Kota Pasuruan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan semangat baru. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan, Dr. Abu Nasir, M.Ag., menyerukan seluruh warga persyarikatan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Dalam keterangannya, Abu Nasir menyampaikan rasa syukur atas kesempatan kembali bertemu Ramadhan. Beliau mengajak masyarakat memperkuat iman, meningkatkan ibadah, dan menjaga ketenangan hati dalam menjalankan kewajiban puasa serta amalan lainnya. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi juga kesempatan mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial.
Ramadhan tahun 2026 memiliki keistimewaan tersendiri karena penetapan awal bulan menggunakan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) sebagaimana maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2 Tahun 2026. Penetapan ini menjadi langkah menuju kesatuan waktu ibadah umat Islam di dunia.
KHGT didasarkan pada kombinasi rukyatul hilal bil fi’li dan hisab wujudul hilal, dengan kriteria baru yaitu tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Tujuan utamanya adalah mewujudkan kesatuan matla’ menuju kesatuan umat, sehingga penentuan awal Ramadhan dapat berlaku secara global.
Dalam penjelasan maklumat tersebut, ijtima’ atau konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC di wilayah Alaska. Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal telah memenuhi kriteria KHGT sehingga ditetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan shalat tarawih dimulai pada Selasa malam.
Abu Nasir mengimbau seluruh pimpinan persyarikatan, organisasi otonom, amal usaha Muhammadiyah, guru, karyawan, serta warga dan simpatisan untuk menjalankan maklumat tersebut dengan penuh keyakinan. Beliau menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan hukum syar’i dan kajian ilmiah para ulama dan ahli falak.
Selain itu, masyarakat juga diajak memakmurkan masjid dan mushala dengan shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan keagamaan lainnya. Beliau menekankan pentingnya menjaga produktivitas kerja selama Ramadhan sebagai bentuk pengabdian di lingkungan amal usaha dan masyarakat luas.
Abu Nasir juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghargai perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan di tengah umat Islam. Menurutnya, perbedaan tidak boleh memecah persatuan, melainkan menjadi sarana memperkuat kedewasaan beragama dan kedamaian sosial.
“Ramadhan adalah bulan rahmat. Mari kita isi dengan ibadah, kepedulian, dan persaudaraan,” ujarnya.
PDM Kota Pasuruan pun mengucapkan selamat menyambut Ramadhan 1447 H kepada seluruh umat Islam, dengan harapan ibadah puasa tahun ini membawa kesehatan, keberkahan, serta keteguhan iman bagi semua. Semangat kebersamaan dan ketulusan diharapkan menjadi bekal dalam menjalani bulan suci dengan sebaik-baiknya.









