• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kajian

Menjaga Jantung, Menjaga Ibadah

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
9 menit yang lalu
in Kajian
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 11 Januari 2026 – Suasana Masjid Masjid Darul Arqom, Kota Pasuruan, tampak berbeda dari biasanya. Di sela rutinitas ibadah, para jamaah Pengajian Ahad Pagi mendapatkan siraman rohani yang berpadu dengan edukasi kesehatan penting. Hadir sebagai narasumber, Dokter Fahmi, seorang praktisi kesehatan yang juga pengurus MUI Kota Pasuruan, menyampaikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung sebagai modal utama dalam menjalankan ibadah dengan khusyuk dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa jantung adalah organ yang sangat setia. Bekerja tanpa henti sejak manusia dilahirkan hingga akhir hayat, jantung berdenyut rata-rata 60 hingga 100 kali per menit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika jantung melemah, maka shalat akan terasa berat, puasa menjadi melelahkan, bahkan aktivitas sederhana pun sulit dilakukan. Menurutnya, sulit membayangkan kekhusyukan ibadah ketika kondisi jantung sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, menjaga kesehatan jantung bukan semata urusan medis, melainkan wujud syukur atas amanah fisik yang diberikan Allah SWT.

Ia kemudian mengajak jamaah mewaspadai tekanan darah tinggi atau hipertensi yang kerap dijuluki sebagai silent killer. Banyak orang merasa sehat walaupun tensinya sangat tinggi, bahkan mencapai angka 200, hingga akhirnya tiba-tiba ambruk akibat komplikasi serius. Selain hipertensi, ia juga menjelaskan tentang gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung tidak lagi mampu memompa darah secara optimal. Dampaknya bisa berantai, mulai dari sesak napas karena cairan di paru-paru, tubuh yang cepat lelah, hingga pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Ia menekankan bahwa sesak napas sering kali disalahartikan sebagai asma, padahal bisa menjadi tanda bahwa jantung sudah tidak kuat bekerja, sehingga kontrol rutin tetap penting meskipun tidak ada keluhan yang terasa berat.

Dalam konteks pencegahan, narasumber menyoroti empat faktor risiko utama yang kerap diabaikan masyarakat. Rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif, sama-sama merusak pembuluh darah. Pola makan dengan konsumsi garam dan minyak berlebihan menjadi pemicu utama kolesterol dan tekanan darah tinggi. Aktivitas fisik juga perlu disesuaikan dengan usia; bagi lansia, olahraga tidak harus berat, cukup berjalan kaki di bawah sinar matahari pagi, dengan prinsip olah raga dan bukan siksa raga. Selain itu, stres yang tidak terkelola akan memicu keluarnya hormon-hormon negatif yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.

Related Post

Ustadz Nur Yasin: Hidup Tenang dan Produktif dengan Pemahaman Takdir yang Tuntas

23 Desember 2025

IMM Pasuruan ‘Reboot’ Nalar & Moral Lewat Manifesto DAD Ke-8

13 Desember 2025

PC IMM Pasuruan Raya: Kader IMM Harus Jadi ‘Game Changer’

13 Desember 2025

‘Haram’ Jadi Kader Mubah! PDM Pasuruan Tantang IMM Rebut Posisi Penting

13 Desember 2025

Menariknya, dokter Fahmi juga menyinggung aspek psikologis dan sosial. Menurutnya, banyak penyakit fisik berawal dari beban pikiran yang tidak tersalurkan dengan baik. Komunikasi yang sehat antara suami, istri, dan anak menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan mental. Ia mengingatkan bahwa kehidupan memang melelahkan, tetapi obatnya adalah syukur dan sabar; saat mendapat rezeki bersyukur, saat tertimpa musibah bersabar. Ia juga mengajak jamaah untuk mencukupi kebutuhan vitamin D dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi, karena selain murah, manfaatnya besar dan tersedia gratis sebagai nikmat dari Allah SWT.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keselamatan pasien jantung sangat ditentukan oleh kecepatan penanganan dan ketepatan diagnosis, disertai dengan ketenangan batin. Banyak orang keliru menafsirkan sinyal bahaya tubuh. Keluhan seperti sesak napas atau nyeri dada sering dianggap sepele, bahkan diurut atau dipijat, padahal tindakan tersebut justru dapat menghambat masa krusial penanganan. Ia juga mengingatkan bahwa mudah lelah, misalnya berjalan beberapa meter atau naik tangga sudah terengah-engah, merupakan tanda kuat jantung tidak lagi prima dan akan berdampak besar pada kualitas hidup jika tidak segera dikontrol secara medis.

