Pasuruan, 14 Februari 2026 – Suasana takjub dan bangga menyelimuti pelaksanaan Khotmul Quran dan Imtihan Metode Ummi Angkatan ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh SD Al Kautsar di Gedung Serbaguna P3GI. Kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran Al-Qur’an siswa sekaligus bentuk syukur atas capaian pendidikan karakter dan tahfidz yang telah ditempuh selama beberapa tahun terakhir.
Acara diikuti oleh ratusan siswa dan orang tua dengan rincian 101 siswa mengikuti tes tahfidz, 50 siswa mengikuti tes tartil, serta 1 siswa mengikuti tahfidz sekaligus tartil. Momentum ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam membangun generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
Salah satu capaian paling membanggakan datang dari siswi kelas 3F, Faradillah Quinzi, yang berhasil menghafal Al-Qur’an hingga 10 juz, mulai dari juz 1 hingga juz 10. Prestasi ini mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya.

Yang membuat suasana semakin meriah, Fara, sapaan akrab Faradillah Quinzi, mendapat tantangan langsung dari para wali murid dan Sekretaris PDM, Bapak Nur Yasin. Ia diminta melanjutkan dan membaca ayat secara acak dari Surat Al-Baqarah, An-Nisa, hingga Al-Fajr. Tanpa ragu dan dengan suara lantang, Fara mampu menjawab semua tantangan tersebut dengan lancar. Tepuk tangan panjang pun menggema di dalam gedung, menandai kekaguman hadirin terhadap hafalan dan ketenangan siswi kecil tersebut.
Kepala sekolah Mustakin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para siswa. Beliau menegaskan bahwa proses belajar Al-Qur’an di sekolah tidak hanya menekankan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pembentukan karakter.
“Kami berharap kegiatan Khotmul Quran dan Imtihan ini menjadi bagian dari perjalanan anak-anak menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia. Kami tidak hanya menargetkan hafalan, tetapi juga pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi Faradillah Quinzi yang mencapai 10 juz menjadi bukti bahwa dengan bimbingan guru, dukungan orang tua, dan semangat siswa, target besar bisa diraih,” ujar Mustakin.
Beliau juga menambahkan bahwa Metode Ummi yang diterapkan sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas baca tulis Al-Qur’an siswa, mulai dari jilid dasar, tajwid, hingga tahfidz. Program ini, menurutnya, merupakan bagian dari jaminan mutu sekolah kepada orang tua dalam membina akhlak, ibadah, Al-Qur’an, akademik, dan non-akademik siswa.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Suryani Firdaus yang memberikan apresiasi atas dedikasi sekolah dan orang tua dalam mendidik anak-anak menjadi generasi Qurani.
“Saya sangat bangga melihat anak-anak SD Al Kautsar Kota Pasuruan mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik. Ini bukan hanya prestasi sekolah, tetapi prestasi keluarga dan masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta membawa keberkahan bagi kota kita,” tutur Suryani.
Beliau juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di rumah. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah, tetapi harus menjadi kebiasaan keluarga.
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan Al-Qur’an, doa bersama, penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi, serta penampilan hafalan siswa. Para orang tua tampak bangga dan terharu melihat anak-anak mereka membaca dan melantunkan ayat suci dengan lancar.
Selain menjadi ajang evaluasi kemampuan siswa, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Para wali murid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bimbingan para ustaz dan ustazah yang telah mendampingi anak-anak mereka.
Dengan suksesnya Khotmul Quran dan Imtihan Angkatan III ini, pihak sekolah berharap semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan siswa. Prestasi Faradillah Quinzi menjadi simbol bahwa usia bukan halangan untuk meraih pencapaian besar jika ada kemauan, disiplin, dan dukungan yang kuat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh siswa dapat istiqamah menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi Qurani yang membawa manfaat bagi bangsa dan agama.












