• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Opini

Affan Kurniawan Mati Dilindas, bukan Terlindas!

Marjoko oleh Marjoko
5 jam yang lalu
in Opini
0
Image: Made by AI Generator

Image: Made by AI Generator

2
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Teruntuk seluruh rakyat Indonesia, mari kita sejenak berhenti dan merenungkan. Dalam pusaran informasi yang bergemuruh pasca-demonstrasi semalam, ada satu hal krusial yang luput dari pengamatan kita, yaitu bagaimana kata-kata dibentuk dan dipelintir. Kata-kata, yang seharusnya menjadi jembatan menuju kebenaran, kini justru dijadikan alat untuk mengaburkan realitas. Ini bukan lagi soal opini, melainkan pertarungan sengit atas definisi kebenaran.

Kita semua menyaksikan, bahkan mungkin merasakan sendiri, pilu yang menusuk hati saat mendengar kabar tragis tentang Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring. Ia tewas dilindas sebuah mobil anti-peluru. Kata kunci di sini adalah “dilindas.” Kata ini tegas, lugas, dan tak bisa disangkal. Ia menggambarkan sebuah tindakan yang agresif, sengaja, dan penuh kekerasan. Namun, dalam sekejap mata, beberapa media mainstream, yang seharusnya menjadi pilar keadilan, justru memilih kata yang berbeda: “terlindas.”

Apakah perbedaannya sekecil itu? Tentu saja tidak. Kata “terlindas” seolah-olah menyiratkan sebuah kecelakaan, sebuah peristiwa yang tak disengaja. Seolah-olah nyawa Affan Kurniawan hanya korban dari sebuah insiden tak terduga, bukan hasil dari tindakan yang disengaja. Padahal, rekaman video yang beredar luas di tengah masyarakat menunjukkan gambaran yang sangat berbeda. Akal sehat kita, nurani kita, dengan lantang berteriak bahwa itu bukanlah kecelakaan. Itu adalah tindakan yang disengaja, sebuah tindakan yang merenggut nyawa anak bangsa.

Namun, pengaburan fakta tak berhenti sampai di situ. Sebagian stasiun televisi, yang seharusnya menjadi mata dan telinga rakyat, justru memilih untuk menyorot hal-hal remeh-temeh. Mereka lebih memilih mengabarkan berita yang tidak relevan, seakan-akan nyawa seorang rakyat kecil tak sebanding dengan razia parkir atau berita hiburan.

Related Post

No Content Available

Ini bukan sekadar bias berita; ini adalah pengendalian informasi. Sebuah upaya sistematis untuk mengalihkan perhatian kita dari tragedi yang sesungguhnya. Mereka mencoba membiaskan mata kita, membuat kita lupa bahwa ada nyawa yang melayang, ada keluarga yang menangis, dan ada keadilan yang harus ditegakkan.

Jika kita diam, maka ruang publik kita akan terus dipenuhi oleh narasi yang memihak, narasi yang menguntungkan penguasa, dan narasi yang menyingkirkan suara korban. Kehilangan Affan Kurniawan akan menjadi sia-sia. Kematiannya akan menjadi sekadar angka dalam laporan, sebuah catatan kaki yang tak memiliki makna.

Oleh karena itu, ini saatnya kita berdiri tegak dan bersuara. Jangan biarkan kata-kata dipermainkan. Ketika ada media yang menggunakan kata “terlindas,” koreksi dengan lantang: “Itu dilindas!” Kita memiliki kewajiban moral untuk menjaga kebenaran, untuk memastikan bahwa tragedi ini tidak dilupakan.

Kita harus membuktikan bahwa kita, rakyat Indonesia, tidak bisa dibungkam dan dikendalikan hanya dengan permainan bahasa. Fakta tetaplah fakta. Kematian Affan Kurniawan adalah sebuah fakta, dan suara kebenaran tidak boleh dibungkam. Mari kita jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: aksidemodprperjuangan
Share1Tweet1Share
Marjoko

Marjoko

Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Foto: Afif/Pasmu

Ikrar Wakaf Tanah 6.565 m² untuk SPEAM Putri: Warisan Amal Abadi Almarhum H. Abdur Rauf

6 Agustus 2025 - Updated On 7 Agustus 2025

MKKS SMP Swasta Kota Pasuruan Meriahkan Fun Games Kemerdekaan HUT RI ke-80

14 Agustus 2025
Foto oleh Yogi Arfan/Pasmu

Kiai Cepu, Satu-satunya Kader Muhammadiyah yang Menjadi Dosen di Institut Agama Buddha

11 Agustus 2025

Di Atas Tanah Wakaf 6.656 m², SPEAM Putri Siap Cetak Santri Entrepreneur Berkarakter Islami

7 Agustus 2025
Image: Made by AI Generator

Affan Kurniawan Mati Dilindas, bukan Terlindas!

30 Agustus 2025

Energi Kebaikan, Jalan Menuju Ketenangan: Refleksi dari Khutbah Jumat Ustadz Mustaqim Ismail

29 Agustus 2025
Foto: Pemkot Pasuruan

Pemkot Pasuruan Gelar Pembinaan Ormas Bidang Keagamaan, Apresiasi Peran Muhammadiyah

28 Agustus 2025
Foto: Pemkot Pasuruan

Kejaksaan dan DPRD Pasuruan Ajak Masyarakat Perangi Judi Online, Hoaks, dan Narkoba

28 Agustus 2025

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan