• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Ramadhan dan “Boros” ala Nabi: Saat Pengeluaran Membengkak Justru Menjadi Investasi Akhirat

Marjoko oleh Marjoko
38 detik yang lalu
in Opini
0
Pengeluaran membengkak di Ramadhan bukan karena kita boros, tapi karena kita sedang berinvestasi untuk keabadian.

Pengeluaran membengkak di Ramadhan bukan karena kita boros, tapi karena kita sedang berinvestasi untuk keabadian.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Bulan Ramadhan selalu hadir dengan berkah yang melimpah, namun tak jarang juga diiringi dengan “kekhawatiran” ringan di kalangan Masyarakat, pengeluaran membengkak. Seorang teman pernah berkeluh kesah kepada saya, “Selama Ramadhan, pengeluaranku selalu lebih besar dari bulan-bulan biasa.”

Fenomena ini menarik untuk direnungkan. Mengapa di bulan yang mengajarkan kita menahan diri dari makan dan minum, justru kita menjadi lebih “royal” dalam mengeluarkan uang?

Setelah berdiskusi panjang, kami sampai pada sebuah kesimpulan yang menenangkan. Selama pengeluaran yang membengkak itu digunakan untuk kebaikan, bersedekah lebih banyak, mentraktir teman berbuka, berdonasi untuk masjid dan yayasan, hingga mengirimkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keluarga dan sanak saudara, maka itu adalah “aman”. Lebih dari sekadar aman, itu adalah sunnah yang mulia.

Kita mungkin khawatir menjadi boros, padahal Allah telah memperingatkan dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan” (QS. Al-Isra: 27). Namun, ada jurang pemisah yang tebal antara boros karena setan dan dermawan karena mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Related Post

Waktu adalah kekayaan termahal yang menentukan nasib manusia di hari pertanggungjawaban, jauh melampaui segala harta duniawi.

Bukan Uang, Inilah Aset Paling Berharga Manusia Menurut Ustadz Suharsono

27 Februari 2026
Ustadz Baidowi Ingatkan Jamaah Masjid Al Ukhuwah: Jangan Sampai Puasa Ludes Akibat Kebangkrutan Spiritual di Akhirat.

Jangan Jadi Muslim yang ‘Bangkrut’! Ini Penjelasan Ustadz Baidowi

27 Februari 2026

Jangan Pernah Tinggalkan Sahur! Ust. Heru Winarno Ungkap Keajaiban di Balik Seteguk Air di Saat Sahur

26 Februari 2026

Ustadz Anang Abdul Malik: Jika Bertemu Dua Hal Ini, Begini Sikap Orang Beriman

25 Februari 2026

Kedermawanan di bulan Ramadhan adalah teladan yang tak terbantahkan dari Nabi kita. Sahabat mulia, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, menggambarkan akhlak mulia ini dengan sangat indah. Beliau berkata:

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini bukan sekadar informasi sejarah, melainkan sebuah instruksi spiritual. Di bulan yang penuh rahmat ini, Rasulullah SAW bahkan digambarkan lebih cepat dalam berbuat kebaikan daripada angin yang berhembus. Artinya, ada peningkatan kualitas dan kuantitas dalam kedermawanan beliau. Inilah “pembengkakan pengeluaran” yang paling ideal. Beliau mengajarkan kita bahwa Ramadhan adalah momentum untuk meluaskan hati dan tangan, bukan untuk menahan keduanya.

Namun, di sinilah letak kewaspadaan yang perlu kita asah. Yang harus kita evaluasi dengan jujur adalah jika pengeluaran ugal-ugalan itu ternyata hanya untuk memuaskan ego. Saat kita makan berlebihan di meja berbuka, jajan takjil hingga mubazir, atau membeli pakaian baru bukan karena kebutuhan, melainkan sekadar mengikuti tren dan gengsi. Perilaku ini justru menunjukkan ketidakmampuan kita dalam menahan diri, sebuah ironi di tengah latihan pengendalian hawa nafsu selama berpuasa.