Di tengah maraknya informasi kesehatan di media sosial, ia memberikan pesan tegas agar jamaah tidak mudah mengikuti saran pengobatan berdasarkan “katanya” di Facebook atau grup WhatsApp. Setiap penyakit bersifat unik, sehingga obat yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. Diagnosis dokter, menurutnya, didasarkan pada data objektif seperti pemeriksaan fisik, rekaman jantung, dan hasil pengukuran tekanan darah. Ia juga membagikan tips melakukan pengukuran tensi mandiri di rumah dengan posisi duduk tenang, tidak berbicara, dan dilakukan secara berkala agar pola tekanan darah dapat terpantau dengan baik.

Dalam penjelasannya, ia mengaitkan manfaat ibadah dengan kesehatan fisik. Gerakan shalat yang dilakukan dengan benar membantu menjaga kelenturan sendi dan otot, sementara sujud yang dilakukan dengan tuma’ninah membantu melancarkan aliran oksigen ke otak. Puasa memberikan kesempatan bagi organ tubuh untuk beristirahat, melakukan detoksifikasi, dan regenerasi sel secara alami. Tidur berkualitas di malam hari, terutama sejak sekitar pukul 21.00 hingga sebelum Subuh, menjadi waktu penting bagi organ hati untuk bekerja maksimal dalam membuang racun dari tubuh.

Selain itu, ia membagikan kebiasaan-kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan jantung dan ginjal. Ia menyarankan agar kebutuhan cairan dipenuhi secara optimal sejak sore hingga menjelang Maghrib, serta menghindari minum berlebihan sesaat setelah makan besar. Dalam hal adab buang air kecil, posisi jongkok dinilai lebih menyehatkan bagi ginjal dan prostat, disertai anjuran memastikan sisa air seni keluar dengan sempurna. Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi asupan garam, gula, serta kopi dan teh berlebihan, khususnya bagi mereka yang telah memasuki usia di atas 40 tahun.

Menutup pengajian, dokter Fahmi menekankan bahwa kesehatan jantung secara fisik sangat erat kaitannya dengan kesehatan hati secara spiritual. Hati yang dipenuhi rasa syukur dan kesabaran akan menjauhkan stres yang merusak pembuluh darah. Ia mengajak jamaah untuk menyeimbangkan ikhtiar medis dengan ikhtiar batin melalui istighfar dan shalawat, seraya mengingatkan bahwa sehat bukan semata soal angka tensi, melainkan tentang ketenangan jiwa yang menjaga tubuh tetap kuat dalam beribadah.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: ahad pagidarul arqom
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Kajian

Ustadz Nur Yasin: Hidup Tenang dan Produktif dengan Pemahaman Takdir yang Tuntas

oleh Firnas Muttaqin
23 Desember 2025
Kabar

IMM Pasuruan ‘Reboot’ Nalar & Moral Lewat Manifesto DAD Ke-8

oleh Muslim Notonegoro
13 Desember 2025
Kabar

PC IMM Pasuruan Raya: Kader IMM Harus Jadi ‘Game Changer’

oleh Muslim Notonegoro
13 Desember 2025
Next Post

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Peresmian dan Launching Gedung Baru SD MuCES: Takdir Baik yang Berikan Ruang Gerak Lebih Luas bagi Siswa

5 Januari 2026

Dua Siswa SD Al Kautsar Beserta Sekolah Yang Lain Terpilih Mewakili Kota Pasuruan dalam Tim Polisi Cilik

8 Januari 2026

Kiai Cepu Pimpin Refleksi Akhir Tahun Bersama Tokoh Lintas Agama di Berkah Fest 2025

1 Januari 2026

Lomba Memasak Warnai Hari Ketiga Berkah Fest 2025, Dua Chef Profesional Menjadi Juri

27 Desember 2025

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

12 Januari 2026

Menjaga Jantung, Menjaga Ibadah

12 Januari 2026

Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Amanah Menjaga Bumi untuk Generasi Mendatang

11 Januari 2026

Kajian Rutin PCA Gadingrejo, Refleksi Tahun Baru untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dan Bermanfaat

11 Januari 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan