Pasuruan, 19 Februari 2026 – Puluhan jamaah memadati Masjid Al-Kautsar dalam pelaksanaan Sholat Tarawih malam ini. Selain menunaikan ibadah berjamaah, para jamaah juga menyimak dengan penuh perhatian kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Ustadz Arifin Ahmad.
Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk merenungkan tujuan utama ibadah puasa Ramadan, yakni meraih derajat takwa. Beliau menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan spiritual untuk memperbaiki akhlak. Mengutip ayat dalam surat Ali Imran, Beliau menjelaskan bahwa Allah SWT menjanjikan ampunan, rahmat, dan surga yang luas bagi orang-orang bertakwa, yaitu mereka yang gemar bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta memaafkan kesalahan sesama.
Lebih lanjut, Ustadz Arifin Ahmad memaparkan tiga amalan penting yang perlu dilatih selama Ramadan. Pertama, membiasakan diri untuk memberi. Menurutnya, Ramadan adalah momentum tepat untuk menumbuhkan kepedulian sosial, sebagaimana tradisi berbagi takjil dan sedekah yang hidup di berbagai masjid. Kebiasaan memberi, bila dilatih terus-menerus, akan membentuk karakter dermawan.
Kedua, melatih kesabaran dan mengendalikan emosi. Beliau mengingatkan bahwa sikap mudah marah dan tersinggung sering berakar dari rasa ego yang berlebihan. Ramadan menjadi kesempatan untuk menata hati agar lebih tenang, tidak cepat tersinggung, dan mampu menghadapi masalah dengan bijak.
Ketiga, membiasakan diri untuk memaafkan. Menurutnya, memaafkan berarti menghapus luka dan melepaskan beban batin. Beliau menambahkan bahwa kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten selama puluhan hari akan membentuk akhlak yang melekat dalam diri seseorang.
“Dengan latihan selama 29 atau 30 hari Ramadan, semoga kita menjadi pribadi yang dermawan, sabar, dan pemaaf. Itulah ciri orang-orang bertakwa,” ujarnya di hadapan jamaah.
Kultum ditutup dengan doa agar umat Islam diberi kekuatan menjalani ibadah Ramadan dengan penuh keikhlasan dan mampu mempertahankan akhlak mulia setelah bulan suci berakhir. Jamaah pun menjawab salam penutup dengan serempak, disusul suasana haru saat mereka bersalaman dan saling mendoakan usai sholat.










