• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik
  • Cerpen

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Lentera yang Tetap Menyala

Dary Yumna Joesi oleh Dary Yumna Joesi
26 detik yang lalu
in Opini
0
Kelajangan bukan kekalahan, melainkan ruang sunyi untuk memenangkan cinta kepada-Nya. (Ilustrasi: AI)

Kelajangan bukan kekalahan, melainkan ruang sunyi untuk memenangkan cinta kepada-Nya. (Ilustrasi: AI)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Di tengah hiruk-pikuk interogasi sosial yang kerap melabeli lelaki lajang seusia senja sebagai sosok yang “kalah” atau “tidak lurus”, seorang dosen dan penulis pemikiran Islam berusia 40 tahun justru menemukan makna kemerdekaan jiwa melalui kesendirian yang bermartabat. Hurairah, demikian ia akrab disapa, menjalani hari-harinya dengan rambut yang telah memutih sempurna menyamai warna jubah katun yang kerap ia kenakan, ditemani aroma kopi hitam dan wangi lembaran kertas tua di perpustakaan pribadinya yang memuat ribuan kitab.

Pertanyaan bernada interogasi masih kerap mampir di sela-sela kajian atau saat berkumpul dengan keluarga besar: “Sudah mapan, punya ilmu, rumah ada, lalu tunggu apa lagi? Mengapa memilih kalah dan menyerah pada takdir pernikahan?” Kata “kalah” selalu menjadi penekanan yang getir. Namun Hurairah hanya tersenyum. Baginya, ia tidak pernah memilih untuk kalah. Ia hanya memilih untuk tunduk pada skenario yang sudah dituliskan di Lauh Mahfuzh.

Sore itu, keponakannya, Jihan (28), yang sedang dilanda kecemasan karena beberapa kali proses taaruf kandas di tengah jalan, datang berkunjung. “Paman hidup sendiri, tapi rumah ini rasanya begitu damai. Apakah Paman tidak pernah merasa kesepian? Atau merasa gagal sebagai seorang lelaki muslim karena tidak menggenapkan separuh agama?” tanya Jihan.

Hurairah lalu mengajak keponakannya meneladani kisah Abu Hurairah RA, sang perawi hadis terbanyak yang menjadi bagian dari Ahlus Suffah—para sahabat yang tinggal di emperan Masjid Nabawi. “Beliau memilih hidup dalam kefakiran dan kelajangan dalam waktu yang sangat lama demi bisa duduk di dekat Rasulullah, menghafal setiap sabda, dan menjaga warisan Islam,” jelas Hurairah. “Beliau tidak menyibukkan diri dengan urusan duniawi atau mencari nafkah untuk keluarga karena jiwanya sudah diwakafkan untuk ilmu.”

Related Post

No Content Available

Hurairah menegaskan bahwa jodoh adalah wilayah Qadha’—ketetapan Allah yang misterius. Ketika seorang lelaki telah berikhtiar namun takdir belum mempertemukannya dengan belahan jiwa, maka kesendirian bukanlah aib, melainkan tugas baru. “Menjadi lajang sampai akhir hayat bukan berarti kita mengibarkan bendera putih pada kehidupan. Ketika Allah tidak memberi paman amanah untuk menjaga seorang istri dan anak, paman paham bahwa Allah sedang meminta paman menjaga hal lain: ilmu pengetahuan, para santri, dan umat.”

Hurairah tidak menafikan ada malam-malam di mana sunyi terasa begitu pekat. Namun di sepertiga malam, saat seluruh kota tertidur, ia justru menemukan “pasangan” dialognya yang paling mesra melalui hamparan sajadah. “Pernikahan adalah ujian bagaimana kita berbagi ego. Sedangkan kelajangan yang dipaksakan oleh takdir adalah ujian bagaimana kita mengelola sepi menjadi energi yang maslahat.”

Dengan meneladani spirit kesetiaan ilmu dari sahabat nabi, Hurairah membuktikan bahwa mencintai Allah dengan seluruh sisa hidup bisa dilakukan dalam bentuk apa pun—termasuk melalui kesendirian yang bermartabat. Malam itu, Jihan pulang dengan hati yang jauh lebih ringan. Sementara Hurairah kembali membuka lembaran kertas baru, mencelupkan penanya, dan mulai menulis.

Editor: Marjoko

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: Lentera
ShareTweetShare
Dary Yumna Joesi

Dary Yumna Joesi

Mechanical Engineering graduate specializing in materials, manufacturing, and energy conversion, currently serving as an Automotive Engineering teacher and school data administrator (operator) at SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan. \,,/ Just Enjoyneering this life \,,/

Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi Hutan Wakaf Muhammadiyah/Generate by AI

Muhammadiyah akan Bangun Hutan di Lahan Wakaf, Lengkap dengan Vegetasi dan Laboratorium Ekologi

14 Mei 2026
Prestasi membanggakan SD Al Kautsar dalam Ujian TKA 2025–2026, wujud generasi islami, berkarakter, dan berprestasi. (Ilustrasi: pasmu.id)

Siswa SD Al Kautsar Tunjukkan Hasil Terbaik di Ujian TKA

29 Mei 2026
Pekerja rehab Masjid Darul Arqom kaget temukan sarang tawon di lubang kubah kecil, lalu lapor takmir hingga BPBD diterjunkan/Foto Agus pasmu.id

Proyek Rehab Masjid Darul Arqom Terganggu, Pekerja Temukan Sarang Tawon Raksasa di Lubang Kubah Kecil

17 Mei 2026
Iduladha yang disertai pelaksanaan khutbah oleh para khatib di berbagai titik wilayah Kota Pasuruan/Ilustrasi AI

Catat 6 Lokasi Sholat Idul Adha di Kota Pasuruan dan Imbauan Penting Ini!

18 Mei 2026
Kelajangan bukan kekalahan, melainkan ruang sunyi untuk memenangkan cinta kepada-Nya. (Ilustrasi: AI)

Lentera yang Tetap Menyala

15 Juni 2026
Sabuk biru bukan hadiah, melainkan saksi bisu perjuangan panjang kader Tapak Suci yang tak kenal lelah. (Foto:Nashrul Mu'minin/Pasmu.id)

Sabuk Biru Itu Bukan Hadiah, Tapi Bukti Perjuangan

15 Juni 2026
Ust. Nur Adi Septyanto mengajak jamaah Masjid Al Kautsar meneladani keteguhan iman kaum Anshar. (foto: Suharsono/pasmu.id)

Ustaz Nur Adi Septyanto Kupas Hikmah Baitul Aqabah di Masjid Al Kautsar

14 Juni 2026
Ustadz dr. Tjatur: istighfar menenangkan jiwa, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung kesehatan tubuh. (foto: Firnas/pasmu.id)

Sehat dengan Istighfar, Ustadz dr. Tjatur Priambodo Paparkan Kaitan Spiritualitas dan Kesehatan di Masjid Darul Arqam

14 Juni 2026

© 2026 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2026 PasMu - Media Pencerahan