Pasuruan, 1 April 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Dr. Abu Nasir, M.Ag., di Jalan Kenari, Tembokrejo. Acara silaturahmi Idulfitri 1447 H ini dihadiri oleh jajaran pimpinan harian PDM, pimpinan Organisasi Otonom (Ortom), serta para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kota Pasuruan.
Dalam sambutannya, Abu Nasir menekankan pentingnya menjaga kondusivitas internal organisasi sebagai kunci utama kemajuan. Mengutip pesan tokoh Muhammadiyah almarhum Malik Fadjar, Beliau mengingatkan bahwa sebuah institusi akan kehilangan energi jika terjebak dalam konflik dan perpecahan.
“Pesan beliau hanya satu: jangan ada konflik. Jika sudah ada permusuhan dan perpecahan, energi kita habis hanya untuk menyelesaikan pikiran-pikiran buruk. Mari kita eliminasi sikap, karakter, maupun nafsu kepentingan pribadi yang berpotensi menimbulkan konflik,” tegas Abu Nasir di hadapan para hadirin.
Beliau juga mengapresiasi kerja keras para guru dan karyawan yang telah menjaga eksistensi AUM di Kota Pasuruan. Menurutnya, meski tantangan pendidikan saat ini sangat berat, banyak sekolah Muhammadiyah yang mampu bertahan bahkan berkembang secara dinamis.
“Kami sebagai pimpinan merasa bangga. Di saat banyak lembaga lain mengalami penurunan, sekolah-sekolah kita tetap stabil dan hidup dengan dinamika yang luar biasa. Jangan sampai amal usaha kita masuk ‘ICU’. Kita harus terus bergerak maju agar memberikan manfaat luas bagi umat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Abu Nasir mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk memperbanyak amal jariah melalui pengabdian di persyarikatan. Beliau meyakini bahwa keberlangsungan Muhammadiyah hingga saat ini bukan sekadar faktor manusiawi, melainkan adanya pertolongan Allah SWT (معونة الله) bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas.
“Orang yang sabar dalam mengurus umat, sabar menghadapi tantangan di sekolah, insyaallah akan mendapatkan balasan surga tanpa hisab (bi ghairi hisab). Inilah keberkahan atau ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan dalam hidup kita,” tuturnya dengan nada emosional.
Acara yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB ini juga menjadi momen permohonan maaf dari jajaran pimpinan PDM kepada para praktisi di lapangan. Abu Nasir menyadari bahwa kebijakan pimpinan terkadang belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru dan karyawan, namun Beliau berkomitmen untuk terus memperbaiki komunikasi dan fasilitas bagi AUM ke depan.
Di sela-sela acara, Abu Nasir juga menceritakan pengalamannya yang hampir mengalami kecelakaan akibat kelelahan setelah menjalankan tugas visitasi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di luar kota. Cerita tersebut menjadi pengingat bagi seluruh hadirin akan pentingnya dedikasi sekaligus menjaga keselamatan dalam menjalankan amanah organisasi.
Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama, memperkuat komitmen seluruh elemen Muhammadiyah Kota Pasuruan untuk tetap satu barisan dalam memajukan dakwah melalui jalur pendidikan dan sosial.