Semakin dewasa secara spiritual, kita akan menyadari sebuah kebenaran mendalam: Ramadhan pada hakikatnya adalah tentang berbagi, bukan sekadar menerima. Ia bukan tentang seberapa banyak makanan yang masuk ke perut kita saat berbuka, tetapi seberapa banyak manfaat yang keluar dari tangan kita untuk orang lain.

Maka, ketika dompet terasa lebih tipis di akhir Ramadhan, janganlah bersedih. Justru di situlah letak keberkahannya. Harta yang kita keluarkan untuk bersedekah, untuk menyenangkan saudara, dan untuk membantu sesama, adalah investasi jangka panjang. Hasilnya tidak akan kita lihat dalam bentuk saldo bank yang bertambah, tetapi akan kita petik dengan ranum kelak di akhirat.

Jadi, biarlah pengeluaran kita membengkak di bulan yang mulia ini, asalkan “kebengkakan” itu adalah karena kita sedang berlatih untuk menjadi pribadi yang dermawan, sebagaimana Rasulullah SAW. Karena rezeki yang keluar di jalan Allah tidak akan pernah berkurang; ia akan menjelma menjadi pahala yang kekal dan keberkahan yang terasa hingga ke liang lahat. Selamat bermurah hati!

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: keuanganpengeluaranramadhan
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Waktu adalah kekayaan termahal yang menentukan nasib manusia di hari pertanggungjawaban, jauh melampaui segala harta duniawi.
Kajian

Bukan Uang, Inilah Aset Paling Berharga Manusia Menurut Ustadz Suharsono

oleh Firnas Muttaqin
27 Februari 2026
Ustadz Baidowi Ingatkan Jamaah Masjid Al Ukhuwah: Jangan Sampai Puasa Ludes Akibat Kebangkrutan Spiritual di Akhirat.
Kabar

Jangan Jadi Muslim yang ‘Bangkrut’! Ini Penjelasan Ustadz Baidowi

oleh Marjoko
27 Februari 2026
Sahur itu bukan tentang kenyang, tapi tentang keberkahan yang Allah titipkan di setiap suapan.
Kajian

Jangan Pernah Tinggalkan Sahur! Ust. Heru Winarno Ungkap Keajaiban di Balik Seteguk Air di Saat Sahur

oleh Suharsono
26 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026

Tak Disangka! Di Balik Khotmul Quran SD Al Kautsar, Muncul Hafidzah Cilik 10 Juz yang Menginspirasi

14 Februari 2026 - Updated On 15 Februari 2026
Gebyar Al-Kautsar 2026

Gebyar Al Kautsar 2026, Panggung Kreativitas dan Prestasi Siswa SD Al Kautsar Kota Pasuruan

31 Januari 2026

In Memoriam H. Saiful Hadi, Kesaksian Rekan Seperjuangan

21 Februari 2026
Pengeluaran membengkak di Ramadhan bukan karena kita boros, tapi karena kita sedang berinvestasi untuk keabadian.

Ramadhan dan “Boros” ala Nabi: Saat Pengeluaran Membengkak Justru Menjadi Investasi Akhirat

27 Februari 2026
Waktu adalah kekayaan termahal yang menentukan nasib manusia di hari pertanggungjawaban, jauh melampaui segala harta duniawi.

Bukan Uang, Inilah Aset Paling Berharga Manusia Menurut Ustadz Suharsono

27 Februari 2026
Ustadz Baidowi Ingatkan Jamaah Masjid Al Ukhuwah: Jangan Sampai Puasa Ludes Akibat Kebangkrutan Spiritual di Akhirat.

Jangan Jadi Muslim yang ‘Bangkrut’! Ini Penjelasan Ustadz Baidowi

27 Februari 2026
Sahur itu bukan tentang kenyang, tapi tentang keberkahan yang Allah titipkan di setiap suapan.

Jangan Pernah Tinggalkan Sahur! Ust. Heru Winarno Ungkap Keajaiban di Balik Seteguk Air di Saat Sahur

26 Februari 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan