• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

Nurul Mawaridah oleh Nurul Mawaridah
27 detik yang lalu
in Opini
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi, digitalisasi, dan budaya media sosial telah melahirkan gaya hidup baru yang sering disebut sebagai kekinian. Fenomena ini memengaruhi cara berpikir, berinteraksi, hingga cara seseorang memaknai hidup. Dalam konteks ini, Islam kerap dipersepsikan sebagai ajaran yang bertentangan dengan modernitas. Padahal, Islam justru hadir sebagai pedoman hidup yang relevan di setiap zaman, termasuk di era kekinian.

Islam tidak menolak perubahan. Sejak awal, Islam mendorong umatnya untuk berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini ditegaskan dalam prinsip shalih li kulli zaman wa makan, bahwa ajaran Islam senantiasa sesuai dengan waktu dan tempat. Oleh karena itu, menjadi Muslim di era modern bukan berarti harus meninggalkan nilai-nilai agama, melainkan mampu mengintegrasikan kemajuan zaman dengan tuntunan syariat.

Gaya hidup kekinian identik dengan pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial. Platform digital dapat menjadi sarana produktif jika digunakan secara bijak. Dalam Islam, setiap aktivitas, termasuk di dunia maya, tidak terlepas dari nilai pertanggungjawaban. Umat Islam diajarkan untuk menjaga lisan, sikap, dan etika, baik dalam pergaulan langsung maupun melalui ruang digital. Konten yang dibagikan seharusnya membawa manfaat, menghindarkan dari hoaks, ujaran kebencian, dan perilaku yang merugikan orang lain.

Selain itu, Islam juga mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Nilai ini sangat relevan dengan semangat generasi kekinian yang kreatif dan inovatif. Berkarya di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, maupun dakwah digital merupakan bentuk kontribusi nyata umat Islam dalam membangun peradaban modern.

Related Post

Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Amanah Menjaga Bumi untuk Generasi Mendatang

11 Januari 2026

Peresmian dan Launching Gedung Baru SD MuCES: Takdir Baik yang Berikan Ruang Gerak Lebih Luas bagi Siswa

5 Januari 2026

Puncak Berkah Fest 2025 Heboh! Alka Band Tampil Memukau

5 Januari 2026

Bukan Festival Biasa! Imam Hambali Beberkan Rahasia “Beri untuk Negeri” di Berkah Fest 2025.

5 Januari 2026

Namun, gaya hidup kekinian juga menghadirkan tantangan, seperti budaya konsumtif, pencarian popularitas semu, serta tekanan mental akibat perbandingan sosial di media digital. Islam menawarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Prinsip wasathiyah atau moderasi mengajarkan umat untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan mampu mengendalikan diri. Kesadaran spiritual melalui ibadah, dzikir, dan refleksi diri menjadi penopang ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan modern.

Islam juga menempatkan akhlak sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Modernitas tanpa akhlak akan melahirkan krisis moral. Oleh karena itu, Muslim kekinian dituntut untuk tidak hanya cerdas secara intelektual dan digital, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial tetap menjadi nilai inti yang harus dijaga.

Dengan demikian, Islam dan gaya hidup kekinian bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Islam justru memberikan arah agar umat mampu menjalani kehidupan modern secara bermakna. Dengan memadukan iman, ilmu, dan akhlak, umat Islam dapat menjadi bagian aktif dari perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai hamba Allah.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: gaya hidupislam
ShareTweetShare
Nurul Mawaridah

Nurul Mawaridah

Related Posts

Opini

Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Amanah Menjaga Bumi untuk Generasi Mendatang

oleh Nurul Mawaridah
11 Januari 2026
Kabar

Peresmian dan Launching Gedung Baru SD MuCES: Takdir Baik yang Berikan Ruang Gerak Lebih Luas bagi Siswa

oleh Firnas Muttaqin
5 Januari 2026
Kabar

Puncak Berkah Fest 2025 Heboh! Alka Band Tampil Memukau

oleh Marjoko
5 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Peresmian dan Launching Gedung Baru SD MuCES: Takdir Baik yang Berikan Ruang Gerak Lebih Luas bagi Siswa

5 Januari 2026

Dua Siswa SD Al Kautsar Beserta Sekolah Yang Lain Terpilih Mewakili Kota Pasuruan dalam Tim Polisi Cilik

8 Januari 2026

Kiai Cepu Pimpin Refleksi Akhir Tahun Bersama Tokoh Lintas Agama di Berkah Fest 2025

1 Januari 2026

Lomba Memasak Warnai Hari Ketiga Berkah Fest 2025, Dua Chef Profesional Menjadi Juri

27 Desember 2025

Islam dan Gaya Hidup Kekinian

12 Januari 2026

Menjaga Jantung, Menjaga Ibadah

12 Januari 2026

Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Amanah Menjaga Bumi untuk Generasi Mendatang

11 Januari 2026

Kajian Rutin PCA Gadingrejo, Refleksi Tahun Baru untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dan Bermanfaat

11 Januari 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan