• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

Marjoko oleh Marjoko
4 menit yang lalu
in Kabar, Kajian
0
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 20 Maret 2026 – Ribuan jamaah memadati Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan, sejak pagi hari untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Shalat sunnah berjamaah yang digelar Jumat (20/3/2026) ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan Dr. H.M. Nurul Humaidi, M.Ag., seorang khatib dan dai kondang dari Malang.

Dalam khutbahnya yang berlangsung sekitar 30 menit, Dr. H.M. Nurul Humaidi menyampaikan tema sentral tentang pergulatan antara takbir dan takabur dalam kehidupan seorang muslim. Ia mengawali khutbah dengan mengajak jamaah merenungkan makna takbir yang selama ini dikumandangkan, baik menjelang Idul Fitri maupun dalam setiap ibadah.

Takbir di Ibadah, Takabur di Kehidupan

“Allah mengajarkan kepada kita bahwa setelah menjalankan ibadah puasa, kita harus membesarkan Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dalam ibadah shaum, takbir kita wujudkan untuk mengecilkan pengaruh hawa nafsu. Ketika salat malam, kita kecilkan urusan dunia. Ketika bertadarus, kita kecilkan seluruh pembicaraan manusia. Ketika berzakat, kita kecilkan kepentingan pribadi,” paparnya di hadapan ribuan jamaah.

Namun, khatib yang juga dikenal sebagai akademisi ini menyoroti ironi yang kerap terjadi. “Allah tahu kita sering bertakbir dalam ibadah-ibadah kita, tetapi melupakan takbir itu di luar ibadah. Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tetapi di luar itu kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan. Di atas sajadah kita bertakbir, tetapi ketika di kantor, di pasar, atau di tengah masyarakat, kita lupakan Allah. Kita ganti takbir itu dengan takabur,” tegasnya dengan suara lantang diselingi gemuruh takbir dari jamaah.

Related Post

Foto: Yogi Arfan

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Wujudkan Kepedulian Sesama, Takmir Masjid Baitul Huda Bugul Kidul Kelola Zakat 1447 Hijriyah

19 Maret 2026

Sambut Idul Fitri 1447 H, Muhammadiyah Kota Pasuruan Matangkan Strategi Digital dan Siapkan 6 Lokasi Shalat Ied

19 Maret 2026

Masjid Darul Arqom Tutup Rangkaian Kajian I’tikaf, Ustaz Arifin Ahmad Bahas Falsafah Idulfitri

18 Maret 2026

Kritik Sosial di Tengah Khutbah

Dalam khutbahnya, Dr. H.M. Nurul Humaidi tidak segan menyentuh berbagai persoalan kebangsaan yang sedang terjadi. Ia menyebutkan sejumlah peristiwa yang mewarnai akhir tahun 2025 dan awal 2026, seperti bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kasus korupsi kuota haji yang melibatkan mantan menteri agama, maraknya operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah oleh KPK, hingga perang yang masih berkecamuk di Timur Tengah.

“Di tengah semua persoalan ini, marilah hari raya ini kita jadikan momentum untuk melakukan perenungan dan introspeksi muhasabah yang mendalam mengenai perjalanan keagamaan kita. Terlebih usai kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan,” ajaknya.

Ia mencontohkan bagaimana seseorang bisa membesarkan kekayaan hingga bersedia melakukan apa saja tanpa mempedulikan halal dan haram. “Ketika petunjuk Allah berbicara lewat bisikan hati nurani, jangan ambil kekayaan itu karena akan menyengsarakan orang banyak. Ternyata Anda memeras orang-orang yang lemah. Anda mengambil hak mereka yang mestinya Anda kasih. Kita lakukan cara apa pun tanpa mempedulikan apakah tindakan kita itu akan menghancurkan hidup orang lain,” kritiknya.

Bahaya Membesarkan Kekuasaan

Khatib yang berasal dari Malang ini juga menyoroti penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya, Islam tidak melarang umatnya untuk berkuasa, bahkan silakan raih kekuasaan setinggi mungkin. “Yang dilarang adalah mencemari kekuasaan dengan kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok dan golongan. Anda bertakbir dengan kekuasaan bila dengan kekuasaan itu Anda dahulukan kepentingan masyarakat secara keseluruhan sesuai petunjuk Allah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa ketika orang sudah mengagungkan kekuasaan, jabatan tidak lagi dipandang sebagai amanah Allah, melainkan diterima sebagai alat untuk berbuat sewenang-wenang. “Kekuasaan yang mestinya digunakan untuk melindungi yang lemah, mengayomi yang tidak berdaya, membela yang teraniaya, malah digunakannya untuk melindungi yang kuat, mengayomi yang zalim, dan membela yang menganiaya.”

Takabur dan Obatnya

Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, Dr. H.M. Nurul Humaidi menjelaskan bahwa puncak dari membesarkan kekayaan dan kekuasaan adalah membesarkan diri sendiri atau takabur. “Takabur yang paling jelek menurut Al-Ghazali adalah takabur kepada Allah. Kita bertakabur kepada Allah bila demi kekayaan dan kekuasaan kita bersedia melanggar hukum dan aturan Allah. Kita bertakabur bila kita menganggap paham dan aturan yang kita buat lebih baik daripada ayat-ayat dan syariat Allah.”

Ia menegaskan bahwa penyakit takabur hanya bisa disembuhkan dengan takbir, yaitu dengan senantiasa membesarkan Allah di mana pun berada. “Kita isi hari-hari kita dengan rukuk dan sujud kepada Allah. Kita hadirkan Al-Quran setiap hari. Kita bersihkan kekayaan kita dengan zakat. Kita perhatikan penderitaan saudara-saudara kita yang bernasib lebih malang,” pesannya.

Syukur dalam Amal Perbuatan

Memasuki bagian akhir khutbah, khatib mengajak jamaah untuk mewujudkan syukur dalam bentuk amal perbuatan. Ia mengutip firman Allah, “Wa amma bi ni’mati rabbika fahaddits” (Dan nikmat Tuhanmu, kabarkanlah). “Arti mengabarkan nikmat ialah menyebarkan nikmat yang kita peroleh kepada orang lain. Anda menjadi orang kaya yang paling bersyukur bila kekayaan Anda dapat dinikmati oleh orang banyak. Anda serahkan sebagian rezeki untuk menolong pasien tidak mampu, memberikan beasiswa, meringankan penderitaan orang miskin.”

Ia membedakan antara orang takabur dan orang yang bersyukur. “Yang takabur ialah orang yang selalu memanfaatkan orang lain untuk dirinya. Yang bersyukur ialah orang yang selalu berusaha bermanfaat bagi orang lain.”

Doa yang Mengharukan

Khutbah ditutup dengan doa yang panjang dan mengharukan. Dengan suara bergetar, Dr. H.M. Nurul Humaidi memanjatkan permohonan ampunan bagi seluruh umat Islam. “Ya Rabbana, kesalahan telah menutup kami dengan pakaian kehinaan. Perpisahan dari-Mu telah membungkus kami dengan jubah kerendahan. Besarnya dosa kami telah mematikan hati kami. Tak sanggup kami panjatkan doa karena seringnya kami melalaikan perintah-Mu, karena cepatnya kami melakukan larangan-Mu, karena kurangnya kami mensyukuri nikmat-Mu.”

“Namun kami beranikan juga untuk bermohon kepada-Mu, ya Rabb. Karena kami tahu Engkau amat pemurah kepada mereka yang menghadap-Mu dan menemui-Mu dengan penuh harapan. Inilah kami, ya Rabbana, bersimpuh kembali di pintu keagungan-Mu, bergetar berserah diri kepada-Mu,” lanjutnya disambut gemuruh “aamiin” dari ribuan jamaah.

Usai khutbah dan doa, suasana haru menyelimuti Stadion Untung Suropati. Jamaah mulai bersalam-salaman, melepas rindu di hari yang fitri, membawa pulang pesan mendalam untuk tidak sekadar bertakbir di lisan, tetapi juga mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Donation

Buy author a coffee

Donate
Topik: idul fitrikajianmuhammadiyah
ShareTweetShare
Marjoko

Marjoko

Seorang pecinta tulisan, pengulik desain grafis, and Good Daddy in every universe.

Related Posts

Foto: Yogi Arfan
Kabar

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

oleh Yogi Arfan
20 Maret 2026
Kabar

Wujudkan Kepedulian Sesama, Takmir Masjid Baitul Huda Bugul Kidul Kelola Zakat 1447 Hijriyah

oleh Firnas Muttaqin
19 Maret 2026
Kabar

Sambut Idul Fitri 1447 H, Muhammadiyah Kota Pasuruan Matangkan Strategi Digital dan Siapkan 6 Lokasi Shalat Ied

oleh Firnas Muttaqin
19 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Menuju 2029, Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan resmi bersinergi kawal demokrasi bersih dan berintegritas.

Langkah Besar Menuju 2029: Bawaslu dan Muhammadiyah Kota Pasuruan Teken MoU Strategis

3 Maret 2026
Kita besarkan Allah di tempat ibadah, tapi kita agungkan kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan di luar sana.

Ustaz Nurul Humaidi Bongkar Fakta: Banyak Orang Bertakbir di Masjid Tapi Takabur di Luar! 

20 Maret 2026
Foto: Yogi Arfan

Muhammadiyah Kota Pasuruan Gelar Salat Idulfitri di Enam Titik, GOR Dipadati Ratusan Jamaah

20 Maret 2026

Wujudkan Kepedulian Sesama, Takmir Masjid Baitul Huda Bugul Kidul Kelola Zakat 1447 Hijriyah

19 Maret 2026

Sambut Idul Fitri 1447 H, Muhammadiyah Kota Pasuruan Matangkan Strategi Digital dan Siapkan 6 Lokasi Shalat Ied

19 Maret 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan