• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Bendahara PP Muhammadiyah Ungkap Alasan Bimtek Guru Dipadatkan Jadi 5 Hari

Muslim Notonegoro oleh Muslim Notonegoro
9 bulan yang lalu
in Kabar
0
12
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sofyan, M.T., mengungkapkan alasan di balik pemadatan jadwal Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para guru Muhammadiyah menjadi lima hari. Menurutnya, model yang merupakan penyempurnaan dari versi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini dirancang agar lebih padat makna dan efisien.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam acara Bimtek Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya, Rabu (10/9/2025).

Acara di Surabaya ini merupakan bagian dari program kolaborasi berskala masif antara Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dengan Kemendikdasmen yang digelar di 39 region se-Indonesia. “Program ini diselenggarakan di 39 region, terdiri dari 38 provinsi dan satu untuk Training of Trainers (ToT). Semua formatnya sama, lima hari,” kata Sofyan.

Ia menjelaskan bahwa kurikulum standar dari Kemendikdasmen sejatinya berdurasi tujuh hari. Namun, setelah melalui evaluasi internal, tim Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah memutuskan untuk memadatkannya.

Related Post

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026

“Setelah kami amati dengan tim, pelatihan yang diadakan Kemendikdasmen itu terlalu banyak mengerjakan LKS. Kedua, banyak sekali ice breaking, dan kebanyakan ice breaking tidak ada korelasinya dengan materi,” ungkap Sofyan.

Muhammadiyah, lanjutnya, lantas merancang ulang kurikulum dengan rincian dua hari untuk Pembelajaran Mendalam (PM), dua hari untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), dan satu hari untuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). “Nah, Muhammadiyah ingin menyempurnakan versi Kemendikdasmen dengan hanya lima hari saja namun padat makna. Dan alhamdulillah, diapresiasi juga oleh Kemendikdasmen,” ujarnya

Sofyan, yang mengaku kehadirannya atas perintah langsung sekretaris PP Muhammadiyah, Izul Muslimin, menyebut bahwa fasilitator dalam program ini merupakan praktisi-praktisi unggul tingkat nasional dari Kemendikdasmen dan Muhammadiyah. Ia menambahkan, pada hari yang sama, acara serupa juga serentak digelar di region Jawa Barat dan Kalimantan Barat.

“Masing-masing region rata-rata 100 peserta, kecuali provinsi besar seperti Jatim ini 200 peserta,” rincinya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi pendidikan Muhammadiyah. “Murid kita ini senasional kurang lebih 7 juta. Angka ini sangatlah sedikit mengingat AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) pendidikan kita sangat banyak sekali. Kita tentu harus berbenah,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dan teladan, Sofyan menyatakan dirinya diperintahkan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir. “Mohon izin, saya diperintah PP Muhammadiyah harus membersamai dari awal sampai akhir. Kita di PP sudah dianjurkan, diwajibkan demikian. Dan ini harus menjadi contoh karakter Muhammadiyah juga di daerah,” pungkasnya.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Share5Tweet3Share1
Muslim Notonegoro

Muslim Notonegoro

Related Posts

Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com
Opini

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

oleh Nashrul Muminin
2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)
Kajian

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

oleh Suharsono
2 Juni 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)
Cerpen

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

oleh Suharsono
1 Juni 2026
Next Post

Sekretaris PP Muhammadiyah: Analisis Big Data Kami Tunjukkan Hanya 10 Persen Amal Usaha yang Bagus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Cinta bisa tumbuh berbeda, tetapi pernikahan kokoh ketika dibangun di atas akidah yang sama. (ilustrasi: shutterstock.com

Cinta Beda Mazhab antara Muhammadiyah dan NU: Ketika Hati Bertemu, Haruskah Pernikahan Berpisah?

2 Juni 2026
Burung yang rajin berzikir pun bisa mati dengan suara kreek, bagaimana dengan kita (foto: Suharsono/pasmu.id)

Renungan Fajar: Ketika Burung Berzikir Mengajarkan Kita Tentang Kematian

2 Juni 2026
Istri shalihah bukan sekadar pendamping, melainkan benteng yang menggagalkan tipu daya setan. (Ilustrasi: shutterstock.com)

Istri Shalihah, Benteng Rumah Tangga dari Tipu Daya Setan

1 Juni 2026
1 Juni bukan sekadar sejarah; Pancasila adalah kompas persatuan yang menjaga Indonesia tetap utuh. (Ilustrasi: AI)

Juni Bukan Sekadar Juni, Hari Lahir Pancasila yang Penuh Makna dan Misteri Sejarah

1 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan