Pasuruan, 12 Desember 2025 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pasuruan Raya resmi mengubah Hall SMK Muhammadiyah 1 (SMK Mutu) Kota Pasuruan menjadi laboratorium intelektual. Pelatihan Darul Arqam Dasar (DAD) ke-8 ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah “proyeksi peradaban” untuk melakukan instalasi ulang (reboot) ideologi kader.
Mengusung tema besar “Internalisasi Nilai Ikatan: Wujudkan Kader yang Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual,” acara ini didesain sebagai antitesis terhadap krisis moral generasi muda.
Immawan Bahren: Ultimatum Ideologis untuk Kader ‘Hybrid’
Ketua Pelaksana, Immawan Bahren, membuka mimbar dengan narasi yang tajam dan filosofis. Dalam sambutannya, Bahren tidak sekadar menyapa, tetapi memberikan “ultimatum ideologis”. Ia menekankan bahwa internalisasi nilai adalah fondasi eksistensial kader.
“Maksudnya internalisasi nilai berarti menanamkan dan menghidupkan kembali ruh perjuangan, baik dari segi kedisiplinan, integritas, kesederhanaan, keberanian, hingga keilmuan,” tegas Bahren.
Ia mengelaborasi bahwa sintesa dari nilai-nilai tersebut ditargetkan melahirkan kader tipe hybrid: sosok yang memiliki ketajaman nalar sekaligus kehalusan budi.
“Nilai-nilai inilah yang membentuk kader yang bukan hanya cerdas di akal, tetapi juga cekat dalam sikap. Bukan hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual,” paparnya.
Legitimasi Struktural: Tokoh Kunci ‘Turun Gunung’
Bobot intelektual acara ini semakin valid dengan hadirnya jajaran elit persyarikatan yang memberikan dukungan penuh (full support). Immawan Bahren secara khusus mengapresiasi kehadiran para tokoh kunci:
PDM Kota Pasuruan: Diwakili oleh Ustaz Dr. H. Abu Nasir, M.Ag..
PDA Kota Pasuruan: Diwakili oleh Ibu Nurul Mawaridah, M.Pd..
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah: Dihadiri langsung oleh Kanda Irfan Efendi, M.H. beserta jajaran.
Kepala Sekolah SMK Mutu: Ustaz Taufiq, S.H.I..
Ketua PC IPM Pasuruan Raya: M. Arief Yanuar, S.Pd..
Momentum Emas: Transformasi Pengetahuan Jadi Gerakan
Dalam elaborasi selanjutnya, Bahren mengingatkan bahwa DAD ke-8 adalah “Momentum Emas”. Ia menuntut peserta untuk menyelami proses ini secara radikal, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
“Harapan kami kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan memupuk kepekaan, memperkuat karakter, dan memperkokoh rasa memiliki terhadap persyarikatan,” ujarnya.
Visinya jelas: mencetak manusia autentik yang seimbang antara rasio dan rasa.
“Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar kita bersama untuk memastikan bahwa setiap kader yang lahir dari ikatan ini adalah sosok yang cerdas pikirannya dan bersih hatinya,” tambah Bahren.
Menjelang akhir instruksinya, ia menekankan bahwa output pelatihan ini harus berdampak nyata (impactful).
“Ikutilah setiap sesi dengan saksama. Dan jadikan setiap materi yang diterima bukan sekadar pengetahuan, tapi sebagai bekal perjuangan moral di kehidupan kita sehari-hari,” pesannya.
Klimaks Spiritual & Gelombang ‘Jaya’
Menutup sambutannya, Immawan Bahren menyentuh dimensi transendental dengan mengutip Surah Al-Mujadilah Ayat 11. Ia mengingatkan bahwa elevasi derajat manusia hanya dapat dicapai melalui sintesa iman dan ilmu:
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Kutipan teologis tersebut langsung disambut dengan eskalasi energi yang luar biasa. Bahren memimpin orkestrasi yel-yel yang seketika menggetarkan satu hall:
Bahren: “IMM!” Massa: “Jaya!” Bahren: “IMM!” Massa: “Jaya!” Bahren: “IMM!” Semua: “Jaya! Jaya! Jaya!”










