Pasuruan, 4 Januari 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan resmi menutup Berkah Fest 2025, di Gelanggang Olahraga Untung Suropati. Festival digelar dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113 dan menyambut Tahun Baru 2026 dengan semangat dakwah, budaya, dan sosial.
Acara penutupan dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur, Imam Hambali, M.S.E.I., yang turut memberikan sambutan dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara kolaboratif ini.
Dalam sambutannya, Imam Hambali mengawali dengan ucapan terima kasih dan penghormatan kepada Ketua PDM Kota Pasuruan, Dr. Abu Nasir, beserta jajarannya, serta Ketua Lazismu Kota Pasuruan, Mas Pras, dan seluruh pihak yang terlibat, termasuk vendor pendukung. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seperti ini sebagai wujud nyata sinergi gerakan.
“Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Kita sebagai umat Rasulullah dituntut untuk menjadi manusia terbaik, tidak hanya dalam hubungan vertikal dengan Allah (hablum minallah), tetapi juga dalam religiositas yang memberikan manfaat kepada sesama,” ujar Imam Hambali.
Ia menyatakan apresiasi yang mendalam kepada Lazismu dan PDM Kota Pasuruan yang telah menyelenggarakan Berkah Fest. Menurutnya, acara ini merupakan bukti konkrit bahwa keberadaan insan beragama adalah untuk selalu “memberi dan memberi dan memberi”.
“Karena itulah esensi kehidupan kita, yaitu selalu memberikan yang terbaik buat sesama. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi Lazismu di kota-kota lain, sebagai wujud dari tagline kita: ‘Beri untuk Negeri’. Kita harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, apapun kondisinya,” tegasnya.
Imam Hambali juga menyoroti peran kemanusiaan Muhammadiyah melalui Lazismu, khususnya dalam penanganan bencana. Ia mengungkapkan bahwa penggalangan dana untuk korban bencana di Jawa Timur yang dikoordinir Lazismu telah berhasil menghimpun dana signifikan.
“Alhamdulillah, sejak Sabtu siang kemarin, telah terkumpul dana sebesar Rp11,7 miliar. Insya Allah upaya ini tidak kami hentikan dan kami berharap dapat mencapai target Rp15 miliar,” paparnya menggaungkan semangat kepedulian yang sejalan dengan semangat Berkah Fest.
Melalui Berkah Fest 2025, Imam Hambali menyampaikan harapan agar festival ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menanamkan nilai-nilai kedermawanan, kebersamaan, dan kebermanfaatan secara berkelanjutan di tengah masyarakat. Ia berharap model kolaborasi antara amal usaha, lembaga filantropi, pemerintah, dan komunitas seperti ini dapat direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain.
“Ke depan, semoga ‘virus’ memberi ini semakin menular. Berkah Fest menjadi titik awal bagi lahirnya lebih banyak inisiatif sosial-keagamaan yang kreatif, inklusif, dan berdampak nyata bagi kemajuan kota dan kesejahteraan warga Pasuruan khususnya, serta masyarakat luas pada umumnya,” pungkasnya.
Sambutan ini semakin menguatkan pesan bahwa Berkah Fest 2025 tidak hanya sekadar festival hiburan, tetapi merupakan medium dakwah kultural dan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan umat dan masyarakat. Kolaborasi antara PDM, Lazismu, Pemerintah Kota Pasuruan, organisasi otonom, komunitas, dan dunia usaha menjadi kunci sukses penyelenggaraan acara akbar ini.










