Pasuruan, 20 Maret 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Halaman Masjid Al Kautsar, Kota Pasuruan, pagi ini dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam khutbahnya, Dr. Miftakhul Jannah, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum transformasi menuju pribadi yang bertakwa.
Dr. Miftakhul Jannah mengawali khutbah dengan mengingatkan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah untuk meraih ketakwaan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 183. Beliau menegaskan bahwa ketakwaan adalah ukuran kemuliaan seorang hamba di sisi Allah, bukan harta, jabatan, atau status sosial. “Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah tidak menilai dari rupa atau harta kita, tetapi dari hati dan amal perbuatan kita,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, khatib menyoroti fenomena merajalelanya kemaksiatan di tengah masyarakat, termasuk praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum berpendidikan tinggi bahkan yang mengaku memiliki pemahaman agama. Hal ini, menurut beliau, menjadi bukti bahwa kecerdasan intelektual tidak serta-merta menjamin kedekatan seseorang dengan Allah.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia,” kutipnya dari QS. Ar-Rum: 41, seraya mengajak jamaah untuk merenung dan kembali ke jalan yang diridhai Allah.
Tiga pesan utama disampaikan dalam khutbah tersebut. Pertama, jadilah bangsa yang pandai bersyukur dengan menggunakan segala nikmat ilmu, jabatan, dan harta di jalan yang benar. Beliau mengingatkan bahwa semakin tinggi jabatan, semakin berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
Kedua, istiqamah dalam iman dan takwa. Dr. Miftakhul Jannah menekankan bahwa ibadah tidak boleh berhenti setelah Ramadhan. Kebiasaan baik seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan bersedekah harus terus dijaga hingga akhir hayat. Allah telah menjamin kehidupan yang baik bagi mereka yang istiqamah.
Ketiga, menjadi pemimpin keluarga yang mengajak anggota keluarga mendekatkan diri kepada Allah. Beliau mencontohkan Rasulullah SAW yang menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan membangunkan keluarganya untuk beribadah.
Menutup khutbahnya, Dr. Miftakhul Jannah mengajak seluruh jamaah untuk menjadi manusia baru—manusia yang tidak hanya membaca Al-Qur’an tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jadikan hati kita hati Qur’ani, lisan kita lisan Qur’ani, dan perbuatan kita perbuatan Qur’ani,” pungkasnya.
Shalat Idul Fitri dan khutbah berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh ratusan warga yang hadir dari berbagai wilayah Pasuruan dan sekitarnya.











