• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pasuruan Gelar Rakerda untuk Siapkan Program 2026

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
4 bulan yang lalu
in Kabar
0
3
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 28 November 2025 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk menyusun Program Semester di Hotel Nasional Pasuruan. Acara yang dihadiri oleh segenap pimpinan ini secara gamblang membedah arah organisasi, menekankan bahwa perjuangan melalui Muhammadiyah adalah misi dakwah, bukan sekadar mencari jabatan atau keuntungan duniawi.

Dalam pemaparannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan, Abu Nasir, menegaskan pentingnya memurnikan niat dalam berorganisasi.

“Misi ini adalah dakwah. Dakwah itu ajak-ajak. Perintah-perintah Qur’an semuanya adalah perintah yang berkaitan dengan misi ini,” ujarnya.

Abu Nasir juga memberikan peringatan keras terhadap praktik-praktik yang tidak sehat dalam organisasi. Ia menekankan agar perjuangan di Muhammadiyah tidak dikotori oleh konflik, perebutan hasil, perebutan uang, atau politik pencitraan.

Related Post

2 Syawal: silaturahmi yang menjebak, perundingan yang menangkap / Lukisan Raden Saleh

2 Syawal, Ajang Silaturahmi yang Menjebak Pangeran Diponegoro

23 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026

“Supaya arahnya benar, tidak konflik, tidak perebutan hasil, tidak perbutan uang. Jangan sampai niatnya sudah meleceh, bukan lagi untuk bisa berjuang, tetapi untuk bermaksud mendapatkan ‘barang’ atau jabatan,” tegasnya.

Tantangan dan Dukungan untuk Kader

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Pimpinan Daerah, M Nur Yasin, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi kader. Berbeda dengan perusahaan yang memiliki supporting system yang jelas, kader Muhammadiyah dituntut untuk mandiri.

“Kita ini tidak ada supporting system, bahkan jaringan pun tidak ada. Kita diminta untuk mandiri, menjaring sendiri, semuanya dari kita,” papar Yasin.

Ia menekankan pentingnya rasa malu kolektif jika pimpinan di level daerah tidak mampu berkontribusi maksimal atau ketika ada kritik dari masyarakat. Refleksi ini, menurutnya, menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan perencanaan yang lebih matang.

Perencanaan sebagai Perubahan Gap

Rakerda ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sejak 2015-2019. Yasin menjelaskan bahwa titik tolak penyusunan program adalah sebuah perubahan gap.

“Gap itu adalah gambaran dari kesenjangan antara apa yang sudah terjadi di masa lalu, kondisi saat ini, dan apa yang kita cita-citakan di masa depan,” jelasnya.

Dia mendorong seluruh jajaran untuk jujur mengidentifikasi apa yang sudah dicapai dan apa yang belum. Misalnya, terkait belum adanya usaha ekonomi yang besar atau perkembangan sekolah yang masih terbatas. Mimpi, menurutnya, harus diwujudkan dalam action plan yang nyata.

“Orang yang tidur itu pasti bangun. Ketika mimpi itu kita tidur, maka ketika bangun, mimpi harus diwujudkan,” serunya.

Prinsip dan Kerangka Perencanaan yang Jelas

Yasin memaparkan kerangka penyusunan program kerja yang efektif, berpedoman pada fungsi manajemen: Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Setiap program harus menjawab pertanyaan 5W+1H (What, Why, Who, Where, When, dan How much).

Prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh dalam menjalankan program adalah:

  1. Integritas: Memegang teguh prinsip-prinsip dan etika organisasi.
  2. Kebersamaan: Menjalin sinergi antaranggota.
  3. Profesionalisme: Bekerja dengan skor kinerja yang tinggi.
  4. Keadilan: Memastikan peluang dan perlakuan yang adil bagi semua anggota.
  5. Inovasi: Mendorong ide baru dan solusi kreatif.

Hikmah dari Hadis Jibril sebagai Panduan Bekerja

Sesi dilanjutkan dengan sharing inspiratif dari salah satu pimpinan yang mengambil hikmah dari Hadis Jibril. Ia menganalogikan pertanyaan dalam hadis tersebut (Iman, Islam, Ihsan, dan Kiamat) dengan merancang program kerja.

“Iman adalah why (mengapa kita mengerjakan), Islam adalah what (apa yang dikerjakan), Ihsan adalah how (bagaimana mengerjakannya), dan Kiamat adalah when (kapan dan berapa lama),” jelasnya.

Ia menutup dengan sebuah filosofi perencanaan yang dalam: “Rencanakanlah masa depanmu dengan sebaik-baiknya, lalu kerjakanlah perencanaan itu dengan sebaik-baiknya pula. Dan yakinlah bahwa rencana-rencanamu itu pasti tidak terjadi, karena yang terjadi adalah rencana Allah.”

Rakerda ini diharapkan menjadi panduan operasional bagi seluruh jajaran Muhammadiyah Kota Pasuruan untuk enam bulan ke depan, dengan fokus pada penguatan dakwah yang substantif dan pemberdayaan organisasi yang berintegritas.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Share1Tweet1Share
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

2 Syawal: silaturahmi yang menjebak, perundingan yang menangkap / Lukisan Raden Saleh
Sejarah

2 Syawal, Ajang Silaturahmi yang Menjebak Pangeran Diponegoro

oleh Marjoko
23 Maret 2026
Kabar

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

oleh Muslim Notonegoro
20 Maret 2026
Kabar

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

oleh Firnas Muttaqin
20 Maret 2026
Next Post

Integritas dalam Kepemimpinan: Pesan Kuat di Penutupan Rakerda Muhammadiyah Pasuruan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026

Muhammadiyah Kota Pasuruan Siapkan 6 Titik Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Ini Daftar Lengkapnya

12 Maret 2026 - Updated On 13 Maret 2026
2 Syawal: silaturahmi yang menjebak, perundingan yang menangkap / Lukisan Raden Saleh

2 Syawal, Ajang Silaturahmi yang Menjebak Pangeran Diponegoro

23 Maret 2026

Ustaz Miftakhul Jannah Mengajak Menjadi Manusia Bertakwa Pasca Ramadhan

20 Maret 2026

Momentum Idul Fitri 1447 H, Jamaah di Lapangan SLB Wironini Diajak Jaga “Ritme” Ibadah Pasca Ramadan

20 Maret 2026
Dosa adalah malware yang merusak sistem fitrah, dan Ramadhan adalah proses reset total atas virus-virus keburukan.

Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Baiturrahman: Rekonstruksi Jiwa Menuju Fitrah Orisinal

20 Maret 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan