Pasuruan, 10 Januari 2026 – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gadingrejo kembali menyelenggarakan kajian rutin, bertempat di Masjid Al-Muttaqin, mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.15 WIB. Kajian yang diikuti oleh 20 orang peserta ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan kebersamaan. Kegiatan kajian rutin tersebut menghadirkan Nurul Mawaridah, M.Pd sebagai narasumber tausiyah dengan tema “Refleksi Tahun Baru: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dan Bermanfaat.”
Acara dibuka dengan bacaan basmalah sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilanjutkan dengan membaca bersama kitab Thoharotul Qulub. Pembacaan ini bertujuan untuk membersihkan dan menata kembali hati agar siap menerima nasihat serta ilmu yang disampaikan dalam tausiyah. Suasana masjid tampak tenang dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat para peserta untuk memperbaiki diri di awal tahun yang baru.
Dalam tausiyahnya, Nurul Mawaridah mengajak seluruh peserta untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) secara mendalam, khususnya terkait bekal yang telah dan sedang dipersiapkan untuk kehidupan akhirat. Ia menegaskan bahwa pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi arah hidup, kualitas iman, serta kontribusi diri terhadap sesama.
Sebagai landasan utama, Nurul Mawaridah mengutip QS. Al-Hasyr ayat 18, yang menekankan pentingnya self-accountability atau pertanggungjawaban diri. Ayat tersebut mengingatkan setiap mukmin agar senantiasa memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat). Menurutnya, muhasabah adalah kunci agar seseorang tidak lalai dalam menjalani kehidupan dan mampu memperbaiki kesalahan sebelum datang waktu pertanggungjawaban yang sesungguhnya di hadapan Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menjelaskan muhasabah waktu sebagai salah satu aspek penting dalam refleksi diri. Waktu dipandang sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Nurul Mawaridah mengajak peserta untuk jujur menilai, apakah waktu yang dimiliki selama ini lebih banyak digunakan untuk hal yang bermanfaat atau justru terbuang sia-sia tanpa nilai ibadah.
Dalam kajiannya, Nurul Mawaridah juga memaparkan empat pilar refleksi kehidupan, yaitu hablumminallah (hubungan dengan Allah), hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia), hablumminanafsi (hubungan dengan diri sendiri), dan hablumminal ‘alam (hubungan dengan alam). Keempat pilar tersebut, menurutnya, harus dijaga secara seimbang agar seorang muslim dapat menjadi pribadi yang utuh, beriman, berakhlak, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Menjelang akhir tausiyah, Nurul Mawaridah mengajak seluruh peserta untuk menjemput berkah tahun 2026 dengan langkah-langkah nyata, di antaranya melalui taubat yang sungguh-sungguh, memperbanyak istighfar, menyusun target amaliyah yang realistis dan konsisten, serta senantiasa menguatkan diri dengan doa. Ia menekankan bahwa perubahan besar selalu diawali dari niat yang lurus dan langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah.
Kajian rutin ini kemudian ditutup dengan kegiatan arisan dan ramah tamah, yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, PCA Gadingrejo berharap kajian rutin tidak hanya menjadi sarana peningkatan pemahaman keagamaan, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat dan lingkungan sekitar.













