Setelah sebelumnya sukses menggelar lomba Mobile Legends tingkat SD–SMP, Masjid Al-Ukhuwah kembali menyelenggarakan kegiatan bernuansa religi melalui Lomba Tahfidz Juz 30 tingkat TK, SD, dan SMP pada 6–7 Maret 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Ramadan 1447 H sekaligus menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur’an di kalangan anak-anak sejak usia dini.
Lomba tahfidz tersebut diikuti oleh 77 peserta dari berbagai lembaga pendidikan di Pasuruan Raya. Para peserta dibagi dalam empat kategori, yaitu tingkat TK, SD kelas kecil (kelas 1–3), SD kelas besar (kelas 4–6), dan SMP. Setiap kategori memiliki mekanisme penilaian dan tingkat kesulitan yang berbeda, disesuaikan dengan jenjang usia peserta.
Masjid Al-Ukhuwah sendiri merupakan Amal Usaha Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan yang aktif menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda.
Pada ajang yang penuh semangat Qur’ani tersebut, MI Muhammadiyah Kota Pasuruan turut menorehkan prestasi membanggakan. Dua siswinya berhasil meraih juara dalam kompetisi tersebut, yaitu Ananda Wardah Kamila yang meraih juara 2 pada kategori SD A (kelas 1–3) serta Ananda Chiliyatul Qurani yang meraih juara 2 pada kategori SD B (kelas 4–6).
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah sekaligus bukti tumbuhnya kecintaan terhadap Kalamullah di kalangan generasi muda.
Kepala MI Muhammadiyah Kota Pasuruan, Drs. Slamet Suharto, AM, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan para siswa bukan sekadar kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh warga madrasah dan diharapkan dapat menginspirasi siswa-siswi lainnya untuk semakin mencintai dan menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga berharap Ananda Chiliyatul Qurani dan Wardah Kamila dapat terus istiqamah menjaga hafalan serta meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik lahirnya generasi Qur’ani, yakni generasi yang tidak hanya mampu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi dunia pendidikan Islam, prestasi ini menjadi pengingat bahwa menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu dimulai sejak dini. Ketika anak-anak tumbuh bersama Al-Qur’an, sejatinya kita sedang menyiapkan masa depan umat yang lebih baik.
Selamat dan sukses kepada Ananda Chiliyatul Qurani dan Wardah Kamila. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah mereka dan menjadikan keduanya bagian dari generasi Qur’ani yang membanggakan umat.













