Aktivitas kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah kini dapat dilakukan melalui satu ekosistem digital. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menghadirkan My IPM V2 untuk mempermudah akses layanan keanggotaan, organisasi, kegiatan, serta pengembangan pengetahuan.
Platform tersebut dapat diakses melalui ipm.my.id dan diperkenalkan melalui kampanye “Kuning. Keren.” Pembaruan My IPM membawa perubahan dari portal informasi menjadi pusat layanan digital yang lebih terintegrasi.
Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram menyampaikan bahwa My IPM V2 dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan kader dan pimpinan organisasi.
“My IPM V2 kami hadirkan bukan sekadar sebagai portal informasi, tetapi sebagai ekosistem digital yang menghubungkan kebutuhan kader, organisasi, kegiatan, dan pengembangan pengetahuan dalam satu pintu,” kata Danny.
Administrasi dan Kaderisasi dalam Satu Sistem

My IPM V2 menghubungkan layanan Kader IPM, Org IPM, Event IPM, dan Pena IPM. Setiap layanan memiliki fungsi yang berbeda sehingga kader dapat mengaksesnya sesuai kebutuhan.
Melalui Kader IPM, anggota dapat mengakses identitas keanggotaan digital, mengembangkan minat dan bakat, serta melihat potensi pengembangan dirinya.
Layanan tersebut menjadi penting karena kaderisasi tidak hanya berkaitan dengan pelatihan formal. Pengembangan kader juga membutuhkan data keanggotaan, pemetaan potensi, dan keberlanjutan pendampingan.
Pada sisi tata kelola, Org IPM disediakan untuk membantu administrasi dan manajemen organisasi. Pengurus dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menata data serta aktivitas kelembagaan secara lebih terstruktur.
Kehadiran Org IPM diharapkan dapat mengurangi penyimpanan data organisasi yang tersebar dalam berbagai aplikasi, perangkat, maupun dokumen pribadi pengurus.
Sementara itu, Event IPM menjadi layanan yang menghubungkan kader dengan berbagai kegiatan. Kader dapat mencari informasi agenda, mendaftarkan diri, serta mengikuti program yang diselenggarakan oleh pimpinan IPM di berbagai tingkatan.
Pena IPM melengkapi ekosistem tersebut sebagai ruang publikasi tulisan dan gagasan kader. Melalui layanan itu, aktivitas organisasi tidak hanya berhenti sebagai kegiatan, tetapi juga dapat didokumentasikan menjadi pengetahuan.
Siapkan Layanan Berbasis AI
Selain empat layanan utama, PP IPM juga menyiapkan Qalam AI dan Misykat. Pengembangan Qalam AI menunjukkan upaya IPM dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung kebutuhan kader.
Pemanfaatan AI dalam organisasi dapat diarahkan untuk membantu pengolahan informasi, produksi pengetahuan, dan pengembangan aktivitas belajar. Namun, penggunaannya tetap memerlukan literasi digital dan etika yang memadai.
Dalam materi pengenalannya, My IPM mencantumkan lebih dari 90 ribu anggota dan lebih dari 300 kegiatan. Data tersebut menjadi modal awal bagi pengembangan ekosistem digital yang menjangkau kader secara nasional.
Danny menyatakan bahwa platform tersebut diharapkan dapat digunakan oleh seluruh kader dan pimpinan IPM.
“Kami ingin seluruh kader dapat merasakan manfaat platform ini, mulai dari mengakses identitas keanggotaan, mengikuti kegiatan, mengelola organisasi, sampai menghasilkan karya dan gagasan yang bermanfaat bagi gerakan,” ujarnya.
Pengembangan My IPM V2 selanjutnya perlu memperhatikan pembaruan data, keamanan informasi, kestabilan sistem, dan kemudahan penggunaan. Sosialisasi juga diperlukan agar kader di tingkat cabang dan ranting tidak tertinggal dalam pemanfaatan platform.
Jika dikelola secara konsisten, My IPM V2 dapat menjadi pusat administrasi, kaderisasi, kegiatan, dan literasi digital Pelajar Muhammadiyah. Platform ini sekaligus menandai perubahan cara kader menjalankan organisasi dari sistem yang tersebar menuju ekosistem yang lebih terintegrasi.
Penulis : Yudhistira Ananta (Ketua PP IPM Bidang Organisasi)












