Pasuruan, 24 Desember 2025 – Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bugul Kidul 2 Kota Pasuruan kembali menggelar Pengajian Rutin Bulanan. bertempat di Rumah Ibu Darwin, Jalan Salak II Nomor 22, Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota dan simpatisan Aisyiyah dengan penuh khidmat dan antusias. Pengajian tersebut dibuka oleh Ibu Yayuk selaku sekretaris PRA Bugul Kidul 2.
Pada kesempatan tersebut, Nurul Mawaridah, M.Pd hadir sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Musibah Negeri yang Terus-Menerus Menurut Pandangan Islam (Al-Qur’an)”. Tema ini dipilih sebagai respon reflektif atas berbagai musibah dan persoalan sosial yang terus melanda negeri, mulai dari bencana alam hingga krisis moral dan kemanusiaan.
Dalam tausiyahnya, Nurul Mawaridah menegaskan bahwa musibah bukan sekadar peristiwa alam, melainkan memiliki pesan Ilahi yang harus direnungkan bersama. Al-Qur’an, menurutnya, tidak mengajarkan umat Islam untuk berhenti pada keluhan, tetapi mendorong lahirnya kesadaran, muhasabah, dan perubahan sikap hidup.
Ia memaparkan bahwa salah satu penyebab musibah adalah ulah manusia sendiri, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-Rum ayat 41, yang menyebutkan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Musibah dalam konteks ini menjadi peringatan agar manusia memperbaiki perilaku dan hubungannya dengan alam.
Lebih lanjut, Nurul Mawaridah menjelaskan bahwa tidak ada musibah yang terjadi tanpa izin Allah SWT. Mengutip QS. Al-Hadid ayat 22, ia menekankan bahwa segala musibah telah tertulis dalam ketetapan Allah. Hal ini bertujuan agar manusia tidak sombong saat lapang dan tidak berputus asa ketika diuji dengan kesulitan.
Musibah juga dipahami sebagai ujian keimanan, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 155, yaitu ujian berupa rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta dan jiwa. Dalam ujian tersebut, Allah ingin melihat siapa yang mampu bersabar dan tetap teguh dalam keimanan.
Selain itu, disampaikan pula bahwa musibah yang terjadi secara berulang dan meluas dapat menjadi teguran kolektif, bukan untuk menyalahkan korban, melainkan sebagai ajakan untuk mengoreksi arah kehidupan berbangsa, menata ulang nilai keadilan, amanah, dan kejujuran, sebagaimana pesan QS. Asy-Syura ayat 30.
Menutup tausiyahnya, Nurul Mawaridah mengajak jamaah untuk menumbuhkan sikap mukmin sejati, yakni sabar dan tawakal, memperbanyak muhasabah dan taubat, serta meningkatkan kepedulian sosial dengan menolong sesama. Ia menegaskan bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada kemudahan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Insyirah ayat 6, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Pengajian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan agenda arisan, menambah kehangatan ukhuwah di lingkungan PRA Bugul Kidul 2.












