• Kabar
  • Fakta Islam
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Unik

Topik Populer

  • Palestina
  • Dakwah
  • Perang Dagang

Ikuti kami

  • 12.8k Fans
  • 1.3k Followers
  • 2.4k Followers
  • 7.1k Subscribers
Pasmu
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
KONTRIBUSI
ArtMagz
No Result
View All Result
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah
Home Kabar

Dari Tahfidz hingga Mobile Legends, Cara Unik Masjid Al Ukhuwah Menarik Remaja ke Rumah Ibadah

Firnas Muttaqin oleh Firnas Muttaqin
3 menit yang lalu
in Kabar
0
Festival Ramadan 1447 H di Masjid Al Ukhuwah menghadirkan harmoni tradisi dan budaya digital generasi muda.

Festival Ramadan 1447 H di Masjid Al Ukhuwah menghadirkan harmoni tradisi dan budaya digital generasi muda.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
[post-views]

Pasuruan, 8 Maret 2026 – Atmosfer spiritual yang kental menyelimuti setiap sudut masjid Al Ukhuwah, menciptakan nuansa kontemplatif bagi puluhan pasang mata yang hadir di masjid tersebut. Para jamaah, orang tua, pelajar, serta tokoh masyarakat tampak memadati area masjid untuk menghadiri agenda “Awarding Lomba Festival Ramadan 1447 H” yang menjadi puncak rangkaian kegiatan dakwah kreatif selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan antara masyarakat dengan pengurus masjid. Sejak sore hari, suasana halaman dan ruang utama masjid dipenuhi antusiasme para peserta dan keluarga yang ingin menyaksikan secara langsung pengumuman hasil perlombaan yang telah berlangsung selama beberapa hari sebelumnya.

Acara yang mengusung semangat pembinaan generasi berakhlak mulia ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Dr. H. Abu Nasir, M.Ag., bersama jajaran pengurus takmir Masjid Al Ukhuwah serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pimpinan organisasi keagamaan tersebut semakin menambah khidmatnya kegiatan yang sekaligus menjadi simbol dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif di lingkungan masjid.

Foto Bersama Ketua PDM Kota Pasuruan Dr. Abu Nasir, M.Ag dengan Pemenang lomba tahfidz tingkat SMP Foto: Risyad/pasmu.id

Festival Ramadan tahun ini menghadirkan konsep yang menarik karena memadukan tradisi keagamaan dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda. Selain lomba-lomba bernuansa religius seperti Tahfidz Al-Quran untuk kategori Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama, panitia juga menyelenggarakan kompetisi e-sport Mobile Legends yang diperuntukkan bagi kalangan remaja.

Related Post

Bedah buku Ustadz Nur Yasin di Masjid Al Muttaqin sukses membuat jamaah membuka paradigma baru memahami takdir.

Bedah Buku Karya Ustadz Nur Yasin: Apa Iya Selama Ini Kita Salah Paham Soal Takdir? 

8 Maret 2026
PCA ‘Aisyiyah Purworejo Kota Pasuruan menyalurkan 68 paket sembako bagi warga membutuhkan melalui Ta’awun Sosial Ramadhan.

‘Aisyiyah Purworejo Pasuruan Bagikan 68 Paket Sembako Lewat Aksi Ta’awun Sosial Ramadhan

8 Maret 2026

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

8 Maret 2026

SD Al Kautsar Pasuruan Gandeng Lazismu Buka Pondok Ramadhan 1447 H

7 Maret 2026 - Updated On 8 Maret 2026

Perpaduan dua jenis kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Jika lomba tahfidz menghadirkan nuansa spiritual melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, maka kompetisi e-sport memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat mereka dalam bidang digital secara positif di lingkungan yang tetap bernilai edukatif dan religius.

Ketua Panitia Festival Ramadan, H. Sadjilan, menjelaskan bahwa gagasan menghadirkan lomba e-sport bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari strategi dakwah yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan karakter generasi saat ini.

Foto bersama Ketua Takmir Al Ukhuwah, H. Sadjilan dengan peserta lomba tahfidz tingkat SD Foto: Risyad/pasmu.id

Menurutnya, masjid harus mampu menjadi pusat aktivitas yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan, edukasi, dan pengembangan potensi generasi muda. Dengan menghadirkan kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka, diharapkan para remaja semakin merasa memiliki kedekatan dengan masjid.

“Kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda pada masjid dengan cara yang relevan dengan zaman mereka, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan begitu, masjid bisa menjadi tempat yang hidup dan menarik bagi semua kalangan,” ujar H. Sadjilan dalam sambutannya di hadapan para peserta dan jamaah yang hadir.

Kemeriahan acara semakin terasa ketika panitia mulai mengumumkan nama-nama pemenang dari berbagai kategori perlombaan. Para peserta yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi dan penilaian dengan penuh semangat tampak menunggu dengan antusias hasil akhir yang diumumkan oleh panitia.

Prosesi penyerahan hadiah diawali dengan penampilan para juara lomba tahfidz yang membacakan ayat-ayat suci Al-Quran di hadapan para jamaah. Lantunan ayat yang dibawakan oleh para peserta cilik menghadirkan suasana syahdu sekaligus mengingatkan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran sejak usia dini.

Di antara para pemenang lomba tahfidz tersebut adalah Syarifah Awliya Az-Zahra yang meraih juara pada kategori Taman Kanak-kanak serta Ananda Wardah Kamilah yang berhasil menjadi juara pada kategori Sekolah Dasar. Penampilan mereka mendapat apresiasi hangat dari para jamaah yang hadir.

Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan generasi Qurani terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama melalui peran aktif lembaga keagamaan dan komunitas masjid dalam menciptakan ruang belajar yang positif bagi anak-anak dan remaja.

Menjelang waktu berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua PDM Kota Pasuruan, Dr. H. Abu Nasir, M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengajak para jamaah untuk memaknai Ramadan tidak sekadar sebagai bulan ibadah ritual, tetapi juga sebagai Syahrul Tarbiyah atau bulan pendidikan bagi umat Islam.

Beliau menjelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam, khususnya Al-Quran yang menjadi pedoman utama kehidupan umat Muslim.

Dalam penjelasannya, Abu Nasir memaparkan secara ringkas proses turunnya Al-Quran hingga sampai kepada umat manusia saat ini. Menurutnya, perjalanan Al-Quran tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh hikmah.

“Al-Quran tidak hadir begitu saja secara instan. Ada proses panjang selama 23 tahun, dari wahyu di langit dunia hingga perjuangan para sahabat mencatatnya di pelepah kurma dan tulang kering,” jelasnya di hadapan jamaah.

Beliau juga mengingatkan bahwa umat Islam tidak cukup hanya membaca Al-Quran sebagai bacaan ritual semata. Lebih dari itu, umat perlu memahami makna dan kandungan ayat-ayatnya serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pemahaman terhadap Al-Quran harus melampaui tahap tilawah menuju tahap tafahhum atau pemahaman, hingga akhirnya mencapai tahap implementasi dalam perilaku dan kehidupan sosial. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dapat benar-benar membentuk keteraturan hidup manusia.

Tausiyah tersebut disambut dengan perhatian penuh dari para jamaah yang mengikuti acara hingga menjelang waktu berbuka puasa. Suasana religius semakin terasa ketika azan Magrib berkumandang sebagai penanda waktu berbuka.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Para jamaah selanjutnya menikmati hidangan berbuka puasa bersama dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Momentum buka puasa bersama ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Festival Ramadan yang telah berlangsung dengan penuh antusiasme dari masyarakat. Para peserta lomba, orang tua, serta panitia tampak saling berbincang dan bersilaturahmi setelah acara resmi berakhir.

Pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan berharap kegiatan seperti Festival Ramadan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang. Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, masjid diharapkan dapat terus berperan sebagai pusat pembinaan umat yang tidak hanya menekankan aspek ibadah, tetapi juga pendidikan, kreativitas, dan pembentukan karakter generasi muda.

Dengan berakhirnya agenda awarding tersebut, Masjid Al Ukhuwah Kota Pasuruan berhasil menunjukkan bahwa dakwah di bulan Ramadan dapat dikemas secara dinamis dan inovatif tanpa menghilangkan esensi spiritualitasnya. Festival Ramadan ini pun menjadi contoh bagaimana tradisi keagamaan dapat berjalan seiring dengan pendekatan modern untuk menjangkau generasi masa kini.

Editor : Marjoko

Donation

Buy author a coffee

Donate
ShareTweetShare
Firnas Muttaqin

Firnas Muttaqin

Related Posts

Bedah buku Ustadz Nur Yasin di Masjid Al Muttaqin sukses membuat jamaah membuka paradigma baru memahami takdir.
Kabar

Bedah Buku Karya Ustadz Nur Yasin: Apa Iya Selama Ini Kita Salah Paham Soal Takdir? 

oleh Marjoko
8 Maret 2026
PCA ‘Aisyiyah Purworejo Kota Pasuruan menyalurkan 68 paket sembako bagi warga membutuhkan melalui Ta’awun Sosial Ramadhan.
Kabar

‘Aisyiyah Purworejo Pasuruan Bagikan 68 Paket Sembako Lewat Aksi Ta’awun Sosial Ramadhan

oleh Firnas Muttaqin
8 Maret 2026
Ustadz Dadang mengingatkan jemaah bahwa Ramadhan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penawar penyakit hati.
Kabar

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

oleh Firnas Muttaqin
8 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Berita Duka: Ustaz Saiful Hadi Wafat, PDM Kota Pasuruan Kehilangan Sosok Teladan Dakwah

20 Februari 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi penegas presisi hisab KHGT sekaligus simbol kuat arah baru persatuan kalender umat Islam dunia.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Validasi Astronomis KHGT dan Momentum Menuju Kesatuan Umat

3 Maret 2026

Tak Disangka! Di Balik Khotmul Quran SD Al Kautsar, Muncul Hafidzah Cilik 10 Juz yang Menginspirasi

14 Februari 2026 - Updated On 15 Februari 2026
Menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan, Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan menyelenggarakan kajian i’tikaf di lima masjid yang tersebar di Kota Pasuruan.

Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan Gelar Rangkaian Kajian I’tikaf Ramadhan

6 Maret 2026
Festival Ramadan 1447 H di Masjid Al Ukhuwah menghadirkan harmoni tradisi dan budaya digital generasi muda.

Dari Tahfidz hingga Mobile Legends, Cara Unik Masjid Al Ukhuwah Menarik Remaja ke Rumah Ibadah

9 Maret 2026
Bedah buku Ustadz Nur Yasin di Masjid Al Muttaqin sukses membuat jamaah membuka paradigma baru memahami takdir.

Bedah Buku Karya Ustadz Nur Yasin: Apa Iya Selama Ini Kita Salah Paham Soal Takdir? 

8 Maret 2026
PCA ‘Aisyiyah Purworejo Kota Pasuruan menyalurkan 68 paket sembako bagi warga membutuhkan melalui Ta’awun Sosial Ramadhan.

‘Aisyiyah Purworejo Pasuruan Bagikan 68 Paket Sembako Lewat Aksi Ta’awun Sosial Ramadhan

8 Maret 2026
Ustadz Dadang mengingatkan jemaah bahwa Ramadhan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan penawar penyakit hati.

Ustadz Dadang: Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an untuk “Melangitkan” Manusia

8 Maret 2026

© 2025 PasMu - Media Pencerahan

Navigate Site

  • Home
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

PasMU cerdas

PasMU Cerdas adalah kecerdasan buatan (AI) yang siap membantu kamu menjawab pertanyaan seputar Islam. Tapi perlu diketahui bahwa jawaban yang kami berikan belum tentu 100% benar.

No Result
View All Result
  • Kabar
  • Kajian
  • Opini
  • Sejarah
  • Fakta Islam
  • Khutbah

© 2025 PasMu - Media Pencerahan