Pasuruan, 9 Maret 2026 – Menjelang sepuluh malam terakhir di bulan suci, Pondok Pesantren SPEAM (Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Ma’un Muhammadiyah) Kota Pasuruan kembali menghidupkan syiar pendidikan melalui gelaran Ramadhan Camp 1447 H. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (9–11 Maret 2026), ini mengusung misi besar dalam membentuk generasi muslim yang unggul, modern, berkemajuan, serta memiliki mentalitas kewirausahaan sejak dini.
Acara yang dipusatkan di kompleks pesantren ini diikuti oleh 90 peserta didik yang terdiri dari siswa-siswi kelas V SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik serta perwakilan siswa sekolah dasar di wilayah Pasuruan. Kehadiran delegasi dari luar kota ini menambah warna dalam kegiatan, sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah.
Dalam sambutan hangatnya, Ustadz Umar Efendi menekankan bahwa Ramadhan Camp bukan sekadar kegiatan seremonial pengisi waktu luang. Beliau berbagi refleksi mendalam mengenai pengalamannya saat menjadi peserta kegiatan serupa pada tahun 1987 yang memberikan dampak psikologis dan spiritual membekas hingga saat ini. Menurutnya, peserta akan merasakan manfaat luar biasa jika para pendamping dan panitia mampu menjaga kekompakan dalam melatih kedisiplinan, mulai dari ketepatan waktu ibadah hingga sesi renungan malam yang mendalam.
Ustadz Umar berpesan agar momen singkat ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para santri untuk menyerap ilmu, baik dalam aspek ibadah mahdhah seperti tajwid dan tata cara shalat, maupun aspek kemandirian. Beliau juga menyoroti pentingnya etika dalam menuntut ilmu dengan meminta para peserta benar-benar menyimak materi dari para narasumber guna membangun etos kerja atau effort yang kuat sejak dini.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ustadz Mochammad Ramadhan selaku perwakilan SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik. Ia menyampaikan terima kasih atas fasilitas asrama dan sambutan hangat dari pihak SPEAM. Pihaknya sengaja membawa lebih dari 50 siswa kelas lima dengan harapan mereka dapat belajar bersungguh-sungguh di lingkungan pesantren, sekaligus berharap agar kerja sama lintas daerah ini dapat terus berlanjut di masa depan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan bacaan basmalah bersama, menandai dimulainya perjalanan spiritual dan edukatif bagi 90 calon pemimpin masa depan tersebut. Dengan tema yang menitikberatkan pada jiwa entrepreneur, Ramadhan Camp kali ini diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya taat secara agama, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan modernitas.
Editor: Marjoko












