan keberkahan. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bish-shawāb.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: hijriyahmitosmuharram
Share3Tweet2Share1
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy and Hubby in every universe.

Related Posts

No Content Available
Next Post
Photo Credits: Firnas Muttaqin

Shalat Berjamaah dan Persatuan Umat Kunci Hidup Tertata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026
Islam membuktikan bahwa iman, sains, dan teknologi dapat tumbuh bersama membangun peradaban manusia. (ilustrasi: shutterstock.com)

Islam dan Dunia Material: Agama yang Tak Pernah Memisahkan Iman dari Peradaban

1 Juni 2026
Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa generasi hebat lahir dari doa dan ikhtiar berkelanjutan nyata. (foto: Marjoko/pasmu.id)

Dr. Taufiqullah, M.Pd.I. Paparkan Pola Asuh Nabi Ibrahim AS dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Ukhuwah

31 Mei 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan